Tampilkan postingan dengan label LIGA CHAMPIONS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIGA CHAMPIONS. Tampilkan semua postingan

Kasta Kedua Eropa, Wakil Inggris di Atas Angin

Babak leg 1, 32 besar Liga Eropa pekan ini menghadirkan cerita keperkasaan 2 kontestan asal Inggris, masing-masing Manchester United dan Tottenham Hotspur. Meski melakoni partai tandang, kedua tim mampu menang besar, dan bisa dipastikan bakal mulus melaju ke babak selanjutnya. Sementara dua wakil Inggris lainnya, Arsenal dan Leicester hanya meraih hasil imbang. Namun dengan pertimbangan laga leg kedua akan digelar di kandang sendiri, kedua tim ini juga berpeluang besar menyusul langkah MU dan Tottenham.

Dua gol Bruno Fernandes mewarnai kemenangan besar United atas Real Sociedad. Laga ini digelar di kandang Juventus, Turin, sebagai arena netral karena pembatasan terkait peningkatan kasus Covid-19 di Inggris. Secara keseluruhan, ‘Setan Merah’ menang besar 4-0 atas wakil Spanyol, dan hanya butuh hasil imbang di leg kedua untuk mengamankan langkah ke putaran 16 besar.

Senada dengan MU, Tottenham juga menunjukan kelasnya yang jauh berada di atas wakil Austria Wolfsberger. Tottenham mengalahkan tim Austria Wolfsberger 4-1 di Budapest, Hongaria. Meski tidak diperkuat sang pencetak gol terbanyak Harry Kane, The Lilywhites masih terlalu kuat untuk tim peringkat 6 sementara Liga Austria itu. 

Hasil berbeda didapatkan Arsenal dan Leicester. The Gunners hanya meraih hasil imbang 1-1 melawan wakil Portugal Benfica, namun diuntungkan dengan gol tandang yang diciptakan Bukayo Saka.

Dengan hasil ini, Aubameyang Cs hanya butuh hasil imbang tanpa gol untuk mengamankan langkah ke-16 besar.

Bagaimana dengan Leicester?, penghuni 3 besar klasemen sementara Liga Inggris ini juga meraih hasil imbang lawan tuan rumah Slavia Prague. Namun kiper Kasper Schmeichel optimis timnnya akan mengalahkan Slavia pada leg 2. Dia menilai dari hasil pertemuan pertama, The Foxes lebih layak maju ke fase berikutnya. 

Roma terbaik dari Italia

Sementara dari ranah Serie A Italia, hanya AS Roma yang meraih hasil mentereng 2-0 atas tuan rumah Braga. Hasil ini sekaligus memutus catatan buruk I Lupi yang selalu kalah pada laga tandang babak knock out kompetisi Eropa.

Dua gol kemenangan roma diciptakan Edin Dzeko dan Borja Mayoral. Praktis Roma hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke putaran selanjutnya.

AC Milan harus puas dengan hasil imbang 2-2  saat melawat ke kandang Red Star Belgrade. Meski demikian hasil ini mampu member dua gol tandang bagi Milan dan cukup meraih hasil imbang 0-0 untuk menapakkan kaki ke putaran 16 besar.

Nasib naas justru dihadapi Napoli. Tim yang pada pekan sebelumnya sukses menggulung jawara Liga Italia pada lanjutan liga domestic justru dipermak tuan rumah Granada dengan skor akhir 2-0. Pelatih Gennaro Gattuso beralasan badai cedera yang menimpa tim menjadi penyebab utama kekalahan. Daftar pemain Napoli yang absen seperti  Dries Mertens [engkel], Kalidou Koulibaly [Covid-19], Hirving Lozano [hamstring], Kostas Manolas [engkel] dan Matteo Politano membuat Gattuso tak memiliki banyak pilihan untuk menerapkan strategi dalam menghadapi wakil spanyol tersebut. Pada leg kedua, Napoli wajib bekerja keras untuk menimal bisa menjaringkan tiga gol tanpa mengalami kebobolan.

Bagaimana pendapat para pembaca atas hasil-hasil yang diraih tim-tim asal Inggris dan Italia ini?, bagaimana pendapat kalian tentang peluang mereka di leg ke-2 nanti? Tuliskan di kolom komentar. (artsport/ indianexpress.com)

Berikut Hasil Babak 32 Besar Leg 1 Liga ropa







Share:

Saat Kane Absen, Bale Tampil Moncer

Bakal Bersaing Jadi Starter Lawan West Ham

Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho mengungkap alasan absennya Harry Kane dalam pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa melawan Wolfsberger, Jumat (19/2) dini hari WIB, karena tidak ingin mengambil resiko atas cedera pergelangan kaki yang diderita. Di sisi lain, ketidakhadiran Kane justru menjadi momen pembuktian Gareth Bale yang mampu tampil mengesankan saat diduetkan dengan son Son Heung-Min dengan menjadi actor penting atas kemenangan 4-1 atas tuan rumah Wolfsberger. Lantas siapa yang akan dipercaya Mourinho untuk menjadi starter kala menantang tuan rumah West Ham Minggu (21/2). 














Mourinho kepada awak media mengatakan Kane memanmg meminta untuk tak dibawa dalam perjalanan ke Budapest untuk menghadapi wakil Austria, karena cedera yang didapat saat kontra Liverpool bulan lalu. Namun sang kapten Tim Nasional Inggris dan pencetak gol terbanyak tim ini dipastikan akan tampil dalam laga lawan West Ham.

"Harry membuat keputusan berdasarkan pertimbangan bermain lawan Wolfsberger berisiko dengan akumulasi menit setelah cedera yang dia alami," kata Mourinho dikutip dari Daily Mail, Jumat (19/2).

Keputusan Kane disetujui Mourinho dan departemen medis tim, untuk memberinya kesempatan beristirahat untuk memulihkan kondisi.

" Saya yakin dia akan siap untuk laga lawan West Ham,” ujar pelatih asal Portugal.

Sementara itu, ketidakhadiran Kane justru melahirkan momentum bagi Bale untuk membuktikan kemampuannya. Berduet dengan Son Heung-Min sejak menit pertama melawan Wolfberger, ia tampil mengesankan dengan mencetak satu gol. Sementara Son mencetak gol pada menit lebih awal pada menit ke-28.  

 Bale dan Son terlihat padu dengan striker Korsel berperan sebagai false nine, didukung Bale dari sayap kanan. Duet yang sangat merepotkan Wolfberger sepanjang 2 x 45 menit pertandingan berjalan.  

"  Saya senang Bale mendapatkan menit bermain dan mencetak gol plus membuat assist. Saya sangat menikmati kesempatan bermain dengan dia," ujar Son kepada Goal.

Bale, sementara itu, mengaku puas bisa mencetak gol dan membuktikan diri. Musim ini seharusnya jadi musim kelahirannya kembali, sayangnya dia lagi-lagi dihantam cedera kambuhan.

"Rasanya menyenangkan bisa mencetak gol dan membantu tim. Penting bagi kami mendapatkan empat gol tandang. Kemenangan dengan selisih seperti ini selalu bagus." Ungkap pemain awal Wales.

Bale sendiri dalam pertandingfan lawan Wolfberger harus ditarik pelatih dan digantikan pemain lain pada menit ke-65.

Mourinho menegaskan pergantian Bale bukan merujuk pada penampilan, namun lebih kepada upaya untuk menjaga kebugarannya guna partai penting melawan West Ham.

Mantan pelatih Setan Merah memastikan Bale akan menjadi bagian dari pilar yang akan bersaing untuk berebut starter dalam laga West Ham. 

`` Salah satu alasan dia meninggalkan lapangan pada menit ke-65 adalah berusaha membuatnya tersedia untuk pertandingan berikutnya karena salah satu hal yang tidak mudah terkait kondisinya adalah akumulasi menit, '' jelasnya.

 " Mari kita tunggu, dia adalah tipe pemain yang pengalamannya dan kondisinya sangat penting untuk diperhatikan. Seperti Harry Kane. Kami harus mempercayai para pemain,” pungkasnya.

Bagaimana pendapat para pembaca tentang berita ini?, apakah Bale dan Kane akan dimainkan bersama saat lawan West Ham? Atau laha akhir pekan bakal menjadi awal persaingan sebenarnya dari kedua pemain untuk meraih satu tempat sebagai starter? (artsport/skysports.com)

 




Share:

‘Nyoya Tua’ Tak Berdaya, Untung Ada Chiesa

 Conceicao : Tak Ada Cerita Bertahan di Italia

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions Rabu (17/2) dini hari  mempertemukan tuan rumah FC Porto menghadapi jawara Serie A Italia Juventus. Diluar dugaan, ‘Si Nyoya Tua’ yang tampil dengan formasi terbaiknya tak mampu berbuat banyak menghadapi determinasi armada binaan Sergio Conceicao hingga akhirnya harus kebobolan dua gol terlebih dahulu. Beruntung skuad kuda zebra memiliki Federico Chiesa yang mampu memberikan angin segar kewat torehan satu gol sebagai modal menghadapi leg ke dua di kandang sendiri.


Porto benar-benar sukses menerapkan pola menutup ruang dengan mengawal pergerakan para pemain kunci Juventus, terutama sang mega bintang Cristiano Ronaldo.  

Selain itu, mereka juga sukses untuk terus menerus menekan pertahanan Juventus hingga berujung kesalahan yang dilakukan Rodrigo Bentancur yang mengoper bola kepada Wojciech Szczesny tanpa memperhatikan mehdi taremi yang berada dekat dengan posisinya. Tak pelak sodoran bola langsung dicocol penyerang asal Iran untuk mengubah papan skor menjadi 1-0.

Pasca gol ini, permainan Juventus belum juga berubah, hingga akhirnya pada menit ke-46 babak ke dua, gawang Szczesny kembali bergetar oleh gol Moussa Marega. 

Angin segar bagi tim tamu akhirnya datang pada menit ke-82, sebuah umpan dari sisi kiri pertahanan Porto yang dilepaskan Adrien Rabiot mampu dikonversi Chiesa menjadi gol.

Gol ini disambut para pemain Juventus, karena bakal menjadi modal penting untuk mengamankan langkah ke babak berikutnya, dengan minimal bisa mengamankan kemenangan 1-0 saat berlaga di kandangnya, tanggal 9 Maret mendatang.

Pelatih Juventus Andrea Pirlo pasca pertandingan mengatakan timnya kehilangan momentum serta langsung berada dalam situasi frustasi karena gol cepat Porto yang terjadi karena keteledoran para pemainnya.

Hal ini makin diperparah dengan cedera yang dialami kapten tim Giorgio Chiellini pada menit ke-34, hingga harus digantikan Merih Demiral.

 “ Kami telah mempersiapkan pertandingan dengan baik, namun mendapati hasil berbeda saat laga bewrlangsung.

 Ini bukan situasi yang kami harapkan, namun semua berubah karena gol cepat tersebut.

 Mereka berhasil menutup ruang dengan baik dan sesuai dengan rencana, hasilnya kami memberikan banyak ruang bagi kesuksesan permainan mereka,” ujar Pirlo kepada Sky Sport Italia.

Porto Tak Akan Bertahan di Kandang Juventus

Sementara itu Pelatih Porto Sergio Conceicao mengatakan timnya tidak akan melakukan taktik bertahan agar bisa mempertahankan keunggulan saat laga leg ke-2 di kandang Juventus.

“ Juve pasti akan melakukan Comeback, tetapi kami akan tetap tampil menekan. Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Juventus tampil mengesankan di babak penyisihan grup dengan memenangkan lima pertandingan dari enam pertandingan, termasuk kemenangan 3-0 dari tuan rumah Barcelona.

Sayangnya hasil baik ini tidak berlanjut dalam laga lawan Porto. Demikian juga dengan top scorer terbanyak sepanjang masa yang terlihat tidak tampil dalam performa terbaiknya saat berlaga di negaranya sendiri.

Bagaimana pendapat para pembaca terhadap hasil pertandingan ini. Bagaimana juga prediksi kalian terhadap peluang kedua tim untuk lolos ke putaran selanjutnya? (artsport/espn.com)




Share:

Derita Leipzig dan Debut Mengesankan Ozan Kabak




Liverpool yang tampil buruk dalam 3 pertandingan terakhir mereka di Liga Domestik diluar dugaan mampu meraih kemenangan atas RB Leipzig dengan skor akhir 2-0. Laga ini menjadi sebuah kerugian besar bagi Die Bullen, karena laga yang seharusnya digelar di markas mereka Red Bull Arena, harus dipindahkan ke Puskas Budapest sebagai tempat netral. Ditambah lagi kesalahan sejumlah pemain Leipzig, termasuk blunder Dayot Upamecano berujung gol-gol dari Mohamed Salah dan Sadio Mane.    

Pertandingan ini memang harus dipindahkan ke Puskas Arena Budapest karena peningkatan kasus Covid-19 di Inggris, hingga membatasi Liverpool untuk memasuki Jerman.  

Pertandingan di tempat netral mungkin mengganggu penampilan Leipzig hingga mampu dimanfaatkan tim tamu yang langsung menguasai pertandingan lebih cepat dari sang lawan.

Derita kedua bagi tuan rumah muncul dari sejumlah blunder yang dilakukan bek tengah Upanecano yang salah satu diantaranya mampu dimanfaatkan Sane menjadi gol.

Tak hanya Upamecano, gol pertama yang diciptakan Salah juga berawal dari miss komunikasi operan dari para pemain Leipzig yang kemudian dimanfaatkan pemain asal Mesir.  

Pasca lahirnya gol dari Mane, praktis Liverpool semakin memegang kendali permainan.  

Derita ke-3 merujuk pada pertandingan leg ke-2 yang akan dilaksanakan di Anfield (markas Liverpool-red) sehingga perlu dijalani dengan usaha yang lebih keras dengan posisi ketertinggalan 2 gol.

`` Kami bermain bagus malam ini, hanya kurang beruntung karena membuat banyak kesalahan. Di leg kedua kami harus melanjutkan dengan menciptakan lebih banyak peluang,” ujar pemain Leipzig Marcel Sabitzer.

Bagi Liverpool, hasil ini seolah menjadi pengobat atas luka 3 kekalahan beruntun yang dialami armada binaan Jurgen Klopp di Liga Premier masing-masing .  

“ Pertandingan berjalan sesuai rencana. Leipzig adalah tim yang tidak terduga, mereka bisa menjadi monster bagi lawan-lawannya, tim yang sangat solid dan memiliki keunggulan secara fisik. Tapi kami berhasil menekan mereka untuk membuat  kesalahan-kesalahan. Saya sangat senang dengan hasil ini,” ujar Klopp pasca  pertandingan.

DEBUT SENSASIONAL KABAK

Pertandingan melawan Leipzig juga menjadi debut yang mengesankan untuk pemain anyar Ozan Kabak. Ia mampu menunjukan permainan yang bagus dalam mengawal pertahanan The Reds selama pertandingan berlangsung.

“ Setelah cukup lama berpetualang bersama Schalke, Dia (Kabak) mengalami peningkatan yang luar biasa. Dia mampu memainkan posisinya dengan sempurna, dan saya turut senang atas penampilannya,” tandas Klopp.

Pelatih asal Jerman mengatakan Leipzig juga sangat berbahaya sepanjang pertandingan, mereka menghasilkan beberapa peluang yang nyaris menjadi gol. Salah satunya dari Christoper Nkinku di awal babak kedua, yang harus diselamatkan dengan ekstra brilliant oleh Alisson Becker.  

Leg kedua terinformasi akan berlangsung di Anfield pada 10 Maret mendatang, meski masih akan menyesuaikan dengan situasi perkembangan kasus virus korona yang sedang berlangsung di Inggris.

 'Itu adalah pertandingan penting bagi kami, pertandingan yang sulit,' kata kapten Liverpool Jordan Henderson. 'Menjaga clean sheet penting bagi kami.

 `` Kami hanya ingin terus maju dan berjuang setiap kali kami bermain. Ada banyak situasi sulit sepanjang musim, tetapi kami harus menghadapi setiap pertandingan dan mengambil langkah demi langkah.

`` Kemenangan yang bagus tetapi baru setengah pekerjaan selesai, '' pungkasnya. 

Bagaimana prediksi pembaca sekalian atas hasil pertandingan ini? bagaimana prediksi kalian untuk leg kedua nanti?. Tuliskan di kolom komentar. (artsport/espn.com)


Share:

'Magic Mbappe' Spektakuler

Laga leg pertama babak perempat final Liga Champions yang mempertemukan tuan rumah Barcelona kontra Paris Saint Germain menegaskan kebintangan Killian Mbappe yang mampu melampaui superstar Barcelona, Lionel Messi. ‘Magic Mbappe’ benar-benar bertuah, dengan mencetak hatrrick di Camp Nou, sekaligus membenamkan armada binaan Ronald Koeman dengan skor akhir 4-1.

Benar-benar gambaran seorang pemain masa depan yang sudah siap memutus mata rantai kebintangan para pendahulu seperti Lionel Messi yang telah memasuki era veteran. 

Sejatinya, PSG tidak tampil dengan skuad terbaiknya saat melawat ke kandang Barcelona. Mereka kehilangan Angel Di Maria dan Neymar yang mengalamo cedera. Kondisi ini sempat menghidupkan asa Barcelona untuk memanfaatkan kesempatan dan memenangi laga dengan lebih mudah.

Namun yang terjadi justru diluar dugaan. Ketidakhadiran para pemain kunci PSG justru menghidupkan peran sentral Mbappe sebagai penyerang bayangan sekaligus pemimpin Les Perisiesn.

Pemain berusia 22 tahun ini benar-benar menjadi hantu bagi pertahanan Barcelona, hadir tiba-tiba di ruang-ruang kosong, membombardir pertahana lawan dengan dribel dan gocekan maut sekaligus mencetak 3 gol yang menenggelamkan nama besar Barcelona.

Aksi brilian Mbappe bahkan terkesan turut memotivasi rekan-rekannya, seperti duet sesama penyerang bayangan yakni Moise Kean untuk melakukan hal serupa dan ikut menyumbang satu gol tambahan bagi kemenangan PSG.      

Hari itu, Mbappe terlihat sedang menuliskan sebuah sejarah tentang kebintangannya, menutup semua ruang terbuka yang ditinggalkan Di Maria dan Neymar serta melampaui kepemimpinan Messi di Barcelona.

PSG benar-benar tanpa tanpa beban, berkat kepemimpinan Mbappe yang selalu tenang,  ceria, cerdas dan atletis dalam setiap penampilannya.   

Ini adalah sebuah bentuk penegasan, tentang datangnya era Mbappe yang sudah siap merajai panggung sepakbola selanjutnya.

Sementara bagi Barcelona, kekalahan ini memperlihatkan jalan pembangunan tim pasca ditinggalkan sejumlah bintang-bintang terdahulu seperti Luis Suarez dan Andreas Iniesta masihlah panjang.  

Laga melawan PSG menyiratkan kebintangan Messi meredup dan tidak bisa diimbangi teman-teman dalam tim.

Bagi banyak klub super Eropa, babak sistem gugur Liga Champions adalah ritual awal pembaruan musim semi.

Ini adalah kesempatan untuk melupakan rentetan hasil buruk di liga domestik dan menyambut hasil baik dengan prestasi di ajang eropa. Hal ini juga turut dialami Barcelona maupun PSG.

Khusus PSG, musim ini benar-benar harus bekewrja keras membangun  tim. Mereka menampung Moise Kean dan Idrisa Gueye dari Everton,Keylor Navas yang kehilangan pekerjaan setelah dicampakkan Real Madrid, Florenzi yang jasanya sudah tak lagi digunakan AS Roma serta Kurzawa yang  dalam 5 tahun terakhir jarang dimainkan.

Akhir cerita, Mbappe memang layak untuk menjadi tajuk utama dari kisah pembantaian Barcelona oleh PSG di rumahnya sendiri.  Rangkaian aksinya memancing Roenald Koeman mengoceh pada lini belakang Barcelona.

Ia pintar membuka ruang, dia cepat dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan, dan dia bisa hadir kapan saja untuk memanfaatkan semua kemelut yang terjadi dalam kotak finalti lawan.

Apakah ini pertanda awal dari era dominasi Mbappe untuk menghentikan nama-nama besar seperti Lionel Messi?. Bagaimana pendapat para pembaca sekalian. Tuliskan komentar anda. (artsport/ espn.com)


Share:

Fase Knock Out Dimulai, Die Bayern Masih Faforit Juara

Persaingan ketat di Liga Champions akan berlangsung sesuai harapan penggemar saat memasuki babak perempat final. Karena di fase ini, semua tim terbaik telah tersaring dari babak penyisihan group yang terkesan membosankan karena didominasi tim-tim elite. Mantan striker Timnas Jerman Jurgen Klinsmann mengutarakan hal ini pada ESPN.com sekaligus menggambarkan peluang masing-masing tim pada babak perempat final ini, dengan Bayern Muenchen tetap sebagai faforit kampiun.  


Menurutnya, Munich masih faforit juara dan menjadi tim yang wajib dikalahkan pada awal sistim gugur ini. Sebab tim ini memiliki ikloim kompetitif yang kuat, dan selalu diatur untuk bersaing di kancah Eropa di setiap tahunnya.

Tim ini memiliki Robert Lewandowskim yang bisa dikatakan sebagai pemain nomor 9 terbaik di dunia, dengan penampilan yang terus menggila bersama Die Bayern.

 

Pemain ini memiliki kaki kanan, kiri, sundulan bahkan tendangan bebas yang sama baiknya. Klibsman bahkan berani menyebutnya sebagai Marco Van Basten di era ini.

Pemain lain yang tak kalah berpengaruh bagi tim ini adalah Thomas Muller, yang pernah menjadi anak didik Klinsman ketika menukangi Muenchen.

Menurutnya, Muller adalah tipikal pemain cerdas, selalu dokus pada pertandingan dan mampu mengeksekusi semua peluang secara sederhana dengan hasil yang luar biasa.

“ Saya berharap Bayern mengalahkan Lazio dan Juventus lolos melawan Porto. Peluang Paris Saint-Germain dan Barcelona adalah 50-50, Liverpool memiliki keunggulan atas RB Leipzig dan Manchester City jelas favorit melawan Borussia Monchengladbach. Sevilla melawan Borussia Dortmund sulit ditebak karena wakil  Jerman ini sedang berjuang dan Atletico Madrid vs Chelsea akan menarik untuk ditonton dengan pelatih energi tinggi Diego Simeone dan Thomas Tuchel di pinggir lapangan,” ungkapnya.

 

Mungkin tim yang mengejutkan di babak 16 besar ini adalah Atalanta yang akan melawan Real Madrid.

Tim ini menampilkan sepak bola yang menyenangkan untuk ditonton. Energi  tinggi, tekanan tinggi  dan kekompakan para pemain sangat sempurna.

 “ Mempertahankan gaya permainan seperti itu sepanjang musim adalah perjuangan yang sulit, lihatlah bagaimana mereka kehilangan beberapa pertandingan di Italia yang tidak Anda duga, tetapi mereka mencapai perempat final musim lalu, kini mereka berada di level teratas,” tambahnya.

 

Kunci untuk sukses di Liga Champions adalah menemukan bentuk dan ritme pada saat yang tepat. Bayern, misalnya, menutup musim lalu dengan 21 kemenangan berturut-turut di semua kompetisi.  

 

“ Tim-tim lain yang tampil buruk pada awal kompetisi perlahan mulai menemukabn iramanya, sebut saja Barcelona,  Real Madrid dan PSG. Sementara Manchester City menemukan performa mereka sedikit lebih cepat,” pungkasnya.

Apakah anda memiliki pendapat yang sama dengan salah satu legenda sepak bola Jerman ini ? atau anda punya prediksi yang berbeda?, tuliskan di kolom komentar. (artsport/ESPN)


Share:

Tacchinardi : Juara Liga Champions = Menang Lotere

Mantan gelandang Juventus Alessio Tacchinardi mengomentari sengitnya persaingan dan adu keberuntungan pada pentas Liga Champions. Menurutnya, memenangkan trophy si puping besar sama dengan memenangkan lotere.  


Dalam babak perempat final leg I Rabu (18/2)  nanti, Juventus akan bertandang ke markas FC Porto.

Menurutnya, meski lebih diunggulkan peluang Juventus kalah pada laga ini juga sangat mungkin terjadi.

Gelandang yang menghabiskan 11 tahun berseragam Juventus dengan capaian 13 trofi termasuk satu gelar Liga Champions  ini mengatakan, pertarungan sebenarnya baru akan dimulai saat babak perempat final.

“Saya tahu kompetisi ini dengan sangat baik. Mulai hari ini turnamen baru dimulai, ”katanya dalam wawancara eksklusif dengan Football Italia.

“Semuanya harus sempurna untuk memenangkannya. Cedera pada pemain kunci dan episode dapat mengubah segalanya. Ini adalah kompetisi yang hebat. Pikirkan tentang Atalanta musim lalu, mereka hampir saja menyingkirkan PSG dan kita semua tahu bagaimana hasilnya.

“Mengangkat piala itu seperti memenangkan lotere. Lebih baik buruk di babak penyisihan grup dan bugar sekarang. Sangat penting untuk menjadi yang terbaik saat ini, ini adalah kompetisi yang sangat rumit. Setiap pertandingan akan sulit mulai sekarang,” ungkapnya.

 “Pertandingan-pertandingan ini dimainkan selama 180 menit dan Juventus harus kehilangan segalanya, mereka harus sangat berhati-hati, akan sangat penting untuk mencetak gol tandang.  Dan absennya Juan Cuadrado merupakan pukulan bagi mereka, dia menjadi pemain kunci sejauh ini.” Tambah Tacchinardi.

Saat ditanyakan pendapatnya tentang Edgar Davids dan Weston McKennie yang dinilai memiliki kemiripan permainan, Tacchinardi mengatakan tidak juga.   

Menurutnya, Davids sangat kuat dalam pertahanan, sementara McKennie memiliki mentalitas menyerang.

“ Mungkin dia (McKennie-red)  lebih mirip dengan Antonio Conte. Davids lebih eksplosif, lebih defensif dan figur seorang pemimpin.  Tetapi McKennie masih muda dan memiliki banyak kesempatan untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya. (artsport/ football-italia.net)

Share:

Definition List

Unordered List

Support