Delivery Man, Kunci Sukses Atalanta

Dalam beberapa tahun terakhir, Atalanta Bergamasco Calcio atau yang akrab disebut Atalanta menjelma menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang patut diperhitungkan.

Tidak hanya di Italia, squad besutan Gian Piero Gasperini juga turut menjadi kuda hitam yang mampu menumbangkan para raksasa sepak bola Eropa di ajang Liga Champion.

 Terbaru, tim yang juga popular disebut Gli Orobici ini sukses melumat juara bertahan Coppa Italia Napoli pada babak II semi final dengan skor besar, 3-1.  

 Kerja keras, disiplin permainan, taktik brilian dan kemampuan individual sejumlah pemain muda dalam tim ini menjadi deretan kunci sukses hingga saat ini masih bercokol di posisi 7 besar Serie A Italia, lolos ke Final Coppa Italia hingga kembali  memastikan satu tempat di babak perempat final Liga Champions.


Salah satu pemain yang menjadi kunci sukses Atalanta adalah  
Robin Gosens si Delivery Man yang sangat piawai dalam memberikan layanan umpan dan memudahkan barisan penyerang Atalanta dalam menyarangkan si kulit bundar.

 

Berdasarkan statistic team yang dilansir whoscored.com, Gosens berada di posisi rating tertinggi pemain Atalanta dengan nilai 7,43 unggul dari Josip Ilicic dan Papu Gomez yang berada di posisi ke-2 dan 3.

 Kepiawaian pemain ini dalam memerankan pola delivery bola melalui layanan umpan-umpan jitu ke kotak pertahanan lawan membuatnya mengemas 4 assist dan 6 gol.

 Gosens mengawali karier sepak bola di tanah kelahiran, Jerman. Memperkuat klub lokal, Fortuna Elten, dari 2000 hingga 2007. Setelah itu, Gosens menyeberang ke FC Bocholt.

Kemampuan yang terus berkembang membuat karier Robin Gosens menanjak. Meski hanya selangkah demi selangkah, namun kemajuan jelas terlihat. Ia menjadi bagian Vitesse Arnhem U-21 pada 2013.

 Karir Gosens mulai terlihat dunia saat memperkuat Heracles Almelo dengan kemasan  70 pertandingan, 5 gol plus tujuh assist.

 Rekam jejak tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi Atalanta, tim kecil di Italia yang gemar mencari pemain berbakat dengan harga murah. Kemudian, mereka tidak ragu menjual pemain tersebut di masa depan jika harga yang dilayangkan sesuai.

Gosens resmi mendarat ke Atalanta pada tahun 2017 dengan mahar 900 ribu pounds

Keputusan Robin Gosens menuju Atalanta sangat tepat, sebab di tim ini  Ia mendapatkan kesempatan tampil reguler di tim utama. Pada musim debut.

 Tak ayal, Gosens unjuk gigi dalam 26 pertandingan dengan torehan dua gol plus dua assist.

Sepak bola Italia dan taktik Gasperini membuat performa Robin Gosens melejit. Ia tampil sebagai bek sayap dalam taktik 3-4-1-2 ala Gasperini.

Musim berikutnya, Robin Gosens semakin bersinar. Jam terbangnya bertambah menjadi 36 pertandingan dalam semusim. Ia juga mengemas tiga gol plus dua assist.

Robin Gosens mulai memetik kerja keras yang selama ini dibangun pada musim 2019-2020. Gosens mengorehkan 10 gol dan delapan assist dalam 43 pertandingan. Ia juga berpeluang dipanggil tim nasional Jerman.

Tidak heran, Gosens mulai dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa. Inter Milan, Juventus, Chelsea, dan Barcelona dikabarkan saling sikut mendapatkan servis Gosens.

Robin Gosens punya kriteria khusus bagi destinasi selanjutnya. Ia tidak ingin menjadikan uang sebagai tolok ukur.

"Uang memang penting. Namun, itu tidak pernah memengaruhi keputusan yang saya ambil," terang Gosens seperti dilaporkan The Athletic.

 "Menjadi bagian dalam proyek lebih penting daripada aspek finansial. Anda hanya dapat berkembang secara pribadi dan permainan jika ada seseorang yang percaya," sambungnya.

Lebih lanjut, Gosens semringah dengan kabar yang mengaitkannya kepada klub-klub elite Eropa. Menurutnya, itu menjadi indikasi permainannya menuju arah positif.

 "Apa yang saya lihat di masa depan? Sangat sulit menjawab pertanyaan ini. Pandemi virus corona menyebabkan ketidakpastian pada semua klub," ujar Gosens seperti dilaporkan SempreInter.

Berdasarkan kabar yang berkembang di Italia, Atalanta menyadari mempertahankan Robin Gosens akan sulit. Atalanta tidak keberatan Gosens angkat kaki jika tawaran yang datang tak kurang dari 30 juta euro.

"Saya tidak khawatir. Tentu saya mendengar rumor yang mengaitkan dengan klub besar Eropa. Itu adalah hal yang gila. Saya masih tidak percaya memiliki kemampuan untuk bermain di klub-klub tersebut."

Sejatinya, Robin Gosens punya keinginan hengkang ke Schalke. Sang pemain menyukai proyek yang dibangun Schalke saat ini. Namun, ia melihat peluang tersebut tipis.

 "Namun, untuk saat ini sepertinya transfer sulit terealisasi mengingat situasi keuangan mereka dan saya tidak tahu apakah itu masuk akal."

 "Saya bahagia di Atalanta. Namun, saya tidak pernah menyembunyikan fakta ingin pergi dan bermain di Jerman. Saya tidak tahu kapan itu akan terjadi," ungkap sang pemain.

 Kini, Robin Gosens berada pada usia emas pesepak bola (26 tahun). Ia siap memberikan layanan kirim umpan dan cetak gol di klub dengan prestise lebih tinggi. (ARTSPORT/bolaskor.com)


Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support