Tampilkan postingan dengan label TOP EROPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOP EROPA. Tampilkan semua postingan

Conte : Jalan Inter Menuju Scudeto Telah 95 Persen

Manajer Inter Milan Antonio Conte yakin timnya 95 persen sedang dalam perjalanan untuk memenangkan gelar Serie A pertama mereka sejak 2010 menyusul kemenangan atas Hellas Verona pada akhir pekan lalu.

Matteo Darmian menjadi pahlawan Inter saat memastikan 3 point saat menaklukkan Hellas Verona 1-0 di San Siro.  Hasil ini sekaligus membuat Nerazzurri unggul 13 poin dari AC Milan dan Juventus di puncak klasemen.

Inter mengumpulkan 79 poin dari 33 pertandingan, mengguli dua rival terberatnya Milan dan Juve yang baru mengemas nilai 66.

“Saya melihat 95 persen Scudetto ditaklukkan,” kata Conte kepada Sky Italia.

Meski demikian, mantan pemain dan pelatih Juventus ini tetap menekankan pentingnya untuk terus menjaga trend kemenangan pada sisa laga mereka.  

Inter sangat berpeluang untuk mengakhiri dominasi Juventus yang selama 9 tahun terakhir.

Klub Milan itu bermain imbang secara berturut-turut melawan Napoli dan Spezia sebelum kemenangan di Verona itu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di liga menjadi 17 pertandingan.

“Pada titik ini bola mulai lebih berat, karena bagi banyak pemain ini adalah pertama kalinya mereka setinggi ini,” kata Conte.

“Setelah dua penampilan hebat melawan Napoli dan Spezia, kami menang dan menciptakan situasi yang berbeda. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam situasi di mana Anda berada di depan penjaga gawang, bola menjadi lebih berat.

“Menang tahun ini berarti menjadi pemenang, dan itu sangat penting. Jangan lupa bahwa yang lain kehilangan poin, sedangkan kita tidak,” tutupnya (sportakulare.blogspot.com/supersport.com)


Share:

Masa Depan Ronaldo di Juventus Diragukan

Performa Cristiano Ronaldo dalam beberapa laga terakhir Juventus disebut memprihatinkan. Kemarahan yang terus ditunjukan penyerang Portugal setelah pertandingan, posisi La Vecchia Signora di Serie A dan performa buruk pemain di depan gawang lawan menjadi sorotan banyak pihak, utamanya kalangan media di ‘Negeri Pizza’.


Pemilik nomor punggung tujuh Juventus ini memang absen mencetak gol dalam 3 pertandingan terakhir, termasuk dalam laga Lawan Fiorentina akhir pekan lalu yang berakhir imbang 1-1.

Suasana yang terlihat dari Ronaldo akhir-akhir ini hanya berkutat pada perasaan buruk dan kekesalan karena kegagalan mencetak gol. Belum lagi cedera yang sempat membuatnya absen selama enam pertandingan.

“Tim ini terputus-putus, tanpa gaya, tanpa jiwa, dan Cristiano seperti hantu di lapangan,” tulis media Corriere della Sera.

 Media ini juga menambahkan mantan penyerang Real Madrid itu terlihat “hampir tidak tertarik pada permainan”.

 Tetapi perhatian terhadap Cristiano melampaui satu publikasi, dan La Gazzetta dello Sport bertanya: “Cristiano, apakah Anda di sana?”

Pada menit ke-84 dari hasil imbang 1-1 mereka di Fiorentina, Cristiano tidak dapat memanfaatkan umpan tengah indah dari Dejan Kulusevski yang seharusnya bisa memastikan kemenangan.

Sekali lagi, Cristiano Ronaldo tidak tampil untuk Juventus dan dia meninggalkan Florence bahkan tanpa tembakan tepat sasaran.

Poin yang mereka peroleh membuat Juventus berada di urutan keempat di Serie A, dengan Atalanta berhasil mengalahkan Bologna dan AC Milan mengunjungi Lazio pada Senin malam. Napoli tiga poin di belakang Juventus dan bermain pada hari Senin juga.

Seperti yang ditulis Tuttosport, masa depan Cristiano Ronaldo bisa diragukan jika Juventus absen di Liga Champions.

“Jika mereka tidak lolos ke Liga Champions, Juventus tidak akan dapat menutupi gajinya dan dia mungkin akan mencari tantangan lain di Manchester [dengan Manchester United] atau di Paris [dengan Paris Saint-Germain].”

Sementara Pelatih Andrea Pirlo tetap membela pemain andalannya ini, sembari mengakui kekecewaan pada hasil pekerjaannya sendiri di klub musim ini.

“Saya tidak berpikir Ronaldo melakukannya dengan buruk,” kata Pirlo. “Dia memiliki beberapa peluang dan, secara umum, permainannya tidak buruk. Itu adalah tim yang seharusnya lebih banyak menyerang di luar angkasa dan kami melihat beberapa di antaranya di babak kedua,”. (sportakulare.blogspot.com/ forzaitalianfootball.com)

Share:

Tantang Sociedad, Setan Merah Tanpa Pogba

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menginformasikan Paul Pogba bakal absen dalam beberapa laga di bulan ini, karena tengah melanjutkan pemulihan cedera paha yang diderita. Pogba juga dipastikan absen dalam laga leg pertama babak 42 besar Liga Eropa menghadapi Real Sociedad  yang akan digelar Kamis (18/5) di Allianz Arena Juventus.


Pemilihan markas Juventus ini sebagai tempat netral karena pembatasan akibat perkembangan kasus Covid-19 di Inggris.

Mantan gelandang Juventus juga dikabarkan belum akan tampil pada leg II yang akan berlangsung di Old Trafford tanggal 25 Februari mendatang.  

Pogba telah absen sejak pertandingan di Liga Domestik melawan New Castle dan Chelsea, dan sedang memacu pemulihannya agar bisa tampil dalam derby melawan Manchester City tanggal 6 Maret.  

Selain Pogba, Edinson Cavani dan Donny Van de Beek juga tak akan dibawa dalam skuad untuk menghadapi Sociedad karena menderita cedera otot saat laga imbang 1-1 melawan West Bromwich Albion pekan lalu.

 

“ Paul pulih dengan baik. , dia tengah memulai perawatan dan masa pemulihan kebugaran yang akan berlangsung selama beberapa minggu. Yang pasti dia tak akan tampil sepanjang Februari,” kata Solskjaer pada konferensi pers hari Rabu lalu.

 “ Sayangnya Donny dan Edinson cedera otot, jadi mereka juga tidak bisa tampil di Turin. Kami sangat bersemangat dan memastikan tim tetap kompetitif. Meskipun menghadapi lawan berat, kami yakin bisa melangkah ke babak berikutnya. Satu-satunya tujuan kami adalah menang besok,” tandasnya. 

Sementara pelatih Sociedad, Imanol Alguacil mengaku tidak mempermasalahkan laga yang harus berpindah ke Allianz Arena Juventus, karena pembatasan akibat Covid-19.

Menurutnya, Sociedad harus menampilkan kerja keras dalam pertandingan ini, agar bisa menghasilkan kemenangan.

`` Kami tidak akan mencari alasan jika kami memainkan pertandingan yang buruk dan hanya karena pertemuan itu dimainkan jauh Dari Anoeta. Saya tidak suka alasan,” tegasnya.

`` Kami menghadapi lawan yang sangat sulit tetapi jika kami memainkan permainan kami, tetap ada peluang menang. Saya harap ini akan menjadi pertandingan yang indah. Kedua tim bisa memainkan sepakbola yang bagus dan saya harap kami lebih efektif dari mereka. Kami sangat menghormati Manchester United, untuk sejarah klub, tim mereka, dan pelatih mereka,” pungkasnya. (artsport/espn.com)

Share:

Awal Baru Bale Atau Akhir Cerita Superstar

Jermaine Jenas, mantan pemain Tottenham Hotspur pada periode 2005 hingga 2013, Minggu (14/2) memberikan komentarnya kepada BBC Sport terkait kiprah Gareth Bale musim ini bersama The Lilywhites.  Melihat sejumlah penampilan Bale musim ini kata Jenas, dengan berbagai situasi sebagai pemain pengganti memberi gambaran pemain yang pernah mengecap nama sebagai pemain termahal di dunia ini belum habis. 


Saat melawan Machester City akhir pekan lalu, Bale sempat memperlihatkan kemampuannya dalam menggiring bola melewati 3 pemain lawan yang diakhiri dengan sebuah tembakan yang memaksa Ederson melakukan penyelamatan ekstra.

Padahal saat itu, ia hanya menjadi cameo selama 18 menit. Tak hanya itu, Jenas juga mengaku memperhatikan saat Bale kembali ke lini tengah hingga turun ke wilayah pertahanan untuk menyemangati rekan-rekannya agar tetap naik menyerang. Walau hanya sekilas, jelas terlihat Bale tertarik untuk bertahan dan peduli dengan tim ini.

“ Setidaknya itulah yang saya harapkan dari Bale ketika dia kembali ke Spurs dengan status pinjaman dari Real Madrid pada bulan September, tetapi selama dia berada di sana, momen-momen seperti itu terlalu sedikit dan jarang terjadi,” ungkapnya.

“ Seperti yang kita lihat di Etihad Stadium, dia masih memiliki bakat yang luar biasa. Anda hanya perlu mendukung, mendorong dan membuatnya bermain sepak bola seperti yang dilakukannya untuk Wales. Saya berharap itu bisa terjadi di Spurs, tetapi mungkin hanya Bale yang tahu apakah itu akan terjadi,” tandas Jenas.

 “ Apa yang harus dia tunjukkan sekarang adalah lebih dari rasa lapar akan prestasi. Tanpanya, karier luar biasa Bale terancam berakhir dengan sedikit rengekan.  Dan talenta hebatnya pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita lihat sekarang ini,” tekan pemain yang juga pernah memperkuat Queens Park Rangers itu.

Bermasalah dengan Morinho?

Meski tanpa mengetahui detail lengkapnya, terlihat jelas ada masalah antara Bale dan manajernya Jose Mourinho setelah melihat apa yang terjadi pekan lalu.

Hal ini juga terlihat jelas pada sang manajer yang berbicara tentang postingan  media pemain binaannya, dan menjelaskan bahwa itu tidak benar (dalam hal ini Mourinho menanggapi ketika Bale mengatakan di Instagram bahwa dia menjalani sesi latihan yang baik sebelum absen dalam kekalahan tengah pekan Tottenham di Piala FA oleh Everton). 

Bale yang mungkin diharapkan oleh Mourinho dan pendukung Spurs ketika dia menandatangani kontrak pada bulan September belum mampu menjawab sesuai ekspektasi.  Dari sudut pandang pemain, dia mungkin tidak setuju dengan taktik Mourinho atau cara pelatih asal Portugal itu mengaturnya.

Jadi, apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang terlihat dari Bale pada hari Sabtu merupakan tanda bahwa dia dan Jose dapat menyelesaikan perbedaan mereka, dan Bale dapat memulai lebih banyak pertandingan. Atau, apakah semuanya akan berantakan lagi, dan kita akhirnya melihat Bale lebih sedikit tampil daripada sebelumnya?

“ Kami akan mencari tahu dalam beberapa minggu ke depan,” ucapnya. 

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah Sebuah Hinaan 

 

“ Saya telah melihat banyak hal ketika Bale menjadi  pemain pengganti ketiga dan terakhir Mourinho, ketika Spurs sudah tertinggal 3-0, tetapi Anda hanya dapat berspekulasi tentang proses pemikiran manajer Tottenham saat itu,” kata Jenas lagi.

 Jika hubungan mereka benar-benar putus, maka mungkin Mourinho tahu timnya sangat lelah dan mereka memiliki jadwal sibuk, jadi Bale dan Dele Alli yang juga tidak disukai hanya tampil karena menurutnya permainan telah berakhir. Sehingga Mourinho menempatkan dua pemain yang mungkin tidak akan banyak memberikan dampak pada hasil pertandingan. 

 “ Saya tidak percaya itu. Secara pribadi, saya pikir dia membuat perubahan berdasarkan apa yang terjadi dalam permainan dan itu tidak ada hubungannya dengan posisi Bale dalam urutan kekuasaan.

 Misalnya, ketika dia memasukkan Moussa Sissoko pada babak pertama, skornya 1-0 dan Mourinho mungkin berpikir hanya perlu bertahan dalam permainan ini.

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah penghinaan bagi Bale. Terkecuali jika Morinho  membiarkan dia tetap di bangku cadangan atau keluar dari skuad sepenuhnya,” sambung Jenas.


 Waktunya bermain mengatasi rasa sakit?

 “ Seperti yang saya katakan pada Friday Football Social on 5 Live minggu lalu, jika orang berharap untuk melihat Gareth Bale yang sama saat saya berada di Spurs bersamanya, mereka bodoh.

Menit bermain bukan masalahnya, karena betapa sedikitnya menit dia tampil untuk Real dalam beberapa musim terakhirnya, tetapi pada saat yang sama hampir tidak membantu karena dia sudah lama tidak bermain secara teratur. Dia sekarang berusia 31 tahun, dia mengalami cedera dan dia adalah pemain yang berbeda dengan orang yang mencabik-cabik tim di zaman saya.

 Pada dasarnya saya ingin dia mengatakan, 'Spurs menempatkan saya di panggung dunia. Sekarang saya akan membawa semua pengalaman itu kembali ke klub yang saya cintai ini, dan menunjukkan kepada Anda bagaimana hal itu dilakukan '.

Itu masih bisa terjadi, karena Spurs masih memiliki banyak kesempatan musim ini, dalam perebutan empat besar serta final Piala Carabao dan berusaha memenangkan Liga Europa.

Jika dia menunjukkan semangat juang tinggi sebagaimana saat bermain melawan City, meskipun saat itu tahu sudah kalah, Bale masih bisa membuat kehadirannya diperhitungkan.

Serangkaian permainan bisa membuat perbedaan

Penggemar Spurs pasti telah menonton Bale pada hari Sabtu dan berpikir 'tim harus lebih sering menggunakannya' tetapi kembali pada keadaan sang pemain.

“ Saya tahu ketika saya bermain dengannya di Spurs di bawah Harry Redknapp, dia adalah salah satu pemain yang rentan cedera. Namun Harry biasa mengabaikannya dan berkata bermainlah hingga  mencapai batasmu. Saya rasa Jose perlu melakukan hal serupa sekarang.

 Mudah-mudahan apa yang kami lihat di Etihad bisa menjadi awal dari kebangkitannya di Spurs, karena saya pikir dia masih memiliki kemampuan untuk tim ini,” pungkasnya. (artsport/ bbc.com) 


Share:

Lanjutan Kompetisi Eropa, 3 Tim Italia Kehilangan Pilar Penting

Juventus, Ac.Milan dan Napoli yang akan melakoni laga lanjutan di kompetisi Eropa pekan ini, harus kehilangan pilar-pilar andalan. Masing-masing Juan Cuadrado (Juventus), Davide Calabria (AC Milan) serta Hirving Lozano dan David Ospina (Napoli).

 


Kehilangan pemain-pemain ini tentu bakal mempengaruhi performa tim, saat kompetisi tengah memasuki fase-fase krusial.

Pemain sayap Juventus Juan Cuadrado akan absen dalam tiga pertandingan berikutnya karena cedera hamstring dan diperkirakan baru bisa memperkuat si Nyoya Tua (julukan Juventus-red) saat laga melawan Spezia Maret mendatang.

Pemain Kolombia serba bisa itu menderita cedera hamstring tingkat rendah,  dan  hasil pemeriksaan di J | Medical memutuskan ia harus  absen untuk pertandingan melawan FC Porto, Crotone dan Hellas Verona.

Cederanya akan dinilai kembali dalam 10 hari, dan ditarhetkan kembali dalam tim paling lambat  saat big match kontra Lazio  

Juventus akan menghadapi Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Rabu pekan ini dan harus tampil tanpa service pemain berusia 32 tahun yang telah menyumbanglima assist dalam lima pertandingan penyisihan grup kompetisi musim ini.

Dari kubu AC Milan, Full-back Davide Calabria juga dikabarkan bakal absen melawan Red Star Belgrade, dan akan kembali memperkuat tim saat derby Milan melawan Inter.

Dalam laga lawan Spezia pekan lalu, Calabria absen karena skorsing,  dan kini tengah bermasalah dengan kebugaran fisik.

Tapi Tuttosport mengklaim itu bukan masalah serius, meski besar kemungkinan  Calabria absen melawan Red Star di Serbia.

Surat kabar tersebut mengklaim bek sayap Rossoneri akan kembali ke skuad pada Minggu sore untuk Derby della Madonnina.

Calabria telah memainkan 21 pertandingan di Serie A musim ini, tetapi pemain berusia 24 tahun itu hanya tampil satu kali di fase grup Liga Europa.

Sama seperti dua rivalnya, Napoli turut mengonfirmasi cedera hamstring Hirving Lozano dan  masalah adduktor David Ospina.

Ospina cedera saat pemanasan menjelang pertandingan lawan Juventus pekan lalu.  Dia akan absen melawan Granada di Liga Europa dan bakal melewatkan pertandingan melawan Atalanta pada hari Sabtu.

Khusus Lozano, diperkirakan absen selama sebulan bakal kehilangan penampilan di kedua leg babak 32 besar Liga Europa. Dia juga bakal menepi dari pertandinan melawan Atalanta, Benevento, Sassuolo dan Bologna di Serie A.

Sebelumnya, Napoli sudah kehilangan Kalidou Koulibaly, Faouzi Ghoulam, Diego Demme, Elseid Hysaj, Dries Mertens dan Kostas Manolas. (artsport/ ww.football-italia.net)

Share:

‘False Nine’ Guardiola, Siap Bongkar Pertahanan Spurs

Pekan ke-24 Liga Premier Inggris akan menyajikan sejumlah partai menarik, diantaranya laga big match antara Tottenham Hostpur kontra Manchester City. Hasil dua pertemuan terakhir memihak armada Jose Mourinho lewat metode serangan balik. Besar kemungkinan, strategi serupa akan diterapkan Mourinho saat tandang ke Stadion Etihad pada Minggu dini hari (14/2/21). Akankah Tottenham mencetak hattrick kemenangan atas City? Atau justru sang pemuncak klasemen yang melanjutkan rekor kemenangan beruntun pada 15 laga di semua kompetisi? Berikut ulasan Adrian Clarke, mantan punggawa Arsenal yang saat ini menjadi analis pertandingan dan jurnalis olahraga. Taktik Jitu Mourinho Taktik yang diterapkan Mourinho pada sejumlah laga besar sangat mengandalkan peran para pemain depan untuk bermain efisien dan memanfaatkan semua peluang. Catatan dua kemenangan yang diraih Tottenham atas City diraih lewat pola bertahan, memanfaatkan setiap kesalahan lawan. Umpan-umpan lambung yang terarah kepada Son Heung-min benar-benar membombardir pertahanan City. Umpan-umpan terobosan yang diperagakan The Lilywhites (julukan Tottenham-red) juga kerap merepotkan pertahanan City, terbukiti dengan lahirnya gol-gol dari skema dimaksud pada dua laga sebelumnya. Dalam pertemuan tahun lalu, gol kemenangan Tottenham dihasilkan dari upaya Steven Bergwijn yang melepaskan tendangan voli luar biasa dari bola mati yang tidak bisa diantsipasi Nicolas Otamendi, lantas di manfaatkan Son mengoyak jala gawang The Citizens. “ Spurs jelas sangat memanfaatkan setiap celah dan kesalahan individual para pemain City,” ujar Clarke. Rekor dua pertemuan terakhir
SUDAH TERUJI Catatan dua pertandingan sebelumnya menegaskan strategi Mourinho yang tidak akan menerapkan pola penguasaan bola saat menghadapi City. Spurs hanya menerapkan sepertiga penguasaan bola dalam dua pertemuan terakhir, namun efektif merepotkan city dengan operan-operan panjang. Strategi serupa pernah juga diterapkan Leicester City kala menggilas tim asuhan Pep Guardiola 5-2. Saat itu, Leicester hanya melakukan 28,3 persen penguasaan bola, namun 21 persen passing yang diterapkan berbuah hasil. Berkaca pada laga-laga lain City, terlihat jelas pertahanan yang dikomando Ruben Dias kerap gagal menangani bola panjang. Akan mengejutkan jika Spurs gagal memetik hasil manis dari strategi yang sama. Statistik Pertemuan Spurs vs City
City sendiri sepertinya telah belajar dari kekalahan musim lalu. Sejak akhir November, penguasaan bola terlihat lebih baik dan mampu meminimalisir kesalahan antisipasi umpan-umpan panjang lawan. Peran pemainseperti Joao Cancelo serta semakin kompaknya duo bek tengah Dias dan John Stone menjadi kunci perubahan tersebut. Hasilnya, dalam 14 pertandingan liga terakhir, mereka hanya kebobolan tiga gol. Perubahan sistem Guardiola telah membuat dua perubahan penting pada gaya timnya sejak kekalahan mereka dari Spurs. Pertama, mereka telah bermain tanpa striker yang diakui dalam sejumlah kesempatan konferensi pers pasca pertandingan. Pelatih berkepala plontos ini mengandalkan Phil Foden, Riyad Mahrez, Bernardo Silva, Ferran Torres dan Kevin De Bruyne sebagai 'false nine', Strategi ini rupanya cukup ampuh untuk merusak strategi lawan karena sulit untuk ditebak. Para pemain city dalam prakteknya selalu melakukan rotasi yang tidak biasa untuk menarik keluar lawan dari posisinya, sekaligus membongkar strategi bertahan . City sejak kalah dari Spurs pada November
Pada sejumlah pertandingan, terkesan kurang fokus pada retensi bola. Selama kemenangan impresif di Chelsea dan Liverpool, para pemain City menguasai bola sebesar 45,4 persen dan 44,1 persen. Dengan strategi menarik lawan ke arah mereka, mampu membuka celah pertahanan musuh yang dilanjutkan dengan serangan cepat. Apakah strategi memanfaatkan ‘False Nine’ akan membantu City saat mkenghadapi Spurs yang dipredikisi tampil dengan taktik yang sama saat mengalahkan mereka sebelumnya?. (artsport/premierleague.com)
Share:

Zoff: ‘ Milan Bisa Scudeto’

 

Skuad Ac.Milan. (photo: zimbio.com)

Salah satu legenda Juventus Dino Zoff menyebut AC Milan bherpeluang besar merengkuh Scudeto Serie A musim ini. 

Klaim ini didasarkan pada performa Milan yang semakin solid dan seimbang di semua lini.

 “ Mereka tidak hanya sebatas mengandalkan Donnaruma dan Zlatan Ibrahimovic saja. Pioli (pelatuh Milan-red) sukses membangun tim yang penuh semangat. Mereka bisa melangkah jauh,” ujar Dino Zoff  sebagaimana dilkansir dari football-italia.net.

 Demikian juga ketika diwawancarai La Gazzeta dello Sport, apakah Milan bisa memenangkan Liga musim ini, Zoff tegas menjawab tentu saja bisa.

 Pernyataan Zoff cukup beralasan karena menjelang pekan ke-22, Rossoneri (julukan Milan-red) masih kokoh di puncak klasemen dengan 49 point, unggul dua angka dari Intermilan serta unggul 7 point dari juara bertahan Juventus. (artsport/ football-italia.net)

Share:

Delivery Man, Kunci Sukses Atalanta

Dalam beberapa tahun terakhir, Atalanta Bergamasco Calcio atau yang akrab disebut Atalanta menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang patut diperhitungkan.

Tidak hanya di Italia, squad besutan Gian Piero Gasperini juga turut menjadi kuda hitam yang mampu menumbangkan para raksasa sepak bola Eropa di ajang Liga Champion.

 Terbaru, tim yang juga popular disebut Gli Orobici ini sukses melumat juara bertahan Coppa Italia Napoli pada babak II semi final dengan skor besar, 3-1.  

 Kerja keras, disiplin permainan, taktik brilian dan kemampuan individual sejumlah pemain muda dalam tim ini menjadi deretan kunci sukses hingga saat ini masih bercokol di posisi 7 besar Serie A Italia, lolos ke Final Coppa Italia hingga kembali  memastikan satu tempat di babak perempat final Liga Champions.


Salah satu pemain yang menjadi kunci sukses Atalanta adalah  
Robin Gosens si Delivery Man yang sangat piawai dalam memberikan layanan umpan dan memudahkan barisan penyerang Atalanta dalam menyarangkan si kulit bundar.

 

Berdasarkan statistic team yang dilansir whoscored.com, Gosens berada di posisi rating tertinggi pemain Atalanta dengan nilai 7,43 unggul dari Josip Ilicic dan Papu Gomez yang berada di posisi ke-2 dan 3.

 Kepiawaian pemain ini dalam memerankan pola delivery bola melalui layanan umpan-umpan jitu ke kotak pertahanan lawan membuatnya mengemas 4 assist dan 6 gol.

 Gosens mengawali karier sepak bola di tanah kelahiran, Jerman. Memperkuat klub lokal, Fortuna Elten, dari 2000 hingga 2007. Setelah itu, Gosens menyeberang ke FC Bocholt.

Kemampuan yang terus berkembang membuat karier Robin Gosens menanjak. Meski hanya selangkah demi selangkah, namun kemajuan jelas terlihat. Ia menjadi bagian Vitesse Arnhem U-21 pada 2013.

 Karir Gosens mulai terlihat dunia saat memperkuat Heracles Almelo dengan kemasan  70 pertandingan, 5 gol plus tujuh assist.

 Rekam jejak tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi Atalanta, tim kecil di Italia yang gemar mencari pemain berbakat dengan harga murah. Kemudian, mereka tidak ragu menjual pemain tersebut di masa depan jika harga yang dilayangkan sesuai.

Gosens resmi mendarat ke Atalanta pada tahun 2017 dengan mahar 900 ribu pounds

Keputusan Robin Gosens menuju Atalanta sangat tepat, sebab di tim ini  Ia mendapatkan kesempatan tampil reguler di tim utama. Pada musim debut.

 Tak ayal, Gosens unjuk gigi dalam 26 pertandingan dengan torehan dua gol plus dua assist.

Sepak bola Italia dan taktik Gasperini membuat performa Robin Gosens melejit. Ia tampil sebagai bek sayap dalam taktik 3-4-1-2 ala Gasperini.

Musim berikutnya, Robin Gosens semakin bersinar. Jam terbangnya bertambah menjadi 36 pertandingan dalam semusim. Ia juga mengemas tiga gol plus dua assist.

Robin Gosens mulai memetik kerja keras yang selama ini dibangun pada musim 2019-2020. Gosens mengorehkan 10 gol dan delapan assist dalam 43 pertandingan. Ia juga berpeluang dipanggil tim nasional Jerman.

Tidak heran, Gosens mulai dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa. Inter Milan, Juventus, Chelsea, dan Barcelona dikabarkan saling sikut mendapatkan servis Gosens.

Robin Gosens punya kriteria khusus bagi destinasi selanjutnya. Ia tidak ingin menjadikan uang sebagai tolok ukur.

"Uang memang penting. Namun, itu tidak pernah memengaruhi keputusan yang saya ambil," terang Gosens seperti dilaporkan The Athletic.

 "Menjadi bagian dalam proyek lebih penting daripada aspek finansial. Anda hanya dapat berkembang secara pribadi dan permainan jika ada seseorang yang percaya," sambungnya.

Lebih lanjut, Gosens semringah dengan kabar yang mengaitkannya kepada klub-klub elite Eropa. Menurutnya, itu menjadi indikasi permainannya menuju arah positif.

 "Apa yang saya lihat di masa depan? Sangat sulit menjawab pertanyaan ini. Pandemi virus corona menyebabkan ketidakpastian pada semua klub," ujar Gosens seperti dilaporkan SempreInter.

Berdasarkan kabar yang berkembang di Italia, Atalanta menyadari mempertahankan Robin Gosens akan sulit. Atalanta tidak keberatan Gosens angkat kaki jika tawaran yang datang tak kurang dari 30 juta euro.

"Saya tidak khawatir. Tentu saya mendengar rumor yang mengaitkan dengan klub besar Eropa. Itu adalah hal yang gila. Saya masih tidak percaya memiliki kemampuan untuk bermain di klub-klub tersebut."

Sejatinya, Robin Gosens punya keinginan hengkang ke Schalke. Sang pemain menyukai proyek yang dibangun Schalke saat ini. Namun, ia melihat peluang tersebut tipis.

 "Namun, untuk saat ini sepertinya transfer sulit terealisasi mengingat situasi keuangan mereka dan saya tidak tahu apakah itu masuk akal."

 "Saya bahagia di Atalanta. Namun, saya tidak pernah menyembunyikan fakta ingin pergi dan bermain di Jerman. Saya tidak tahu kapan itu akan terjadi," ungkap sang pemain.

 Kini, Robin Gosens berada pada usia emas pesepak bola (26 tahun). Ia siap memberikan layanan kirim umpan dan cetak gol di klub dengan prestise lebih tinggi. (ARTSPORT/bolaskor.com)


Share:

Tersingkir dari Coppa Italia, Nasib Gattuso Tergantung Laga Lawan Juventus

 

Napoli harus mengubur mimpi mereka berlaga di partai puncak Coppa Italia setelah dikandaskan sesama  kuda hitam di kancah Serie A, Atalanta.

 Anak asuh Gennaro Gattuso harus mengakui ketangguhan  La Dea (Julukan Atalanta-red) yang mampu tampil hebat di depan pendukungnya sendiri.

 3 Gol yang bersarang ke gawang sang juara bertahan ini masing-masing dilesakkan Matteo Pessina (2 gol-red)  dan satu gol Duvan Zapata.

 Laga big Match melawan Juventus pada akhir pekan ini dirumorkan bakal menjadi laga penentuan Nasib sang allenatore Partenopei. Benarkah?  

 Dilansir dari football-italia.net Senin (10/2), Gattuso  mengaku tidak tahu apakah pertandingan kontra Si Nyoya Tua (julukan Juventus-red) akan menjadi partai penentu nasibnya.

“ Saya tidak tahu, Anda harus bertanya kepada klub,” katanya. “Kapten kapal adalah saya, ketika keadaan memburuk, itu akan merugikan kapten.

"Saya tidak bisa menganggap ini (paretai lawan Juventus-red)  sebagai upaya terakhir, saya harus bekerja dan saya harus bisa percaya,” tandas mantan pemain sekaligus pelatih AC Milan itu.

Ditegaskan, sebagai pelatih dia harus focus untuk memperbaiki penampilan anak asuhnya pada setiap laga yang akan dihadapi, serta memiliki kewajiban untuk terus mencoba sampai akhir.

Kemenangan Untuk Fans Atalanta

 

Sementara itu, Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mendedikasikan kemenangan 3-1 atas Napoli untuk para fans.  Meski terucap penyesalan karena situasi ini tidak bisa dijalani bersama para supporter, karena peraturan ketat terkait masa pandemi.

 Satu gol dari Duvan Zapata dan dua gol dari Matteo Pessina memastikan tempat di Final Coppa Italia melawan Juventus pada bulan Mei, dan Gasperini dengan cepat mempersembahkan kemenangan kepada para pendukung.

" Penyesalannya adalah tidak menjalani saat-saat ini bersama para fans'.  “Ini kepuasan yang luar biasa, dan  kami mempersembahkannya untuk supporter,” ” kata Gasperini pada konferensi pasca pertandingan.

 Selanjutnya Gasperini menyentil partai final menghadapi Juventus sebagai partai sulit, meski sejarah mencatat Atalanta pernah meraih sukses saat menghadapi tim yang berbasis di Kota Turin.

 

Laga berat lain yang turut disebutkannya yakni laga perempat final Piala Champion menghadapi Real Madrid.

 Dia percaya, seluruh laga berat dan jadwal padat yang akan dijalani Duvan Zapata Cs akan bisa dilalui berkat komitmen kuat seluruh komponenb tim, terutama para pemain.  

 “Kami tidak pernah kehilangan kepercayaan diri, kami mencapai hasil dengan kontinuitas yang luar biasa,” lanjutnya.

 “Minggu di Cagliari akan menjadi pertandingan ke-13 dalam 40 hari, itu normal untuk mengalami pasang surut.

 “Kami telah dua kali melawan Cagliari, Lazio, Napoli, tapi kami tidak pernah menyerah, bahkan di Championship.

 “Mengharapkan lebih banyak dari Atalanta tampaknya sulit bagi saya, meski terlalu banyak pembicaraan tentang kami. Kami akan  coba bermain sebaik mungkin. " pungkasnya.  (ARTSPORT/football-italia.net/)


Share:

Definition List

Unordered List

Support