Tampilkan postingan dengan label LIGA ITALIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIGA ITALIA. Tampilkan semua postingan

Conte : Jalan Inter Menuju Scudeto Telah 95 Persen

Manajer Inter Milan Antonio Conte yakin timnya 95 persen sedang dalam perjalanan untuk memenangkan gelar Serie A pertama mereka sejak 2010 menyusul kemenangan atas Hellas Verona pada akhir pekan lalu.

Matteo Darmian menjadi pahlawan Inter saat memastikan 3 point saat menaklukkan Hellas Verona 1-0 di San Siro.  Hasil ini sekaligus membuat Nerazzurri unggul 13 poin dari AC Milan dan Juventus di puncak klasemen.

Inter mengumpulkan 79 poin dari 33 pertandingan, mengguli dua rival terberatnya Milan dan Juve yang baru mengemas nilai 66.

“Saya melihat 95 persen Scudetto ditaklukkan,” kata Conte kepada Sky Italia.

Meski demikian, mantan pemain dan pelatih Juventus ini tetap menekankan pentingnya untuk terus menjaga trend kemenangan pada sisa laga mereka.  

Inter sangat berpeluang untuk mengakhiri dominasi Juventus yang selama 9 tahun terakhir.

Klub Milan itu bermain imbang secara berturut-turut melawan Napoli dan Spezia sebelum kemenangan di Verona itu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di liga menjadi 17 pertandingan.

“Pada titik ini bola mulai lebih berat, karena bagi banyak pemain ini adalah pertama kalinya mereka setinggi ini,” kata Conte.

“Setelah dua penampilan hebat melawan Napoli dan Spezia, kami menang dan menciptakan situasi yang berbeda. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam situasi di mana Anda berada di depan penjaga gawang, bola menjadi lebih berat.

“Menang tahun ini berarti menjadi pemenang, dan itu sangat penting. Jangan lupa bahwa yang lain kehilangan poin, sedangkan kita tidak,” tutupnya (sportakulare.blogspot.com/supersport.com)


Share:

Masa Depan Ronaldo di Juventus Diragukan

Performa Cristiano Ronaldo dalam beberapa laga terakhir Juventus disebut memprihatinkan. Kemarahan yang terus ditunjukan penyerang Portugal setelah pertandingan, posisi La Vecchia Signora di Serie A dan performa buruk pemain di depan gawang lawan menjadi sorotan banyak pihak, utamanya kalangan media di ‘Negeri Pizza’.


Pemilik nomor punggung tujuh Juventus ini memang absen mencetak gol dalam 3 pertandingan terakhir, termasuk dalam laga Lawan Fiorentina akhir pekan lalu yang berakhir imbang 1-1.

Suasana yang terlihat dari Ronaldo akhir-akhir ini hanya berkutat pada perasaan buruk dan kekesalan karena kegagalan mencetak gol. Belum lagi cedera yang sempat membuatnya absen selama enam pertandingan.

“Tim ini terputus-putus, tanpa gaya, tanpa jiwa, dan Cristiano seperti hantu di lapangan,” tulis media Corriere della Sera.

 Media ini juga menambahkan mantan penyerang Real Madrid itu terlihat “hampir tidak tertarik pada permainan”.

 Tetapi perhatian terhadap Cristiano melampaui satu publikasi, dan La Gazzetta dello Sport bertanya: “Cristiano, apakah Anda di sana?”

Pada menit ke-84 dari hasil imbang 1-1 mereka di Fiorentina, Cristiano tidak dapat memanfaatkan umpan tengah indah dari Dejan Kulusevski yang seharusnya bisa memastikan kemenangan.

Sekali lagi, Cristiano Ronaldo tidak tampil untuk Juventus dan dia meninggalkan Florence bahkan tanpa tembakan tepat sasaran.

Poin yang mereka peroleh membuat Juventus berada di urutan keempat di Serie A, dengan Atalanta berhasil mengalahkan Bologna dan AC Milan mengunjungi Lazio pada Senin malam. Napoli tiga poin di belakang Juventus dan bermain pada hari Senin juga.

Seperti yang ditulis Tuttosport, masa depan Cristiano Ronaldo bisa diragukan jika Juventus absen di Liga Champions.

“Jika mereka tidak lolos ke Liga Champions, Juventus tidak akan dapat menutupi gajinya dan dia mungkin akan mencari tantangan lain di Manchester [dengan Manchester United] atau di Paris [dengan Paris Saint-Germain].”

Sementara Pelatih Andrea Pirlo tetap membela pemain andalannya ini, sembari mengakui kekecewaan pada hasil pekerjaannya sendiri di klub musim ini.

“Saya tidak berpikir Ronaldo melakukannya dengan buruk,” kata Pirlo. “Dia memiliki beberapa peluang dan, secara umum, permainannya tidak buruk. Itu adalah tim yang seharusnya lebih banyak menyerang di luar angkasa dan kami melihat beberapa di antaranya di babak kedua,”. (sportakulare.blogspot.com/ forzaitalianfootball.com)

Share:

Lanjutan Kompetisi Eropa, 3 Tim Italia Kehilangan Pilar Penting

Juventus, Ac.Milan dan Napoli yang akan melakoni laga lanjutan di kompetisi Eropa pekan ini, harus kehilangan pilar-pilar andalan. Masing-masing Juan Cuadrado (Juventus), Davide Calabria (AC Milan) serta Hirving Lozano dan David Ospina (Napoli).

 


Kehilangan pemain-pemain ini tentu bakal mempengaruhi performa tim, saat kompetisi tengah memasuki fase-fase krusial.

Pemain sayap Juventus Juan Cuadrado akan absen dalam tiga pertandingan berikutnya karena cedera hamstring dan diperkirakan baru bisa memperkuat si Nyoya Tua (julukan Juventus-red) saat laga melawan Spezia Maret mendatang.

Pemain Kolombia serba bisa itu menderita cedera hamstring tingkat rendah,  dan  hasil pemeriksaan di J | Medical memutuskan ia harus  absen untuk pertandingan melawan FC Porto, Crotone dan Hellas Verona.

Cederanya akan dinilai kembali dalam 10 hari, dan ditarhetkan kembali dalam tim paling lambat  saat big match kontra Lazio  

Juventus akan menghadapi Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Rabu pekan ini dan harus tampil tanpa service pemain berusia 32 tahun yang telah menyumbanglima assist dalam lima pertandingan penyisihan grup kompetisi musim ini.

Dari kubu AC Milan, Full-back Davide Calabria juga dikabarkan bakal absen melawan Red Star Belgrade, dan akan kembali memperkuat tim saat derby Milan melawan Inter.

Dalam laga lawan Spezia pekan lalu, Calabria absen karena skorsing,  dan kini tengah bermasalah dengan kebugaran fisik.

Tapi Tuttosport mengklaim itu bukan masalah serius, meski besar kemungkinan  Calabria absen melawan Red Star di Serbia.

Surat kabar tersebut mengklaim bek sayap Rossoneri akan kembali ke skuad pada Minggu sore untuk Derby della Madonnina.

Calabria telah memainkan 21 pertandingan di Serie A musim ini, tetapi pemain berusia 24 tahun itu hanya tampil satu kali di fase grup Liga Europa.

Sama seperti dua rivalnya, Napoli turut mengonfirmasi cedera hamstring Hirving Lozano dan  masalah adduktor David Ospina.

Ospina cedera saat pemanasan menjelang pertandingan lawan Juventus pekan lalu.  Dia akan absen melawan Granada di Liga Europa dan bakal melewatkan pertandingan melawan Atalanta pada hari Sabtu.

Khusus Lozano, diperkirakan absen selama sebulan bakal kehilangan penampilan di kedua leg babak 32 besar Liga Europa. Dia juga bakal menepi dari pertandinan melawan Atalanta, Benevento, Sassuolo dan Bologna di Serie A.

Sebelumnya, Napoli sudah kehilangan Kalidou Koulibaly, Faouzi Ghoulam, Diego Demme, Elseid Hysaj, Dries Mertens dan Kostas Manolas. (artsport/ ww.football-italia.net)

Share:

Zoff: ‘ Milan Bisa Scudeto’

 

Skuad Ac.Milan. (photo: zimbio.com)

Salah satu legenda Juventus Dino Zoff menyebut AC Milan bherpeluang besar merengkuh Scudeto Serie A musim ini. 

Klaim ini didasarkan pada performa Milan yang semakin solid dan seimbang di semua lini.

 “ Mereka tidak hanya sebatas mengandalkan Donnaruma dan Zlatan Ibrahimovic saja. Pioli (pelatuh Milan-red) sukses membangun tim yang penuh semangat. Mereka bisa melangkah jauh,” ujar Dino Zoff  sebagaimana dilkansir dari football-italia.net.

 Demikian juga ketika diwawancarai La Gazzeta dello Sport, apakah Milan bisa memenangkan Liga musim ini, Zoff tegas menjawab tentu saja bisa.

 Pernyataan Zoff cukup beralasan karena menjelang pekan ke-22, Rossoneri (julukan Milan-red) masih kokoh di puncak klasemen dengan 49 point, unggul dua angka dari Intermilan serta unggul 7 point dari juara bertahan Juventus. (artsport/ football-italia.net)

Share:

Delivery Man, Kunci Sukses Atalanta

Dalam beberapa tahun terakhir, Atalanta Bergamasco Calcio atau yang akrab disebut Atalanta menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang patut diperhitungkan.

Tidak hanya di Italia, squad besutan Gian Piero Gasperini juga turut menjadi kuda hitam yang mampu menumbangkan para raksasa sepak bola Eropa di ajang Liga Champion.

 Terbaru, tim yang juga popular disebut Gli Orobici ini sukses melumat juara bertahan Coppa Italia Napoli pada babak II semi final dengan skor besar, 3-1.  

 Kerja keras, disiplin permainan, taktik brilian dan kemampuan individual sejumlah pemain muda dalam tim ini menjadi deretan kunci sukses hingga saat ini masih bercokol di posisi 7 besar Serie A Italia, lolos ke Final Coppa Italia hingga kembali  memastikan satu tempat di babak perempat final Liga Champions.


Salah satu pemain yang menjadi kunci sukses Atalanta adalah  
Robin Gosens si Delivery Man yang sangat piawai dalam memberikan layanan umpan dan memudahkan barisan penyerang Atalanta dalam menyarangkan si kulit bundar.

 

Berdasarkan statistic team yang dilansir whoscored.com, Gosens berada di posisi rating tertinggi pemain Atalanta dengan nilai 7,43 unggul dari Josip Ilicic dan Papu Gomez yang berada di posisi ke-2 dan 3.

 Kepiawaian pemain ini dalam memerankan pola delivery bola melalui layanan umpan-umpan jitu ke kotak pertahanan lawan membuatnya mengemas 4 assist dan 6 gol.

 Gosens mengawali karier sepak bola di tanah kelahiran, Jerman. Memperkuat klub lokal, Fortuna Elten, dari 2000 hingga 2007. Setelah itu, Gosens menyeberang ke FC Bocholt.

Kemampuan yang terus berkembang membuat karier Robin Gosens menanjak. Meski hanya selangkah demi selangkah, namun kemajuan jelas terlihat. Ia menjadi bagian Vitesse Arnhem U-21 pada 2013.

 Karir Gosens mulai terlihat dunia saat memperkuat Heracles Almelo dengan kemasan  70 pertandingan, 5 gol plus tujuh assist.

 Rekam jejak tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi Atalanta, tim kecil di Italia yang gemar mencari pemain berbakat dengan harga murah. Kemudian, mereka tidak ragu menjual pemain tersebut di masa depan jika harga yang dilayangkan sesuai.

Gosens resmi mendarat ke Atalanta pada tahun 2017 dengan mahar 900 ribu pounds

Keputusan Robin Gosens menuju Atalanta sangat tepat, sebab di tim ini  Ia mendapatkan kesempatan tampil reguler di tim utama. Pada musim debut.

 Tak ayal, Gosens unjuk gigi dalam 26 pertandingan dengan torehan dua gol plus dua assist.

Sepak bola Italia dan taktik Gasperini membuat performa Robin Gosens melejit. Ia tampil sebagai bek sayap dalam taktik 3-4-1-2 ala Gasperini.

Musim berikutnya, Robin Gosens semakin bersinar. Jam terbangnya bertambah menjadi 36 pertandingan dalam semusim. Ia juga mengemas tiga gol plus dua assist.

Robin Gosens mulai memetik kerja keras yang selama ini dibangun pada musim 2019-2020. Gosens mengorehkan 10 gol dan delapan assist dalam 43 pertandingan. Ia juga berpeluang dipanggil tim nasional Jerman.

Tidak heran, Gosens mulai dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa. Inter Milan, Juventus, Chelsea, dan Barcelona dikabarkan saling sikut mendapatkan servis Gosens.

Robin Gosens punya kriteria khusus bagi destinasi selanjutnya. Ia tidak ingin menjadikan uang sebagai tolok ukur.

"Uang memang penting. Namun, itu tidak pernah memengaruhi keputusan yang saya ambil," terang Gosens seperti dilaporkan The Athletic.

 "Menjadi bagian dalam proyek lebih penting daripada aspek finansial. Anda hanya dapat berkembang secara pribadi dan permainan jika ada seseorang yang percaya," sambungnya.

Lebih lanjut, Gosens semringah dengan kabar yang mengaitkannya kepada klub-klub elite Eropa. Menurutnya, itu menjadi indikasi permainannya menuju arah positif.

 "Apa yang saya lihat di masa depan? Sangat sulit menjawab pertanyaan ini. Pandemi virus corona menyebabkan ketidakpastian pada semua klub," ujar Gosens seperti dilaporkan SempreInter.

Berdasarkan kabar yang berkembang di Italia, Atalanta menyadari mempertahankan Robin Gosens akan sulit. Atalanta tidak keberatan Gosens angkat kaki jika tawaran yang datang tak kurang dari 30 juta euro.

"Saya tidak khawatir. Tentu saya mendengar rumor yang mengaitkan dengan klub besar Eropa. Itu adalah hal yang gila. Saya masih tidak percaya memiliki kemampuan untuk bermain di klub-klub tersebut."

Sejatinya, Robin Gosens punya keinginan hengkang ke Schalke. Sang pemain menyukai proyek yang dibangun Schalke saat ini. Namun, ia melihat peluang tersebut tipis.

 "Namun, untuk saat ini sepertinya transfer sulit terealisasi mengingat situasi keuangan mereka dan saya tidak tahu apakah itu masuk akal."

 "Saya bahagia di Atalanta. Namun, saya tidak pernah menyembunyikan fakta ingin pergi dan bermain di Jerman. Saya tidak tahu kapan itu akan terjadi," ungkap sang pemain.

 Kini, Robin Gosens berada pada usia emas pesepak bola (26 tahun). Ia siap memberikan layanan kirim umpan dan cetak gol di klub dengan prestise lebih tinggi. (ARTSPORT/bolaskor.com)


Share:

Tersingkir dari Coppa Italia, Nasib Gattuso Tergantung Laga Lawan Juventus

 

Napoli harus mengubur mimpi mereka berlaga di partai puncak Coppa Italia setelah dikandaskan sesama  kuda hitam di kancah Serie A, Atalanta.

 Anak asuh Gennaro Gattuso harus mengakui ketangguhan  La Dea (Julukan Atalanta-red) yang mampu tampil hebat di depan pendukungnya sendiri.

 3 Gol yang bersarang ke gawang sang juara bertahan ini masing-masing dilesakkan Matteo Pessina (2 gol-red)  dan satu gol Duvan Zapata.

 Laga big Match melawan Juventus pada akhir pekan ini dirumorkan bakal menjadi laga penentuan Nasib sang allenatore Partenopei. Benarkah?  

 Dilansir dari football-italia.net Senin (10/2), Gattuso  mengaku tidak tahu apakah pertandingan kontra Si Nyoya Tua (julukan Juventus-red) akan menjadi partai penentu nasibnya.

“ Saya tidak tahu, Anda harus bertanya kepada klub,” katanya. “Kapten kapal adalah saya, ketika keadaan memburuk, itu akan merugikan kapten.

"Saya tidak bisa menganggap ini (paretai lawan Juventus-red)  sebagai upaya terakhir, saya harus bekerja dan saya harus bisa percaya,” tandas mantan pemain sekaligus pelatih AC Milan itu.

Ditegaskan, sebagai pelatih dia harus focus untuk memperbaiki penampilan anak asuhnya pada setiap laga yang akan dihadapi, serta memiliki kewajiban untuk terus mencoba sampai akhir.

Kemenangan Untuk Fans Atalanta

 

Sementara itu, Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mendedikasikan kemenangan 3-1 atas Napoli untuk para fans.  Meski terucap penyesalan karena situasi ini tidak bisa dijalani bersama para supporter, karena peraturan ketat terkait masa pandemi.

 Satu gol dari Duvan Zapata dan dua gol dari Matteo Pessina memastikan tempat di Final Coppa Italia melawan Juventus pada bulan Mei, dan Gasperini dengan cepat mempersembahkan kemenangan kepada para pendukung.

" Penyesalannya adalah tidak menjalani saat-saat ini bersama para fans'.  “Ini kepuasan yang luar biasa, dan  kami mempersembahkannya untuk supporter,” ” kata Gasperini pada konferensi pasca pertandingan.

 Selanjutnya Gasperini menyentil partai final menghadapi Juventus sebagai partai sulit, meski sejarah mencatat Atalanta pernah meraih sukses saat menghadapi tim yang berbasis di Kota Turin.

 

Laga berat lain yang turut disebutkannya yakni laga perempat final Piala Champion menghadapi Real Madrid.

 Dia percaya, seluruh laga berat dan jadwal padat yang akan dijalani Duvan Zapata Cs akan bisa dilalui berkat komitmen kuat seluruh komponenb tim, terutama para pemain.  

 “Kami tidak pernah kehilangan kepercayaan diri, kami mencapai hasil dengan kontinuitas yang luar biasa,” lanjutnya.

 “Minggu di Cagliari akan menjadi pertandingan ke-13 dalam 40 hari, itu normal untuk mengalami pasang surut.

 “Kami telah dua kali melawan Cagliari, Lazio, Napoli, tapi kami tidak pernah menyerah, bahkan di Championship.

 “Mengharapkan lebih banyak dari Atalanta tampaknya sulit bagi saya, meski terlalu banyak pembicaraan tentang kami. Kami akan  coba bermain sebaik mungkin. " pungkasnya.  (ARTSPORT/football-italia.net/)


Share:

Definition List

Unordered List

Support