Tampilkan postingan dengan label LIGA INGGRIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIGA INGGRIS. Tampilkan semua postingan

Tantang Sociedad, Setan Merah Tanpa Pogba

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer menginformasikan Paul Pogba bakal absen dalam beberapa laga di bulan ini, karena tengah melanjutkan pemulihan cedera paha yang diderita. Pogba juga dipastikan absen dalam laga leg pertama babak 42 besar Liga Eropa menghadapi Real Sociedad  yang akan digelar Kamis (18/5) di Allianz Arena Juventus.


Pemilihan markas Juventus ini sebagai tempat netral karena pembatasan akibat perkembangan kasus Covid-19 di Inggris.

Mantan gelandang Juventus juga dikabarkan belum akan tampil pada leg II yang akan berlangsung di Old Trafford tanggal 25 Februari mendatang.  

Pogba telah absen sejak pertandingan di Liga Domestik melawan New Castle dan Chelsea, dan sedang memacu pemulihannya agar bisa tampil dalam derby melawan Manchester City tanggal 6 Maret.  

Selain Pogba, Edinson Cavani dan Donny Van de Beek juga tak akan dibawa dalam skuad untuk menghadapi Sociedad karena menderita cedera otot saat laga imbang 1-1 melawan West Bromwich Albion pekan lalu.

 

“ Paul pulih dengan baik. , dia tengah memulai perawatan dan masa pemulihan kebugaran yang akan berlangsung selama beberapa minggu. Yang pasti dia tak akan tampil sepanjang Februari,” kata Solskjaer pada konferensi pers hari Rabu lalu.

 “ Sayangnya Donny dan Edinson cedera otot, jadi mereka juga tidak bisa tampil di Turin. Kami sangat bersemangat dan memastikan tim tetap kompetitif. Meskipun menghadapi lawan berat, kami yakin bisa melangkah ke babak berikutnya. Satu-satunya tujuan kami adalah menang besok,” tandasnya. 

Sementara pelatih Sociedad, Imanol Alguacil mengaku tidak mempermasalahkan laga yang harus berpindah ke Allianz Arena Juventus, karena pembatasan akibat Covid-19.

Menurutnya, Sociedad harus menampilkan kerja keras dalam pertandingan ini, agar bisa menghasilkan kemenangan.

`` Kami tidak akan mencari alasan jika kami memainkan pertandingan yang buruk dan hanya karena pertemuan itu dimainkan jauh Dari Anoeta. Saya tidak suka alasan,” tegasnya.

`` Kami menghadapi lawan yang sangat sulit tetapi jika kami memainkan permainan kami, tetap ada peluang menang. Saya harap ini akan menjadi pertandingan yang indah. Kedua tim bisa memainkan sepakbola yang bagus dan saya harap kami lebih efektif dari mereka. Kami sangat menghormati Manchester United, untuk sejarah klub, tim mereka, dan pelatih mereka,” pungkasnya. (artsport/espn.com)

Share:

Awal Baru Bale Atau Akhir Cerita Superstar

Jermaine Jenas, mantan pemain Tottenham Hotspur pada periode 2005 hingga 2013, Minggu (14/2) memberikan komentarnya kepada BBC Sport terkait kiprah Gareth Bale musim ini bersama The Lilywhites.  Melihat sejumlah penampilan Bale musim ini kata Jenas, dengan berbagai situasi sebagai pemain pengganti memberi gambaran pemain yang pernah mengecap nama sebagai pemain termahal di dunia ini belum habis. 


Saat melawan Machester City akhir pekan lalu, Bale sempat memperlihatkan kemampuannya dalam menggiring bola melewati 3 pemain lawan yang diakhiri dengan sebuah tembakan yang memaksa Ederson melakukan penyelamatan ekstra.

Padahal saat itu, ia hanya menjadi cameo selama 18 menit. Tak hanya itu, Jenas juga mengaku memperhatikan saat Bale kembali ke lini tengah hingga turun ke wilayah pertahanan untuk menyemangati rekan-rekannya agar tetap naik menyerang. Walau hanya sekilas, jelas terlihat Bale tertarik untuk bertahan dan peduli dengan tim ini.

“ Setidaknya itulah yang saya harapkan dari Bale ketika dia kembali ke Spurs dengan status pinjaman dari Real Madrid pada bulan September, tetapi selama dia berada di sana, momen-momen seperti itu terlalu sedikit dan jarang terjadi,” ungkapnya.

“ Seperti yang kita lihat di Etihad Stadium, dia masih memiliki bakat yang luar biasa. Anda hanya perlu mendukung, mendorong dan membuatnya bermain sepak bola seperti yang dilakukannya untuk Wales. Saya berharap itu bisa terjadi di Spurs, tetapi mungkin hanya Bale yang tahu apakah itu akan terjadi,” tandas Jenas.

 “ Apa yang harus dia tunjukkan sekarang adalah lebih dari rasa lapar akan prestasi. Tanpanya, karier luar biasa Bale terancam berakhir dengan sedikit rengekan.  Dan talenta hebatnya pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita lihat sekarang ini,” tekan pemain yang juga pernah memperkuat Queens Park Rangers itu.

Bermasalah dengan Morinho?

Meski tanpa mengetahui detail lengkapnya, terlihat jelas ada masalah antara Bale dan manajernya Jose Mourinho setelah melihat apa yang terjadi pekan lalu.

Hal ini juga terlihat jelas pada sang manajer yang berbicara tentang postingan  media pemain binaannya, dan menjelaskan bahwa itu tidak benar (dalam hal ini Mourinho menanggapi ketika Bale mengatakan di Instagram bahwa dia menjalani sesi latihan yang baik sebelum absen dalam kekalahan tengah pekan Tottenham di Piala FA oleh Everton). 

Bale yang mungkin diharapkan oleh Mourinho dan pendukung Spurs ketika dia menandatangani kontrak pada bulan September belum mampu menjawab sesuai ekspektasi.  Dari sudut pandang pemain, dia mungkin tidak setuju dengan taktik Mourinho atau cara pelatih asal Portugal itu mengaturnya.

Jadi, apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang terlihat dari Bale pada hari Sabtu merupakan tanda bahwa dia dan Jose dapat menyelesaikan perbedaan mereka, dan Bale dapat memulai lebih banyak pertandingan. Atau, apakah semuanya akan berantakan lagi, dan kita akhirnya melihat Bale lebih sedikit tampil daripada sebelumnya?

“ Kami akan mencari tahu dalam beberapa minggu ke depan,” ucapnya. 

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah Sebuah Hinaan 

 

“ Saya telah melihat banyak hal ketika Bale menjadi  pemain pengganti ketiga dan terakhir Mourinho, ketika Spurs sudah tertinggal 3-0, tetapi Anda hanya dapat berspekulasi tentang proses pemikiran manajer Tottenham saat itu,” kata Jenas lagi.

 Jika hubungan mereka benar-benar putus, maka mungkin Mourinho tahu timnya sangat lelah dan mereka memiliki jadwal sibuk, jadi Bale dan Dele Alli yang juga tidak disukai hanya tampil karena menurutnya permainan telah berakhir. Sehingga Mourinho menempatkan dua pemain yang mungkin tidak akan banyak memberikan dampak pada hasil pertandingan. 

 “ Saya tidak percaya itu. Secara pribadi, saya pikir dia membuat perubahan berdasarkan apa yang terjadi dalam permainan dan itu tidak ada hubungannya dengan posisi Bale dalam urutan kekuasaan.

 Misalnya, ketika dia memasukkan Moussa Sissoko pada babak pertama, skornya 1-0 dan Mourinho mungkin berpikir hanya perlu bertahan dalam permainan ini.

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah penghinaan bagi Bale. Terkecuali jika Morinho  membiarkan dia tetap di bangku cadangan atau keluar dari skuad sepenuhnya,” sambung Jenas.


 Waktunya bermain mengatasi rasa sakit?

 “ Seperti yang saya katakan pada Friday Football Social on 5 Live minggu lalu, jika orang berharap untuk melihat Gareth Bale yang sama saat saya berada di Spurs bersamanya, mereka bodoh.

Menit bermain bukan masalahnya, karena betapa sedikitnya menit dia tampil untuk Real dalam beberapa musim terakhirnya, tetapi pada saat yang sama hampir tidak membantu karena dia sudah lama tidak bermain secara teratur. Dia sekarang berusia 31 tahun, dia mengalami cedera dan dia adalah pemain yang berbeda dengan orang yang mencabik-cabik tim di zaman saya.

 Pada dasarnya saya ingin dia mengatakan, 'Spurs menempatkan saya di panggung dunia. Sekarang saya akan membawa semua pengalaman itu kembali ke klub yang saya cintai ini, dan menunjukkan kepada Anda bagaimana hal itu dilakukan '.

Itu masih bisa terjadi, karena Spurs masih memiliki banyak kesempatan musim ini, dalam perebutan empat besar serta final Piala Carabao dan berusaha memenangkan Liga Europa.

Jika dia menunjukkan semangat juang tinggi sebagaimana saat bermain melawan City, meskipun saat itu tahu sudah kalah, Bale masih bisa membuat kehadirannya diperhitungkan.

Serangkaian permainan bisa membuat perbedaan

Penggemar Spurs pasti telah menonton Bale pada hari Sabtu dan berpikir 'tim harus lebih sering menggunakannya' tetapi kembali pada keadaan sang pemain.

“ Saya tahu ketika saya bermain dengannya di Spurs di bawah Harry Redknapp, dia adalah salah satu pemain yang rentan cedera. Namun Harry biasa mengabaikannya dan berkata bermainlah hingga  mencapai batasmu. Saya rasa Jose perlu melakukan hal serupa sekarang.

 Mudah-mudahan apa yang kami lihat di Etihad bisa menjadi awal dari kebangkitannya di Spurs, karena saya pikir dia masih memiliki kemampuan untuk tim ini,” pungkasnya. (artsport/ bbc.com) 


Share:

‘False Nine’ Guardiola, Siap Bongkar Pertahanan Spurs

Pekan ke-24 Liga Premier Inggris akan menyajikan sejumlah partai menarik, diantaranya laga big match antara Tottenham Hostpur kontra Manchester City. Hasil dua pertemuan terakhir memihak armada Jose Mourinho lewat metode serangan balik. Besar kemungkinan, strategi serupa akan diterapkan Mourinho saat tandang ke Stadion Etihad pada Minggu dini hari (14/2/21). Akankah Tottenham mencetak hattrick kemenangan atas City? Atau justru sang pemuncak klasemen yang melanjutkan rekor kemenangan beruntun pada 15 laga di semua kompetisi? Berikut ulasan Adrian Clarke, mantan punggawa Arsenal yang saat ini menjadi analis pertandingan dan jurnalis olahraga. Taktik Jitu Mourinho Taktik yang diterapkan Mourinho pada sejumlah laga besar sangat mengandalkan peran para pemain depan untuk bermain efisien dan memanfaatkan semua peluang. Catatan dua kemenangan yang diraih Tottenham atas City diraih lewat pola bertahan, memanfaatkan setiap kesalahan lawan. Umpan-umpan lambung yang terarah kepada Son Heung-min benar-benar membombardir pertahanan City. Umpan-umpan terobosan yang diperagakan The Lilywhites (julukan Tottenham-red) juga kerap merepotkan pertahanan City, terbukiti dengan lahirnya gol-gol dari skema dimaksud pada dua laga sebelumnya. Dalam pertemuan tahun lalu, gol kemenangan Tottenham dihasilkan dari upaya Steven Bergwijn yang melepaskan tendangan voli luar biasa dari bola mati yang tidak bisa diantsipasi Nicolas Otamendi, lantas di manfaatkan Son mengoyak jala gawang The Citizens. “ Spurs jelas sangat memanfaatkan setiap celah dan kesalahan individual para pemain City,” ujar Clarke. Rekor dua pertemuan terakhir
SUDAH TERUJI Catatan dua pertandingan sebelumnya menegaskan strategi Mourinho yang tidak akan menerapkan pola penguasaan bola saat menghadapi City. Spurs hanya menerapkan sepertiga penguasaan bola dalam dua pertemuan terakhir, namun efektif merepotkan city dengan operan-operan panjang. Strategi serupa pernah juga diterapkan Leicester City kala menggilas tim asuhan Pep Guardiola 5-2. Saat itu, Leicester hanya melakukan 28,3 persen penguasaan bola, namun 21 persen passing yang diterapkan berbuah hasil. Berkaca pada laga-laga lain City, terlihat jelas pertahanan yang dikomando Ruben Dias kerap gagal menangani bola panjang. Akan mengejutkan jika Spurs gagal memetik hasil manis dari strategi yang sama. Statistik Pertemuan Spurs vs City
City sendiri sepertinya telah belajar dari kekalahan musim lalu. Sejak akhir November, penguasaan bola terlihat lebih baik dan mampu meminimalisir kesalahan antisipasi umpan-umpan panjang lawan. Peran pemainseperti Joao Cancelo serta semakin kompaknya duo bek tengah Dias dan John Stone menjadi kunci perubahan tersebut. Hasilnya, dalam 14 pertandingan liga terakhir, mereka hanya kebobolan tiga gol. Perubahan sistem Guardiola telah membuat dua perubahan penting pada gaya timnya sejak kekalahan mereka dari Spurs. Pertama, mereka telah bermain tanpa striker yang diakui dalam sejumlah kesempatan konferensi pers pasca pertandingan. Pelatih berkepala plontos ini mengandalkan Phil Foden, Riyad Mahrez, Bernardo Silva, Ferran Torres dan Kevin De Bruyne sebagai 'false nine', Strategi ini rupanya cukup ampuh untuk merusak strategi lawan karena sulit untuk ditebak. Para pemain city dalam prakteknya selalu melakukan rotasi yang tidak biasa untuk menarik keluar lawan dari posisinya, sekaligus membongkar strategi bertahan . City sejak kalah dari Spurs pada November
Pada sejumlah pertandingan, terkesan kurang fokus pada retensi bola. Selama kemenangan impresif di Chelsea dan Liverpool, para pemain City menguasai bola sebesar 45,4 persen dan 44,1 persen. Dengan strategi menarik lawan ke arah mereka, mampu membuka celah pertahanan musuh yang dilanjutkan dengan serangan cepat. Apakah strategi memanfaatkan ‘False Nine’ akan membantu City saat mkenghadapi Spurs yang dipredikisi tampil dengan taktik yang sama saat mengalahkan mereka sebelumnya?. (artsport/premierleague.com)
Share:

Definition List

Unordered List

Support