Tersingkir dari Coppa Italia, Nasib Gattuso Tergantung Laga Lawan Juventus

 

Napoli harus mengubur mimpi mereka berlaga di partai puncak Coppa Italia setelah dikandaskan sesama  kuda hitam di kancah Serie A, Atalanta.

 Anak asuh Gennaro Gattuso harus mengakui ketangguhan  La Dea (Julukan Atalanta-red) yang mampu tampil hebat di depan pendukungnya sendiri.

 3 Gol yang bersarang ke gawang sang juara bertahan ini masing-masing dilesakkan Matteo Pessina (2 gol-red)  dan satu gol Duvan Zapata.

 Laga big Match melawan Juventus pada akhir pekan ini dirumorkan bakal menjadi laga penentuan Nasib sang allenatore Partenopei. Benarkah?  

 Dilansir dari football-italia.net Senin (10/2), Gattuso  mengaku tidak tahu apakah pertandingan kontra Si Nyoya Tua (julukan Juventus-red) akan menjadi partai penentu nasibnya.

“ Saya tidak tahu, Anda harus bertanya kepada klub,” katanya. “Kapten kapal adalah saya, ketika keadaan memburuk, itu akan merugikan kapten.

"Saya tidak bisa menganggap ini (paretai lawan Juventus-red)  sebagai upaya terakhir, saya harus bekerja dan saya harus bisa percaya,” tandas mantan pemain sekaligus pelatih AC Milan itu.

Ditegaskan, sebagai pelatih dia harus focus untuk memperbaiki penampilan anak asuhnya pada setiap laga yang akan dihadapi, serta memiliki kewajiban untuk terus mencoba sampai akhir.

Kemenangan Untuk Fans Atalanta

 

Sementara itu, Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mendedikasikan kemenangan 3-1 atas Napoli untuk para fans.  Meski terucap penyesalan karena situasi ini tidak bisa dijalani bersama para supporter, karena peraturan ketat terkait masa pandemi.

 Satu gol dari Duvan Zapata dan dua gol dari Matteo Pessina memastikan tempat di Final Coppa Italia melawan Juventus pada bulan Mei, dan Gasperini dengan cepat mempersembahkan kemenangan kepada para pendukung.

" Penyesalannya adalah tidak menjalani saat-saat ini bersama para fans'.  “Ini kepuasan yang luar biasa, dan  kami mempersembahkannya untuk supporter,” ” kata Gasperini pada konferensi pasca pertandingan.

 Selanjutnya Gasperini menyentil partai final menghadapi Juventus sebagai partai sulit, meski sejarah mencatat Atalanta pernah meraih sukses saat menghadapi tim yang berbasis di Kota Turin.

 

Laga berat lain yang turut disebutkannya yakni laga perempat final Piala Champion menghadapi Real Madrid.

 Dia percaya, seluruh laga berat dan jadwal padat yang akan dijalani Duvan Zapata Cs akan bisa dilalui berkat komitmen kuat seluruh komponenb tim, terutama para pemain.  

 “Kami tidak pernah kehilangan kepercayaan diri, kami mencapai hasil dengan kontinuitas yang luar biasa,” lanjutnya.

 “Minggu di Cagliari akan menjadi pertandingan ke-13 dalam 40 hari, itu normal untuk mengalami pasang surut.

 “Kami telah dua kali melawan Cagliari, Lazio, Napoli, tapi kami tidak pernah menyerah, bahkan di Championship.

 “Mengharapkan lebih banyak dari Atalanta tampaknya sulit bagi saya, meski terlalu banyak pembicaraan tentang kami. Kami akan  coba bermain sebaik mungkin. " pungkasnya.  (ARTSPORT/football-italia.net/)


Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support