Tampilkan postingan dengan label SEPAK BOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPAK BOLA. Tampilkan semua postingan

Conte : Jalan Inter Menuju Scudeto Telah 95 Persen

Manajer Inter Milan Antonio Conte yakin timnya 95 persen sedang dalam perjalanan untuk memenangkan gelar Serie A pertama mereka sejak 2010 menyusul kemenangan atas Hellas Verona pada akhir pekan lalu.

Matteo Darmian menjadi pahlawan Inter saat memastikan 3 point saat menaklukkan Hellas Verona 1-0 di San Siro.  Hasil ini sekaligus membuat Nerazzurri unggul 13 poin dari AC Milan dan Juventus di puncak klasemen.

Inter mengumpulkan 79 poin dari 33 pertandingan, mengguli dua rival terberatnya Milan dan Juve yang baru mengemas nilai 66.

“Saya melihat 95 persen Scudetto ditaklukkan,” kata Conte kepada Sky Italia.

Meski demikian, mantan pemain dan pelatih Juventus ini tetap menekankan pentingnya untuk terus menjaga trend kemenangan pada sisa laga mereka.  

Inter sangat berpeluang untuk mengakhiri dominasi Juventus yang selama 9 tahun terakhir.

Klub Milan itu bermain imbang secara berturut-turut melawan Napoli dan Spezia sebelum kemenangan di Verona itu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di liga menjadi 17 pertandingan.

“Pada titik ini bola mulai lebih berat, karena bagi banyak pemain ini adalah pertama kalinya mereka setinggi ini,” kata Conte.

“Setelah dua penampilan hebat melawan Napoli dan Spezia, kami menang dan menciptakan situasi yang berbeda. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam situasi di mana Anda berada di depan penjaga gawang, bola menjadi lebih berat.

“Menang tahun ini berarti menjadi pemenang, dan itu sangat penting. Jangan lupa bahwa yang lain kehilangan poin, sedangkan kita tidak,” tutupnya (sportakulare.blogspot.com/supersport.com)


Share:

Masa Depan Ronaldo di Juventus Diragukan

Performa Cristiano Ronaldo dalam beberapa laga terakhir Juventus disebut memprihatinkan. Kemarahan yang terus ditunjukan penyerang Portugal setelah pertandingan, posisi La Vecchia Signora di Serie A dan performa buruk pemain di depan gawang lawan menjadi sorotan banyak pihak, utamanya kalangan media di ‘Negeri Pizza’.


Pemilik nomor punggung tujuh Juventus ini memang absen mencetak gol dalam 3 pertandingan terakhir, termasuk dalam laga Lawan Fiorentina akhir pekan lalu yang berakhir imbang 1-1.

Suasana yang terlihat dari Ronaldo akhir-akhir ini hanya berkutat pada perasaan buruk dan kekesalan karena kegagalan mencetak gol. Belum lagi cedera yang sempat membuatnya absen selama enam pertandingan.

“Tim ini terputus-putus, tanpa gaya, tanpa jiwa, dan Cristiano seperti hantu di lapangan,” tulis media Corriere della Sera.

 Media ini juga menambahkan mantan penyerang Real Madrid itu terlihat “hampir tidak tertarik pada permainan”.

 Tetapi perhatian terhadap Cristiano melampaui satu publikasi, dan La Gazzetta dello Sport bertanya: “Cristiano, apakah Anda di sana?”

Pada menit ke-84 dari hasil imbang 1-1 mereka di Fiorentina, Cristiano tidak dapat memanfaatkan umpan tengah indah dari Dejan Kulusevski yang seharusnya bisa memastikan kemenangan.

Sekali lagi, Cristiano Ronaldo tidak tampil untuk Juventus dan dia meninggalkan Florence bahkan tanpa tembakan tepat sasaran.

Poin yang mereka peroleh membuat Juventus berada di urutan keempat di Serie A, dengan Atalanta berhasil mengalahkan Bologna dan AC Milan mengunjungi Lazio pada Senin malam. Napoli tiga poin di belakang Juventus dan bermain pada hari Senin juga.

Seperti yang ditulis Tuttosport, masa depan Cristiano Ronaldo bisa diragukan jika Juventus absen di Liga Champions.

“Jika mereka tidak lolos ke Liga Champions, Juventus tidak akan dapat menutupi gajinya dan dia mungkin akan mencari tantangan lain di Manchester [dengan Manchester United] atau di Paris [dengan Paris Saint-Germain].”

Sementara Pelatih Andrea Pirlo tetap membela pemain andalannya ini, sembari mengakui kekecewaan pada hasil pekerjaannya sendiri di klub musim ini.

“Saya tidak berpikir Ronaldo melakukannya dengan buruk,” kata Pirlo. “Dia memiliki beberapa peluang dan, secara umum, permainannya tidak buruk. Itu adalah tim yang seharusnya lebih banyak menyerang di luar angkasa dan kami melihat beberapa di antaranya di babak kedua,”. (sportakulare.blogspot.com/ forzaitalianfootball.com)

Share:

Kasta Kedua Eropa, Wakil Inggris di Atas Angin

Babak leg 1, 32 besar Liga Eropa pekan ini menghadirkan cerita keperkasaan 2 kontestan asal Inggris, masing-masing Manchester United dan Tottenham Hotspur. Meski melakoni partai tandang, kedua tim mampu menang besar, dan bisa dipastikan bakal mulus melaju ke babak selanjutnya. Sementara dua wakil Inggris lainnya, Arsenal dan Leicester hanya meraih hasil imbang. Namun dengan pertimbangan laga leg kedua akan digelar di kandang sendiri, kedua tim ini juga berpeluang besar menyusul langkah MU dan Tottenham.

Dua gol Bruno Fernandes mewarnai kemenangan besar United atas Real Sociedad. Laga ini digelar di kandang Juventus, Turin, sebagai arena netral karena pembatasan terkait peningkatan kasus Covid-19 di Inggris. Secara keseluruhan, ‘Setan Merah’ menang besar 4-0 atas wakil Spanyol, dan hanya butuh hasil imbang di leg kedua untuk mengamankan langkah ke putaran 16 besar.

Senada dengan MU, Tottenham juga menunjukan kelasnya yang jauh berada di atas wakil Austria Wolfsberger. Tottenham mengalahkan tim Austria Wolfsberger 4-1 di Budapest, Hongaria. Meski tidak diperkuat sang pencetak gol terbanyak Harry Kane, The Lilywhites masih terlalu kuat untuk tim peringkat 6 sementara Liga Austria itu. 

Hasil berbeda didapatkan Arsenal dan Leicester. The Gunners hanya meraih hasil imbang 1-1 melawan wakil Portugal Benfica, namun diuntungkan dengan gol tandang yang diciptakan Bukayo Saka.

Dengan hasil ini, Aubameyang Cs hanya butuh hasil imbang tanpa gol untuk mengamankan langkah ke-16 besar.

Bagaimana dengan Leicester?, penghuni 3 besar klasemen sementara Liga Inggris ini juga meraih hasil imbang lawan tuan rumah Slavia Prague. Namun kiper Kasper Schmeichel optimis timnnya akan mengalahkan Slavia pada leg 2. Dia menilai dari hasil pertemuan pertama, The Foxes lebih layak maju ke fase berikutnya. 

Roma terbaik dari Italia

Sementara dari ranah Serie A Italia, hanya AS Roma yang meraih hasil mentereng 2-0 atas tuan rumah Braga. Hasil ini sekaligus memutus catatan buruk I Lupi yang selalu kalah pada laga tandang babak knock out kompetisi Eropa.

Dua gol kemenangan roma diciptakan Edin Dzeko dan Borja Mayoral. Praktis Roma hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke putaran selanjutnya.

AC Milan harus puas dengan hasil imbang 2-2  saat melawat ke kandang Red Star Belgrade. Meski demikian hasil ini mampu member dua gol tandang bagi Milan dan cukup meraih hasil imbang 0-0 untuk menapakkan kaki ke putaran 16 besar.

Nasib naas justru dihadapi Napoli. Tim yang pada pekan sebelumnya sukses menggulung jawara Liga Italia pada lanjutan liga domestic justru dipermak tuan rumah Granada dengan skor akhir 2-0. Pelatih Gennaro Gattuso beralasan badai cedera yang menimpa tim menjadi penyebab utama kekalahan. Daftar pemain Napoli yang absen seperti  Dries Mertens [engkel], Kalidou Koulibaly [Covid-19], Hirving Lozano [hamstring], Kostas Manolas [engkel] dan Matteo Politano membuat Gattuso tak memiliki banyak pilihan untuk menerapkan strategi dalam menghadapi wakil spanyol tersebut. Pada leg kedua, Napoli wajib bekerja keras untuk menimal bisa menjaringkan tiga gol tanpa mengalami kebobolan.

Bagaimana pendapat para pembaca atas hasil-hasil yang diraih tim-tim asal Inggris dan Italia ini?, bagaimana pendapat kalian tentang peluang mereka di leg ke-2 nanti? Tuliskan di kolom komentar. (artsport/ indianexpress.com)

Berikut Hasil Babak 32 Besar Leg 1 Liga ropa







Share:

Saat Kane Absen, Bale Tampil Moncer

Bakal Bersaing Jadi Starter Lawan West Ham

Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho mengungkap alasan absennya Harry Kane dalam pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa melawan Wolfsberger, Jumat (19/2) dini hari WIB, karena tidak ingin mengambil resiko atas cedera pergelangan kaki yang diderita. Di sisi lain, ketidakhadiran Kane justru menjadi momen pembuktian Gareth Bale yang mampu tampil mengesankan saat diduetkan dengan son Son Heung-Min dengan menjadi actor penting atas kemenangan 4-1 atas tuan rumah Wolfsberger. Lantas siapa yang akan dipercaya Mourinho untuk menjadi starter kala menantang tuan rumah West Ham Minggu (21/2). 














Mourinho kepada awak media mengatakan Kane memanmg meminta untuk tak dibawa dalam perjalanan ke Budapest untuk menghadapi wakil Austria, karena cedera yang didapat saat kontra Liverpool bulan lalu. Namun sang kapten Tim Nasional Inggris dan pencetak gol terbanyak tim ini dipastikan akan tampil dalam laga lawan West Ham.

"Harry membuat keputusan berdasarkan pertimbangan bermain lawan Wolfsberger berisiko dengan akumulasi menit setelah cedera yang dia alami," kata Mourinho dikutip dari Daily Mail, Jumat (19/2).

Keputusan Kane disetujui Mourinho dan departemen medis tim, untuk memberinya kesempatan beristirahat untuk memulihkan kondisi.

" Saya yakin dia akan siap untuk laga lawan West Ham,” ujar pelatih asal Portugal.

Sementara itu, ketidakhadiran Kane justru melahirkan momentum bagi Bale untuk membuktikan kemampuannya. Berduet dengan Son Heung-Min sejak menit pertama melawan Wolfberger, ia tampil mengesankan dengan mencetak satu gol. Sementara Son mencetak gol pada menit lebih awal pada menit ke-28.  

 Bale dan Son terlihat padu dengan striker Korsel berperan sebagai false nine, didukung Bale dari sayap kanan. Duet yang sangat merepotkan Wolfberger sepanjang 2 x 45 menit pertandingan berjalan.  

"  Saya senang Bale mendapatkan menit bermain dan mencetak gol plus membuat assist. Saya sangat menikmati kesempatan bermain dengan dia," ujar Son kepada Goal.

Bale, sementara itu, mengaku puas bisa mencetak gol dan membuktikan diri. Musim ini seharusnya jadi musim kelahirannya kembali, sayangnya dia lagi-lagi dihantam cedera kambuhan.

"Rasanya menyenangkan bisa mencetak gol dan membantu tim. Penting bagi kami mendapatkan empat gol tandang. Kemenangan dengan selisih seperti ini selalu bagus." Ungkap pemain awal Wales.

Bale sendiri dalam pertandingfan lawan Wolfberger harus ditarik pelatih dan digantikan pemain lain pada menit ke-65.

Mourinho menegaskan pergantian Bale bukan merujuk pada penampilan, namun lebih kepada upaya untuk menjaga kebugarannya guna partai penting melawan West Ham.

Mantan pelatih Setan Merah memastikan Bale akan menjadi bagian dari pilar yang akan bersaing untuk berebut starter dalam laga West Ham. 

`` Salah satu alasan dia meninggalkan lapangan pada menit ke-65 adalah berusaha membuatnya tersedia untuk pertandingan berikutnya karena salah satu hal yang tidak mudah terkait kondisinya adalah akumulasi menit, '' jelasnya.

 " Mari kita tunggu, dia adalah tipe pemain yang pengalamannya dan kondisinya sangat penting untuk diperhatikan. Seperti Harry Kane. Kami harus mempercayai para pemain,” pungkasnya.

Bagaimana pendapat para pembaca tentang berita ini?, apakah Bale dan Kane akan dimainkan bersama saat lawan West Ham? Atau laha akhir pekan bakal menjadi awal persaingan sebenarnya dari kedua pemain untuk meraih satu tempat sebagai starter? (artsport/skysports.com)

 




Share:

‘Nyoya Tua’ Tak Berdaya, Untung Ada Chiesa

 Conceicao : Tak Ada Cerita Bertahan di Italia

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions Rabu (17/2) dini hari  mempertemukan tuan rumah FC Porto menghadapi jawara Serie A Italia Juventus. Diluar dugaan, ‘Si Nyoya Tua’ yang tampil dengan formasi terbaiknya tak mampu berbuat banyak menghadapi determinasi armada binaan Sergio Conceicao hingga akhirnya harus kebobolan dua gol terlebih dahulu. Beruntung skuad kuda zebra memiliki Federico Chiesa yang mampu memberikan angin segar kewat torehan satu gol sebagai modal menghadapi leg ke dua di kandang sendiri.


Porto benar-benar sukses menerapkan pola menutup ruang dengan mengawal pergerakan para pemain kunci Juventus, terutama sang mega bintang Cristiano Ronaldo.  

Selain itu, mereka juga sukses untuk terus menerus menekan pertahanan Juventus hingga berujung kesalahan yang dilakukan Rodrigo Bentancur yang mengoper bola kepada Wojciech Szczesny tanpa memperhatikan mehdi taremi yang berada dekat dengan posisinya. Tak pelak sodoran bola langsung dicocol penyerang asal Iran untuk mengubah papan skor menjadi 1-0.

Pasca gol ini, permainan Juventus belum juga berubah, hingga akhirnya pada menit ke-46 babak ke dua, gawang Szczesny kembali bergetar oleh gol Moussa Marega. 

Angin segar bagi tim tamu akhirnya datang pada menit ke-82, sebuah umpan dari sisi kiri pertahanan Porto yang dilepaskan Adrien Rabiot mampu dikonversi Chiesa menjadi gol.

Gol ini disambut para pemain Juventus, karena bakal menjadi modal penting untuk mengamankan langkah ke babak berikutnya, dengan minimal bisa mengamankan kemenangan 1-0 saat berlaga di kandangnya, tanggal 9 Maret mendatang.

Pelatih Juventus Andrea Pirlo pasca pertandingan mengatakan timnya kehilangan momentum serta langsung berada dalam situasi frustasi karena gol cepat Porto yang terjadi karena keteledoran para pemainnya.

Hal ini makin diperparah dengan cedera yang dialami kapten tim Giorgio Chiellini pada menit ke-34, hingga harus digantikan Merih Demiral.

 “ Kami telah mempersiapkan pertandingan dengan baik, namun mendapati hasil berbeda saat laga bewrlangsung.

 Ini bukan situasi yang kami harapkan, namun semua berubah karena gol cepat tersebut.

 Mereka berhasil menutup ruang dengan baik dan sesuai dengan rencana, hasilnya kami memberikan banyak ruang bagi kesuksesan permainan mereka,” ujar Pirlo kepada Sky Sport Italia.

Porto Tak Akan Bertahan di Kandang Juventus

Sementara itu Pelatih Porto Sergio Conceicao mengatakan timnya tidak akan melakukan taktik bertahan agar bisa mempertahankan keunggulan saat laga leg ke-2 di kandang Juventus.

“ Juve pasti akan melakukan Comeback, tetapi kami akan tetap tampil menekan. Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Juventus tampil mengesankan di babak penyisihan grup dengan memenangkan lima pertandingan dari enam pertandingan, termasuk kemenangan 3-0 dari tuan rumah Barcelona.

Sayangnya hasil baik ini tidak berlanjut dalam laga lawan Porto. Demikian juga dengan top scorer terbanyak sepanjang masa yang terlihat tidak tampil dalam performa terbaiknya saat berlaga di negaranya sendiri.

Bagaimana pendapat para pembaca terhadap hasil pertandingan ini. Bagaimana juga prediksi kalian terhadap peluang kedua tim untuk lolos ke putaran selanjutnya? (artsport/espn.com)




Share:

Tantang Sociedad, Setan Merah Tanpa Pogba

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menginformasikan Paul Pogba bakal absen dalam beberapa laga di bulan ini, karena tengah melanjutkan pemulihan cedera paha yang diderita. Pogba juga dipastikan absen dalam laga leg pertama babak 42 besar Liga Eropa menghadapi Real Sociedad  yang akan digelar Kamis (18/5) di Allianz Arena Juventus.


Pemilihan markas Juventus ini sebagai tempat netral karena pembatasan akibat perkembangan kasus Covid-19 di Inggris.

Mantan gelandang Juventus juga dikabarkan belum akan tampil pada leg II yang akan berlangsung di Old Trafford tanggal 25 Februari mendatang.  

Pogba telah absen sejak pertandingan di Liga Domestik melawan New Castle dan Chelsea, dan sedang memacu pemulihannya agar bisa tampil dalam derby melawan Manchester City tanggal 6 Maret.  

Selain Pogba, Edinson Cavani dan Donny Van de Beek juga tak akan dibawa dalam skuad untuk menghadapi Sociedad karena menderita cedera otot saat laga imbang 1-1 melawan West Bromwich Albion pekan lalu.

 

“ Paul pulih dengan baik. , dia tengah memulai perawatan dan masa pemulihan kebugaran yang akan berlangsung selama beberapa minggu. Yang pasti dia tak akan tampil sepanjang Februari,” kata Solskjaer pada konferensi pers hari Rabu lalu.

 “ Sayangnya Donny dan Edinson cedera otot, jadi mereka juga tidak bisa tampil di Turin. Kami sangat bersemangat dan memastikan tim tetap kompetitif. Meskipun menghadapi lawan berat, kami yakin bisa melangkah ke babak berikutnya. Satu-satunya tujuan kami adalah menang besok,” tandasnya. 

Sementara pelatih Sociedad, Imanol Alguacil mengaku tidak mempermasalahkan laga yang harus berpindah ke Allianz Arena Juventus, karena pembatasan akibat Covid-19.

Menurutnya, Sociedad harus menampilkan kerja keras dalam pertandingan ini, agar bisa menghasilkan kemenangan.

`` Kami tidak akan mencari alasan jika kami memainkan pertandingan yang buruk dan hanya karena pertemuan itu dimainkan jauh Dari Anoeta. Saya tidak suka alasan,” tegasnya.

`` Kami menghadapi lawan yang sangat sulit tetapi jika kami memainkan permainan kami, tetap ada peluang menang. Saya harap ini akan menjadi pertandingan yang indah. Kedua tim bisa memainkan sepakbola yang bagus dan saya harap kami lebih efektif dari mereka. Kami sangat menghormati Manchester United, untuk sejarah klub, tim mereka, dan pelatih mereka,” pungkasnya. (artsport/espn.com)

Share:

Derita Leipzig dan Debut Mengesankan Ozan Kabak




Liverpool yang tampil buruk dalam 3 pertandingan terakhir mereka di Liga Domestik diluar dugaan mampu meraih kemenangan atas RB Leipzig dengan skor akhir 2-0. Laga ini menjadi sebuah kerugian besar bagi Die Bullen, karena laga yang seharusnya digelar di markas mereka Red Bull Arena, harus dipindahkan ke Puskas Budapest sebagai tempat netral. Ditambah lagi kesalahan sejumlah pemain Leipzig, termasuk blunder Dayot Upamecano berujung gol-gol dari Mohamed Salah dan Sadio Mane.    

Pertandingan ini memang harus dipindahkan ke Puskas Arena Budapest karena peningkatan kasus Covid-19 di Inggris, hingga membatasi Liverpool untuk memasuki Jerman.  

Pertandingan di tempat netral mungkin mengganggu penampilan Leipzig hingga mampu dimanfaatkan tim tamu yang langsung menguasai pertandingan lebih cepat dari sang lawan.

Derita kedua bagi tuan rumah muncul dari sejumlah blunder yang dilakukan bek tengah Upanecano yang salah satu diantaranya mampu dimanfaatkan Sane menjadi gol.

Tak hanya Upamecano, gol pertama yang diciptakan Salah juga berawal dari miss komunikasi operan dari para pemain Leipzig yang kemudian dimanfaatkan pemain asal Mesir.  

Pasca lahirnya gol dari Mane, praktis Liverpool semakin memegang kendali permainan.  

Derita ke-3 merujuk pada pertandingan leg ke-2 yang akan dilaksanakan di Anfield (markas Liverpool-red) sehingga perlu dijalani dengan usaha yang lebih keras dengan posisi ketertinggalan 2 gol.

`` Kami bermain bagus malam ini, hanya kurang beruntung karena membuat banyak kesalahan. Di leg kedua kami harus melanjutkan dengan menciptakan lebih banyak peluang,” ujar pemain Leipzig Marcel Sabitzer.

Bagi Liverpool, hasil ini seolah menjadi pengobat atas luka 3 kekalahan beruntun yang dialami armada binaan Jurgen Klopp di Liga Premier masing-masing .  

“ Pertandingan berjalan sesuai rencana. Leipzig adalah tim yang tidak terduga, mereka bisa menjadi monster bagi lawan-lawannya, tim yang sangat solid dan memiliki keunggulan secara fisik. Tapi kami berhasil menekan mereka untuk membuat  kesalahan-kesalahan. Saya sangat senang dengan hasil ini,” ujar Klopp pasca  pertandingan.

DEBUT SENSASIONAL KABAK

Pertandingan melawan Leipzig juga menjadi debut yang mengesankan untuk pemain anyar Ozan Kabak. Ia mampu menunjukan permainan yang bagus dalam mengawal pertahanan The Reds selama pertandingan berlangsung.

“ Setelah cukup lama berpetualang bersama Schalke, Dia (Kabak) mengalami peningkatan yang luar biasa. Dia mampu memainkan posisinya dengan sempurna, dan saya turut senang atas penampilannya,” tandas Klopp.

Pelatih asal Jerman mengatakan Leipzig juga sangat berbahaya sepanjang pertandingan, mereka menghasilkan beberapa peluang yang nyaris menjadi gol. Salah satunya dari Christoper Nkinku di awal babak kedua, yang harus diselamatkan dengan ekstra brilliant oleh Alisson Becker.  

Leg kedua terinformasi akan berlangsung di Anfield pada 10 Maret mendatang, meski masih akan menyesuaikan dengan situasi perkembangan kasus virus korona yang sedang berlangsung di Inggris.

 'Itu adalah pertandingan penting bagi kami, pertandingan yang sulit,' kata kapten Liverpool Jordan Henderson. 'Menjaga clean sheet penting bagi kami.

 `` Kami hanya ingin terus maju dan berjuang setiap kali kami bermain. Ada banyak situasi sulit sepanjang musim, tetapi kami harus menghadapi setiap pertandingan dan mengambil langkah demi langkah.

`` Kemenangan yang bagus tetapi baru setengah pekerjaan selesai, '' pungkasnya. 

Bagaimana prediksi pembaca sekalian atas hasil pertandingan ini? bagaimana prediksi kalian untuk leg kedua nanti?. Tuliskan di kolom komentar. (artsport/espn.com)


Share:

'Magic Mbappe' Spektakuler

Laga leg pertama babak perempat final Liga Champions yang mempertemukan tuan rumah Barcelona kontra Paris Saint Germain menegaskan kebintangan Killian Mbappe yang mampu melampaui superstar Barcelona, Lionel Messi. ‘Magic Mbappe’ benar-benar bertuah, dengan mencetak hatrrick di Camp Nou, sekaligus membenamkan armada binaan Ronald Koeman dengan skor akhir 4-1.

Benar-benar gambaran seorang pemain masa depan yang sudah siap memutus mata rantai kebintangan para pendahulu seperti Lionel Messi yang telah memasuki era veteran. 

Sejatinya, PSG tidak tampil dengan skuad terbaiknya saat melawat ke kandang Barcelona. Mereka kehilangan Angel Di Maria dan Neymar yang mengalamo cedera. Kondisi ini sempat menghidupkan asa Barcelona untuk memanfaatkan kesempatan dan memenangi laga dengan lebih mudah.

Namun yang terjadi justru diluar dugaan. Ketidakhadiran para pemain kunci PSG justru menghidupkan peran sentral Mbappe sebagai penyerang bayangan sekaligus pemimpin Les Perisiesn.

Pemain berusia 22 tahun ini benar-benar menjadi hantu bagi pertahanan Barcelona, hadir tiba-tiba di ruang-ruang kosong, membombardir pertahana lawan dengan dribel dan gocekan maut sekaligus mencetak 3 gol yang menenggelamkan nama besar Barcelona.

Aksi brilian Mbappe bahkan terkesan turut memotivasi rekan-rekannya, seperti duet sesama penyerang bayangan yakni Moise Kean untuk melakukan hal serupa dan ikut menyumbang satu gol tambahan bagi kemenangan PSG.      

Hari itu, Mbappe terlihat sedang menuliskan sebuah sejarah tentang kebintangannya, menutup semua ruang terbuka yang ditinggalkan Di Maria dan Neymar serta melampaui kepemimpinan Messi di Barcelona.

PSG benar-benar tanpa tanpa beban, berkat kepemimpinan Mbappe yang selalu tenang,  ceria, cerdas dan atletis dalam setiap penampilannya.   

Ini adalah sebuah bentuk penegasan, tentang datangnya era Mbappe yang sudah siap merajai panggung sepakbola selanjutnya.

Sementara bagi Barcelona, kekalahan ini memperlihatkan jalan pembangunan tim pasca ditinggalkan sejumlah bintang-bintang terdahulu seperti Luis Suarez dan Andreas Iniesta masihlah panjang.  

Laga melawan PSG menyiratkan kebintangan Messi meredup dan tidak bisa diimbangi teman-teman dalam tim.

Bagi banyak klub super Eropa, babak sistem gugur Liga Champions adalah ritual awal pembaruan musim semi.

Ini adalah kesempatan untuk melupakan rentetan hasil buruk di liga domestik dan menyambut hasil baik dengan prestasi di ajang eropa. Hal ini juga turut dialami Barcelona maupun PSG.

Khusus PSG, musim ini benar-benar harus bekewrja keras membangun  tim. Mereka menampung Moise Kean dan Idrisa Gueye dari Everton,Keylor Navas yang kehilangan pekerjaan setelah dicampakkan Real Madrid, Florenzi yang jasanya sudah tak lagi digunakan AS Roma serta Kurzawa yang  dalam 5 tahun terakhir jarang dimainkan.

Akhir cerita, Mbappe memang layak untuk menjadi tajuk utama dari kisah pembantaian Barcelona oleh PSG di rumahnya sendiri.  Rangkaian aksinya memancing Roenald Koeman mengoceh pada lini belakang Barcelona.

Ia pintar membuka ruang, dia cepat dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan, dan dia bisa hadir kapan saja untuk memanfaatkan semua kemelut yang terjadi dalam kotak finalti lawan.

Apakah ini pertanda awal dari era dominasi Mbappe untuk menghentikan nama-nama besar seperti Lionel Messi?. Bagaimana pendapat para pembaca sekalian. Tuliskan komentar anda. (artsport/ espn.com)


Share:

Fase Knock Out Dimulai, Die Bayern Masih Faforit Juara

Persaingan ketat di Liga Champions akan berlangsung sesuai harapan penggemar saat memasuki babak perempat final. Karena di fase ini, semua tim terbaik telah tersaring dari babak penyisihan group yang terkesan membosankan karena didominasi tim-tim elite. Mantan striker Timnas Jerman Jurgen Klinsmann mengutarakan hal ini pada ESPN.com sekaligus menggambarkan peluang masing-masing tim pada babak perempat final ini, dengan Bayern Muenchen tetap sebagai faforit kampiun.  


Menurutnya, Munich masih faforit juara dan menjadi tim yang wajib dikalahkan pada awal sistim gugur ini. Sebab tim ini memiliki ikloim kompetitif yang kuat, dan selalu diatur untuk bersaing di kancah Eropa di setiap tahunnya.

Tim ini memiliki Robert Lewandowskim yang bisa dikatakan sebagai pemain nomor 9 terbaik di dunia, dengan penampilan yang terus menggila bersama Die Bayern.

 

Pemain ini memiliki kaki kanan, kiri, sundulan bahkan tendangan bebas yang sama baiknya. Klibsman bahkan berani menyebutnya sebagai Marco Van Basten di era ini.

Pemain lain yang tak kalah berpengaruh bagi tim ini adalah Thomas Muller, yang pernah menjadi anak didik Klinsman ketika menukangi Muenchen.

Menurutnya, Muller adalah tipikal pemain cerdas, selalu dokus pada pertandingan dan mampu mengeksekusi semua peluang secara sederhana dengan hasil yang luar biasa.

“ Saya berharap Bayern mengalahkan Lazio dan Juventus lolos melawan Porto. Peluang Paris Saint-Germain dan Barcelona adalah 50-50, Liverpool memiliki keunggulan atas RB Leipzig dan Manchester City jelas favorit melawan Borussia Monchengladbach. Sevilla melawan Borussia Dortmund sulit ditebak karena wakil  Jerman ini sedang berjuang dan Atletico Madrid vs Chelsea akan menarik untuk ditonton dengan pelatih energi tinggi Diego Simeone dan Thomas Tuchel di pinggir lapangan,” ungkapnya.

 

Mungkin tim yang mengejutkan di babak 16 besar ini adalah Atalanta yang akan melawan Real Madrid.

Tim ini menampilkan sepak bola yang menyenangkan untuk ditonton. Energi  tinggi, tekanan tinggi  dan kekompakan para pemain sangat sempurna.

 “ Mempertahankan gaya permainan seperti itu sepanjang musim adalah perjuangan yang sulit, lihatlah bagaimana mereka kehilangan beberapa pertandingan di Italia yang tidak Anda duga, tetapi mereka mencapai perempat final musim lalu, kini mereka berada di level teratas,” tambahnya.

 

Kunci untuk sukses di Liga Champions adalah menemukan bentuk dan ritme pada saat yang tepat. Bayern, misalnya, menutup musim lalu dengan 21 kemenangan berturut-turut di semua kompetisi.  

 

“ Tim-tim lain yang tampil buruk pada awal kompetisi perlahan mulai menemukabn iramanya, sebut saja Barcelona,  Real Madrid dan PSG. Sementara Manchester City menemukan performa mereka sedikit lebih cepat,” pungkasnya.

Apakah anda memiliki pendapat yang sama dengan salah satu legenda sepak bola Jerman ini ? atau anda punya prediksi yang berbeda?, tuliskan di kolom komentar. (artsport/ESPN)


Share:

Tacchinardi : Juara Liga Champions = Menang Lotere

Mantan gelandang Juventus Alessio Tacchinardi mengomentari sengitnya persaingan dan adu keberuntungan pada pentas Liga Champions. Menurutnya, memenangkan trophy si puping besar sama dengan memenangkan lotere.  


Dalam babak perempat final leg I Rabu (18/2)  nanti, Juventus akan bertandang ke markas FC Porto.

Menurutnya, meski lebih diunggulkan peluang Juventus kalah pada laga ini juga sangat mungkin terjadi.

Gelandang yang menghabiskan 11 tahun berseragam Juventus dengan capaian 13 trofi termasuk satu gelar Liga Champions  ini mengatakan, pertarungan sebenarnya baru akan dimulai saat babak perempat final.

“Saya tahu kompetisi ini dengan sangat baik. Mulai hari ini turnamen baru dimulai, ”katanya dalam wawancara eksklusif dengan Football Italia.

“Semuanya harus sempurna untuk memenangkannya. Cedera pada pemain kunci dan episode dapat mengubah segalanya. Ini adalah kompetisi yang hebat. Pikirkan tentang Atalanta musim lalu, mereka hampir saja menyingkirkan PSG dan kita semua tahu bagaimana hasilnya.

“Mengangkat piala itu seperti memenangkan lotere. Lebih baik buruk di babak penyisihan grup dan bugar sekarang. Sangat penting untuk menjadi yang terbaik saat ini, ini adalah kompetisi yang sangat rumit. Setiap pertandingan akan sulit mulai sekarang,” ungkapnya.

 “Pertandingan-pertandingan ini dimainkan selama 180 menit dan Juventus harus kehilangan segalanya, mereka harus sangat berhati-hati, akan sangat penting untuk mencetak gol tandang.  Dan absennya Juan Cuadrado merupakan pukulan bagi mereka, dia menjadi pemain kunci sejauh ini.” Tambah Tacchinardi.

Saat ditanyakan pendapatnya tentang Edgar Davids dan Weston McKennie yang dinilai memiliki kemiripan permainan, Tacchinardi mengatakan tidak juga.   

Menurutnya, Davids sangat kuat dalam pertahanan, sementara McKennie memiliki mentalitas menyerang.

“ Mungkin dia (McKennie-red)  lebih mirip dengan Antonio Conte. Davids lebih eksplosif, lebih defensif dan figur seorang pemimpin.  Tetapi McKennie masih muda dan memiliki banyak kesempatan untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya. (artsport/ football-italia.net)

Share:

Awal Baru Bale Atau Akhir Cerita Superstar

Jermaine Jenas, mantan pemain Tottenham Hotspur pada periode 2005 hingga 2013, Minggu (14/2) memberikan komentarnya kepada BBC Sport terkait kiprah Gareth Bale musim ini bersama The Lilywhites.  Melihat sejumlah penampilan Bale musim ini kata Jenas, dengan berbagai situasi sebagai pemain pengganti memberi gambaran pemain yang pernah mengecap nama sebagai pemain termahal di dunia ini belum habis. 


Saat melawan Machester City akhir pekan lalu, Bale sempat memperlihatkan kemampuannya dalam menggiring bola melewati 3 pemain lawan yang diakhiri dengan sebuah tembakan yang memaksa Ederson melakukan penyelamatan ekstra.

Padahal saat itu, ia hanya menjadi cameo selama 18 menit. Tak hanya itu, Jenas juga mengaku memperhatikan saat Bale kembali ke lini tengah hingga turun ke wilayah pertahanan untuk menyemangati rekan-rekannya agar tetap naik menyerang. Walau hanya sekilas, jelas terlihat Bale tertarik untuk bertahan dan peduli dengan tim ini.

“ Setidaknya itulah yang saya harapkan dari Bale ketika dia kembali ke Spurs dengan status pinjaman dari Real Madrid pada bulan September, tetapi selama dia berada di sana, momen-momen seperti itu terlalu sedikit dan jarang terjadi,” ungkapnya.

“ Seperti yang kita lihat di Etihad Stadium, dia masih memiliki bakat yang luar biasa. Anda hanya perlu mendukung, mendorong dan membuatnya bermain sepak bola seperti yang dilakukannya untuk Wales. Saya berharap itu bisa terjadi di Spurs, tetapi mungkin hanya Bale yang tahu apakah itu akan terjadi,” tandas Jenas.

 “ Apa yang harus dia tunjukkan sekarang adalah lebih dari rasa lapar akan prestasi. Tanpanya, karier luar biasa Bale terancam berakhir dengan sedikit rengekan.  Dan talenta hebatnya pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita lihat sekarang ini,” tekan pemain yang juga pernah memperkuat Queens Park Rangers itu.

Bermasalah dengan Morinho?

Meski tanpa mengetahui detail lengkapnya, terlihat jelas ada masalah antara Bale dan manajernya Jose Mourinho setelah melihat apa yang terjadi pekan lalu.

Hal ini juga terlihat jelas pada sang manajer yang berbicara tentang postingan  media pemain binaannya, dan menjelaskan bahwa itu tidak benar (dalam hal ini Mourinho menanggapi ketika Bale mengatakan di Instagram bahwa dia menjalani sesi latihan yang baik sebelum absen dalam kekalahan tengah pekan Tottenham di Piala FA oleh Everton). 

Bale yang mungkin diharapkan oleh Mourinho dan pendukung Spurs ketika dia menandatangani kontrak pada bulan September belum mampu menjawab sesuai ekspektasi.  Dari sudut pandang pemain, dia mungkin tidak setuju dengan taktik Mourinho atau cara pelatih asal Portugal itu mengaturnya.

Jadi, apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang terlihat dari Bale pada hari Sabtu merupakan tanda bahwa dia dan Jose dapat menyelesaikan perbedaan mereka, dan Bale dapat memulai lebih banyak pertandingan. Atau, apakah semuanya akan berantakan lagi, dan kita akhirnya melihat Bale lebih sedikit tampil daripada sebelumnya?

“ Kami akan mencari tahu dalam beberapa minggu ke depan,” ucapnya. 

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah Sebuah Hinaan 

 

“ Saya telah melihat banyak hal ketika Bale menjadi  pemain pengganti ketiga dan terakhir Mourinho, ketika Spurs sudah tertinggal 3-0, tetapi Anda hanya dapat berspekulasi tentang proses pemikiran manajer Tottenham saat itu,” kata Jenas lagi.

 Jika hubungan mereka benar-benar putus, maka mungkin Mourinho tahu timnya sangat lelah dan mereka memiliki jadwal sibuk, jadi Bale dan Dele Alli yang juga tidak disukai hanya tampil karena menurutnya permainan telah berakhir. Sehingga Mourinho menempatkan dua pemain yang mungkin tidak akan banyak memberikan dampak pada hasil pertandingan. 

 “ Saya tidak percaya itu. Secara pribadi, saya pikir dia membuat perubahan berdasarkan apa yang terjadi dalam permainan dan itu tidak ada hubungannya dengan posisi Bale dalam urutan kekuasaan.

 Misalnya, ketika dia memasukkan Moussa Sissoko pada babak pertama, skornya 1-0 dan Mourinho mungkin berpikir hanya perlu bertahan dalam permainan ini.

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah penghinaan bagi Bale. Terkecuali jika Morinho  membiarkan dia tetap di bangku cadangan atau keluar dari skuad sepenuhnya,” sambung Jenas.


 Waktunya bermain mengatasi rasa sakit?

 “ Seperti yang saya katakan pada Friday Football Social on 5 Live minggu lalu, jika orang berharap untuk melihat Gareth Bale yang sama saat saya berada di Spurs bersamanya, mereka bodoh.

Menit bermain bukan masalahnya, karena betapa sedikitnya menit dia tampil untuk Real dalam beberapa musim terakhirnya, tetapi pada saat yang sama hampir tidak membantu karena dia sudah lama tidak bermain secara teratur. Dia sekarang berusia 31 tahun, dia mengalami cedera dan dia adalah pemain yang berbeda dengan orang yang mencabik-cabik tim di zaman saya.

 Pada dasarnya saya ingin dia mengatakan, 'Spurs menempatkan saya di panggung dunia. Sekarang saya akan membawa semua pengalaman itu kembali ke klub yang saya cintai ini, dan menunjukkan kepada Anda bagaimana hal itu dilakukan '.

Itu masih bisa terjadi, karena Spurs masih memiliki banyak kesempatan musim ini, dalam perebutan empat besar serta final Piala Carabao dan berusaha memenangkan Liga Europa.

Jika dia menunjukkan semangat juang tinggi sebagaimana saat bermain melawan City, meskipun saat itu tahu sudah kalah, Bale masih bisa membuat kehadirannya diperhitungkan.

Serangkaian permainan bisa membuat perbedaan

Penggemar Spurs pasti telah menonton Bale pada hari Sabtu dan berpikir 'tim harus lebih sering menggunakannya' tetapi kembali pada keadaan sang pemain.

“ Saya tahu ketika saya bermain dengannya di Spurs di bawah Harry Redknapp, dia adalah salah satu pemain yang rentan cedera. Namun Harry biasa mengabaikannya dan berkata bermainlah hingga  mencapai batasmu. Saya rasa Jose perlu melakukan hal serupa sekarang.

 Mudah-mudahan apa yang kami lihat di Etihad bisa menjadi awal dari kebangkitannya di Spurs, karena saya pikir dia masih memiliki kemampuan untuk tim ini,” pungkasnya. (artsport/ bbc.com) 


Share:

Dortmun Tunjuk Marco Rose Gantikan Terzic

Klub Bundesliga Borussia Dortmun dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Marco Rose untuk menjadi pelatih kepala bagi Erling Haaland cs. Pelatih yang saat ini menangani Borussia Monchengladbach ini  akan menggantikan Edin Terzic pada musim depan.   

Rose merupakan warga asli Leipzig yang tercatat mulai menangani Gladbach pada tahun 2019.

Sebelumnya, dia tercatat menukangi Red Bull Salzburg di Liga Austria dan berhasil mengantarkan tim tersebut memenangi gelar Liga dan Piala Austria secara berturut-turut.

Sementara bersama Gladbach, pelatih berusia 44 tahun ini sukses menempati posisi ke-4 musim lalu, sekaligus mengembalikan The Foals ke babak group Liga Champions UEFA setelah absen selama 4 tahun.

Musim ini, Gladbach dibawah komando Rose sukses mengalahkan Dotmun dalam pertemuan terakhir mereka di bulan Januari dengan skor 4-2.

Dengan kata lain, dibawah kepelatihannya, Gladbach berubah menjadi salah satu kuda hitam yang sangat diperhitungkan di pentas Bundesliga.

Sebuah rekor yang cukup mumpuni untuk penunjukannya sebagai pelatih tim sekaliber Dortmun, sekaligus menghidupkan harapan figur pelatih yang tepat agar tim kuning hitam kembali berprestasi dan garang sebagaimana masa jaya sebelumnya.

Sementara Terzic sendiri masih akan melatih Dortmun hingga akhir musim ini. Posisinya harsu digantikan pelatih baru karena performa yang kurang memuaskan publik Signal Iduna Park (markas Dortmun-red). Dari 12 laga, Dortmun binaan Terzic telah mengecap 4 kekalahan.

Bagaimana pergantian pelatih ini menurut para pembaca sekalian? Tulis komentar kalian pada kolom di bawah. (artsport/ bundesliga.com)


Share:

Jam Terbang Tinggi, Angelino Dipermanenkan RB Leipzig

Publik bola Jerman dan Eropa mungkin masih bertanya-tanya, bagaimana bisa pemain pinjaman dari Manchester City, Angelino mendapatkan kontrak permanen berdurasi 4 tahun dari RB Leipzig yang saat ini menghuni posisi dua klasemen Bundesliga?. Sementara pemain bernama lengkap Jose Angel Esmoris Tasende ini tercatat mondar-mandir di beberapa kloub sebagai pemain pinjaman dari si Biru Langit (Manchester City-red).


Sebelum ke Leipzig, Angelino telah merasakan atmosfer sepak bola sejumlah negara seperti Spanyol, Inggris, Belanda dan  Amerika Serikat, untuk menjalani masa peminjaman di Malorca, Girona (Spanyol), NAC Breda, PSV Eindhoven (Belanda) dan New York City (Amerika Serikat).

Direktur Olahraga Leipzig Markus Krösche meyakini seluruh pengalaman yang ia dapatkan selama masa peminjaman memberi dampak spektakuler pada penampilannya saat dipinjamkan City ke Leipzig.

Dalam penampikan paruh kedua musim 2019/2020, Angelino tercatat tampil dalam 18 pertandingan kompetitif dengan menyumbang lima assist serta 1 gol.     

“ Untuk ukuran seorang bek kiri, catatan ini tidaklah buruk. Angel tidak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan tim ini. Sangat mengesankan melihat dia berkonstribusi untuk mencapai tujuan klub, termasuk di Liga Champions. Dia benar-benar memberi pengaruh di sini,” ujar Krösche.

 

Penampilan mengesankan tersebut yang kemudian mendorong Leipzig untuk memperpanjang masa peminjaman Angelino di musim berikutnya.

Upaya Leipzig ini tandasnya, mendapatkan persaingan dari Barcelona, dimana pasangan dan anak Angelino tinggal. Namun pemain berusia 24 tahun ini memilih melanjutkan karir di Leipzig.

 Memang, Angelino merasa sangat betah di kota dan di klub sehingga dia membeli rumah tahun lalu, sebuah keputusan yang sangat tidak biasa untuk seorang pemain dengan status pinjaman. Hingga akhirnya Leipzig menggunakan opsi mereka untuk menjadikan transfernya permanen.

Semuanya membawa kita ke masa sekarang, dengan Angelino terus tampil mengesankan untuk Leipzig hingga 2021 dan menandatangani kesepakatan hingga Juni 2025. Empat golnya di liga musim ini membuatnya tidak hanya sebagai pencetak gol terbanyak bersama klub bersama striker Yussuf Poulsen, tetapi juga Bek dengan skor tertinggi di liga.

Ciptakan empat assist, ditambah tiga gol di Liga Champions UEFA dan satu lagi di Piala DFB Pokal menjadi alasan kuat bagi Die Roten Bullen (julukan Leipzig-red) sangat ingin mengikatnya.  

 “ Ia sangat penting dalam upaya Leipzig untuk meraih trofi di ketiga Kompetisi. Angel adalah pemain yang sangat bagus, sangat penting untuk permainan kami,” kata Nagelsmann setelah kesepakatan dibuat resmi.

 “Dia memainkan peran utama bersama kami sejak awal, dan meskipun dia sudah berkembang dengan sangat baik dan cepat, dia masih bisa melakukan lebih banyak lagi. Dia terus-menerus ingin mendorong batas kemampuannya dalam hal membuat kemajuan, dan itu sangat mengesankan,” tambahnya.

 

Jarang bagi Nagelsmann untuk memilih satu pemain untuk dipuji, tetapi pilihan timnya adalah konfirmasi dari penghargaan tinggi di mana Angelino berada.. Pelatih kepala Leipzig dikenal karena merotasi timnya untuk menjaga pemainnya tetap segar dan lawan menebak-nebak, tetapi tidak untuk Angelino.

Pemain kidal ini telah memainkan lebih banyak menit Bundesliga musim ini (1.787) daripada pemain lain di klub, sementara dia menjadi starter dalam 29 dari 30 pertandingan kompetitif tim sejauh ini.

 “ Dia bisa bermain di posisi bek kiri, kemudian merambah menyerang sebagai bek sayap kiri atau gelandang kiri untuk Leipzig, memberikan alternatif pemanfaatan lebar di sayap.

 “Angelino selalu ingin bermain dan selalu memiliki tingkat energi yang sangat tinggi,” kata Nagelsmann.

 Kemampuan tinggi Angelino juga dimanfaatkan  di pertahanan, dimana  183 tekelnya mampu menyelamatkan gawang tim. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat  Leipzig  terbang tinggi di tempat kedua, memiliki rekor pertahanan terbaik dari klub Bundesliga mana pun musim ini, dengan hanya kebobolan 18 gol.

Dia,  juga pemain berkualitas tinggi, konsisten, mampu berkontribusi di kedua ujung lapangan.


Pemain Spanyol itu tiba di Red Bull Arena dengan status pinjaman enam bulan dari Manchester City pada Januari 2020.

“ Sebagian besar pemain biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi, mempelajari bahasanya, mengenal budaya dan tuntutan pelatih baru. Angelino tidak, dia langsung berlari dan berkonstribusi bagi tim,” ungkap Nagelsman.  

 Angelino sendiri dalam wawancara dengan awak media mengatakan keputusannya bertahan dengan Leipzig karena faktor pelatih Julian Nagelsman. Dia mengaku sangat senang berada dibawah kepelatihan Nagelsman, taktik, cara bermain serta sema ide dirasakan sempurna bagi karirnya.   

“Nagelsmann membuat saya menjadi sangat kreatif. Dia tidak membatasi saya sama sekali, tetapi memberi kepercayaannya dan saya bebas  untuk membuat keputusan sendiri.” Pungkas pemain berkepala plontos itu.

Terungkap, saat Leipzig mengumumkan kontrak baru sang pemain pada hari Jumat, didasarkan pada statistik serangannya yakni  47 pertandingan kompetitif, sembilan gol dan 16 assist. (artsport/ bundesliga.com)

Share:

Definition List

Unordered List

Support