Home »
LIGA INGGRIS
,
SEPAK BOLA
,
TOP EROPA
» ‘False Nine’ Guardiola, Siap Bongkar Pertahanan Spurs
‘False Nine’ Guardiola, Siap Bongkar Pertahanan Spurs
Pekan ke-24 Liga Premier Inggris akan menyajikan sejumlah partai menarik, diantaranya laga big match antara Tottenham Hostpur kontra Manchester City. Hasil dua pertemuan terakhir memihak armada Jose Mourinho lewat metode serangan balik.
Besar kemungkinan, strategi serupa akan diterapkan Mourinho saat tandang ke Stadion Etihad pada Minggu dini hari (14/2/21).
Akankah Tottenham mencetak hattrick kemenangan atas City? Atau justru sang pemuncak klasemen yang melanjutkan rekor kemenangan beruntun pada 15 laga di semua kompetisi?
Berikut ulasan Adrian Clarke, mantan punggawa Arsenal yang saat ini menjadi analis pertandingan dan jurnalis olahraga.
Taktik Jitu Mourinho
Taktik yang diterapkan Mourinho pada sejumlah laga besar sangat mengandalkan peran para pemain depan untuk bermain efisien dan memanfaatkan semua peluang.
Catatan dua kemenangan yang diraih Tottenham atas City diraih lewat pola bertahan, memanfaatkan setiap kesalahan lawan.
Umpan-umpan lambung yang terarah kepada Son Heung-min benar-benar membombardir pertahanan City.
Umpan-umpan terobosan yang diperagakan The Lilywhites (julukan Tottenham-red) juga kerap merepotkan pertahanan City, terbukiti dengan lahirnya gol-gol dari skema dimaksud pada dua laga sebelumnya.
Dalam pertemuan tahun lalu, gol kemenangan Tottenham dihasilkan dari upaya Steven Bergwijn yang melepaskan tendangan voli luar biasa dari bola mati yang tidak bisa diantsipasi Nicolas Otamendi, lantas di manfaatkan Son mengoyak jala gawang The Citizens.
“ Spurs jelas sangat memanfaatkan setiap celah dan kesalahan individual para pemain City,” ujar Clarke.
Rekor dua pertemuan terakhir
SUDAH TERUJI
Catatan dua pertandingan sebelumnya menegaskan strategi Mourinho yang tidak akan menerapkan pola penguasaan bola saat menghadapi City.
Spurs hanya menerapkan sepertiga penguasaan bola dalam dua pertemuan terakhir, namun efektif merepotkan city dengan operan-operan panjang.
Strategi serupa pernah juga diterapkan Leicester City kala menggilas tim asuhan Pep Guardiola 5-2.
Saat itu, Leicester hanya melakukan 28,3 persen penguasaan bola, namun 21 persen passing yang diterapkan berbuah hasil.
Berkaca pada laga-laga lain City, terlihat jelas pertahanan yang dikomando Ruben Dias kerap gagal menangani bola panjang.
Akan mengejutkan jika Spurs gagal memetik hasil manis dari strategi yang sama.
Statistik Pertemuan Spurs vs City
City sendiri sepertinya telah belajar dari kekalahan musim lalu. Sejak akhir November, penguasaan bola terlihat lebih baik dan mampu meminimalisir kesalahan antisipasi umpan-umpan panjang lawan.
Peran pemainseperti Joao Cancelo serta semakin kompaknya duo bek tengah Dias dan John Stone menjadi kunci perubahan tersebut.
Hasilnya, dalam 14 pertandingan liga terakhir, mereka hanya kebobolan tiga gol.
Perubahan sistem
Guardiola telah membuat dua perubahan penting pada gaya timnya sejak kekalahan mereka dari Spurs.
Pertama, mereka telah bermain tanpa striker yang diakui dalam sejumlah kesempatan konferensi pers pasca pertandingan.
Pelatih berkepala plontos ini mengandalkan Phil Foden, Riyad Mahrez, Bernardo Silva, Ferran Torres dan Kevin De Bruyne sebagai 'false nine',
Strategi ini rupanya cukup ampuh untuk merusak strategi lawan karena sulit untuk ditebak.
Para pemain city dalam prakteknya selalu melakukan rotasi yang tidak biasa untuk menarik keluar lawan dari posisinya, sekaligus membongkar strategi bertahan .
City sejak kalah dari Spurs pada November
Pada sejumlah pertandingan, terkesan kurang fokus pada retensi bola.
Selama kemenangan impresif di Chelsea dan Liverpool, para pemain City menguasai bola sebesar 45,4 persen dan 44,1 persen.
Dengan strategi menarik lawan ke arah mereka, mampu membuka celah pertahanan musuh yang dilanjutkan dengan serangan cepat.
Apakah strategi memanfaatkan ‘False Nine’ akan membantu City saat mkenghadapi Spurs yang dipredikisi tampil dengan taktik yang sama saat mengalahkan mereka sebelumnya?. (artsport/premierleague.com)










0 Comments:
Posting Komentar