Tampilkan postingan dengan label MMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MMA. Tampilkan semua postingan

Jika Chandler-Oliveira Bermasalah, Dariush Siap Berebut Gelar Juara

Petarung kelas ringan UFC Beneil Dariush mengaku siap menggantikan posisi Charles Oliveira atau Michael Chandler pada laga utama UFC 262, jika salah satu diantara mereka mengalami masalah sebelum pertarungan.  Dia bahkan optimis bisa bertarung selama lima ronde pada partai perebutan sabuk juara, jika salah satu diantara Chandler maupun Oliveira tak bisa bertarung.

Beneil Dariush. (foto: zimbio.com)

Dariush dijadwalkan turut bertarung pada UFC 262 bulan depan, menghadapi salah satu petarung sangar kelas ringan UFC Tony Ferguson.

Meski menganggap pertarungannya melawan Ferguson sebagai laga terbesar dalam karirnya, Dariush tetap optimis menatap peluang agar bisa berjuang memperebutkan tahta yang ditinggalkan Khabib Nurmagomedov.

Berbicara kepada jurnalis MMA Junkie.com Farah Hannoun, Dariush mengaku bersemangat untuk melawan Ferguson serta menjadi cadangan tidak resmi bagi pertarungan perebutan gelar juara kelas ringan yang lowong.

“Saya telah berlatih untuk pertarungan selama lima ronde. Secara logis, Tony bertarung lagi setelah mengalami dua kekalahan, sementara saya telah meraih 6 kemenangan beruntun. Jadi pihak UFC dapat menunjuk saya bertarung pada partai utama, jika salah satu diantara Chandler dan Oliveira mengalami masalah. Sekali lagi, saya sudah siap untuk pertarungan lima ronde,” harapnya. 

foto:zimbio.com

“ Tentu saya tidak berharap Chandler maupun Oliveira bermasalah, dan partai utama itu tetap terlaksana. Namun jika peluang itu ada, tentu saya juga berhak untuk mendapatkannya. Saya akan mengejar semua petarung elit di divisi ini, dan mereka tak bisa menghindari saya,” tekannya.

Bahkan jika peluang melakoni partai utama itu tak didapatkan pada UFC 262, kesempatan untuk melakoni partai perebutan gelar juara tetap terbuka lebar bagi Dariush. Dengan catata, ia menang atas Ferguson untuk memuluskan jalan menuju tangga elite kelas ringan UFC.

Bagaimana menurut anda, apakah Dariush bisa mengalahkan Ferguson di UFC 262?. Tulis komentar anda!. (sportakulare.blogspot.com/BJPENN.COM)


Share:

Usman vs Khabib Akan Jadi Duel Bersejarah di UFC

Juara kelas welter UFC Kamaru Usman meyakini pertarungan antara dirinya melawan mantan juara kelas ringan Khabib Nurmagomedov akan menjadi pertarungan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut.

Keyakinan Usman pada laga ini (melawan Khabib-red) mengacu pada kemenangan ke-14 berturut-turut, tepatnya saat menumbangkan Jorge Masvidal pada duel utama UFC 261 lalu.

Hasil ini semakin menasbihkan dirinya sebagai yang terbaik yang di kelas welter karena hampir mengalahkan semua penantang di peringkat 5 besar.

Meskipun Usman tampaknya ditakdirkan untuk pertandingan ulang dengan Colby Covington , jagoan asal Nigeria tetap mempertimbangkan jenis tantangan lain diluar zona nyamannya.

Saat disodorkan pertanyaan terkait kmungkinan menghadapi Khabib oleh TMZ Sports, Usman langsung menyatakan optimisme laga ini akan menjadi pertarungan yang sangat besar dan dia mengaku sangat tertarik.

Tapi pada saat yang sama, Usman pesimis laga ini akan terwujud, sebagaimana kemungkinan duelnya melawan  Georges St-Pierre  yang sempat dielu-elukan publik.

“Ini pasti akan menjadi pertarungan terbesar dalam sejarah UFC. Tapi masalahnya, itu tidak akan terjadi. Itu hanya hipotesis. Saya juga kehilangan kepercayaan pada yang satu ini. Saya pikir Anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk membuat Kamaru Usman dan Georges St-Pierre terjadi sebelum Kamaru Usman dan Khabib Nurmagomedov. Itu tidak akan terjadi begitu saja, 'kata Usman.

Bagaimana pendapat para pembaca sekalian? Apakah Anda ingin melihat Kamaru Usman melawan Khabib Nurmagomedov suatu hari nanti? Tulis komentar anda!. (sportakulare.blogspot.com/BJPENN.COM)

 

Share:

Lewis Bakal Berebut Gelar Lawan Ngannou, Jones Tersingkir ?

Penantang peringkat dua kelas berat UFC Derrick Lewis menyatakan telah ditawari pertandingan ulang melawan Francis Ngannou yang saat ini menjadi raja baru divisi tersebut. Dia juga meyakini jika Jon Jones tidak lagi menjadi pilihan untuk pertarungan gelar juara, karena perselisihan dengan UFC.

Hal ini diungkap Lewis dalam wawancara dengan jurnalis ESPN Ariel Helwani. Saat ini kata Lewis, UFC tinggal menunggu pernyataan setuju dari sang juara.

“Saya bahkan tidak tahu apakah saya bisa membicarakan semua ini. Tapi sesuatu akan terjadi. Kami tinggal menunggu persetujuan Francis untuk mewujudkan duel tersebut. UFC telah memberinya beberapa tanggal, beberapa bulan, jadi saat ini  tinggal menunggu tanggapannya, “kata Lewis.

“ Agustus terlihat sangat bagus, kemungkinan bulan ini yang ditawarkan untuk mewujudkan duel kami,” ungkapnya lagi.

Ngannou sendiri saat ini sedang menikmati masa kemenangannya dengan pulang  ke Kamerun untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan penggemarnya. Jadi kemungkinan Francis akan membutuhkan lebih banyak waktu istirahat sebelum dia kembali ke octagon. 

Rencana awal untuk duel Ngannou vs Lewis 2 berlangsung di UFC 263 pada bulan Juni, tetapi dengan Ngannou membutuhkan lebih banyak waktu istirahat, maka partai Israel Adesanya vs Marvin Vettori menjadi pilihan utama sebagai gantinya.

Dengan Lewis menerima pertarungan melawan Ngannou, 'The Black Beast' percaya Jon Jones sekarang secara resmi keluar dari pencalonan untuk menjadi orang berikutnya yang berjuang untuk sabuk kelas berat.

Jones memang sempat gencar dibicarakan untuk menjadi lawan berikutnya bagi The Predator (juluklan Ngannou-red). Namun, Jones dan UFC sekarang terlibat dalam perselisihan pembayaran publik dan tidak ada jaminan Jones akan bertarung.

Alih-alih 'Bones' mendapatkan peluang perebutan gelar, presiden UFC Dana White justru telah menunjuk Lewis untuk melawan Ngannou sebagai gantinya.

Bagaimana tanggapan para pembaca tentang laga perebutan juara antara Francis Ngannou dan Derrick Lewis? Tuliskan komentar anda.(sportakulare.blogspot.com/BJPENN.COM)



Share:

Joanna Jedrzejcyk Bantu Namajunas Kalahkan Zhang Weili

Rose Namajunas secara mengejutkan mampu membalikan semua prediksi yang tidak menggunggulkan dirinya kala bersua Zhang Weili pada partai perebutan gelar kelas jerami UFC, akhir pekan lalu. Lewat sebuah tendangan ke arah kepala, ‘Thug Rose’ sukses membuat sang juara bertahan terkapar, sekaligus merebut kembali sabuk yang pernah dikuasainya.

Namajunas mengungkap jika salah satu faktor yang secara tidak sengaja membantunya mengalahkan petarung asal negeri ‘Tirai Bambu’ adalah Joanna Jedrzejcyk yang juga merupakan salah satu rival terberat di kelas ini.

Namajunas mengakui jika Joanna telah memberikan gambaran cara mengalahkan Zhang Weili, kala keduanya (Joana-Zhang Weili) bertarung pada tahun lalu.  

Lewat pertarungan itu, Namajunas melihat peluang untuk mengalahkan sang juara.

Namajunas dalam wawancara bersama Megan Olivi pasca pertarungan mengakui secara tidak sengaja Joana telah membantunya untuk kembali bertahta.

“Saya telah melihat tendangan kiri tinggi di kepala pada saat Joana menghadapi Zhang Weili. Tehnik ini sangat memberi berpeluang untuk dilakukan kepada Zhang, dan saya meyakini untuk dilakukan.   

“Saya hanya harus mendapatkan jangkauan dan harus bersabar. Dia merasa percaya diri karena dia menyentuh saya dengan tendangan rendah bagian dalam dan jab. Tusukannya adalah pukulan kecil yang dia tempelkan di sana. Tapi saya pikir itu hanya membantu saya mendapatkan jangkauan saya dan saya hanya mengontrol pernapasan saya. Saya siap untuk bermain selama 25 menit jadi saya tetap tenang. '

Kebangkitan namajunas kembali ke puncak benar-benar luar biasa. Banyak spekulasi beredar tentang kemungkinan bagi Namajunas untuk kembali bersua Joana pada laga berikutnya.

 Apakah anda sepakat dengan kemungkinan ini?, atau anda memiliki prediksi lawan yang lebih menjanjikan sebagai ujian pertahanan gelar Namajunas?. Tuliskan komentar anda di bawah. (sportakulare.blogspot.com//BJPENN.COM)

Share:

Gangster Senior Berniat ‘Comeback’, UFC Siap Bantu

Presiden UFC Dana White mengonfirmasi keinginan salah satu petarung senior Nick Diaz untuk kembali berlaga di octogon.

Nick yang bersama saudaranya Nate Diaz dijuluki petarung gangster terakhir berlaga pada UFC 183, Januari 2015, dengan hasil kekalahan melalui keputusan mutlak dari Anderson Silva.

Sebelum melawan Silva, Nick juga tercatat mengalami kekalahan dari Georges St-Pierre di UFC 158, Maret 2013.

Sementara kemenangan terakhirnya didapatkan atas BJ Penn pada main event UFC 137 bulan Oktober 2011.

Belum lama ini, Nick memposting foto sejumlah aktivitas latihan sebagai isyarat untuk kembali beraksi di atas octogon UFC.

Hal ini pun turut dibenarkan White saat konferensi pers pasca UFC 261, sekaligus mengungkap rencana pertemuan lanjut dengan Nick untuk membicarakan laga comebacknya.

Pria berkepala plontos menyatakan, jika Nick benar-benar ingin bertarung, maka White dan UFC siap membantu.

“Nick ingin bertarung. Tentu, (kami akan memberinya satu). Kita akan lihat bagaimana kelanjutannya. Dia menungguku di belakang sekarang. Aku akan berbicara dengannya, “kata White kepada MMAjunkie.com.

Jika Diaz kembali turun gunung, maka bisa dipastikan untuk melawan petarung yang juga memiliki nama besar dalam olahraga. Karena Nick mungkin ingin kembali untuk mendapatkan bayaran yang besar.

Meskipun Diaz belum pernah memenangkan pertarungan dalam satu dekade, dia masih merupakan nama besar di jagad MMA. Kehadirannya tentu sangat dinantikan para penggemar combat sport di seluruh dunia.

Apakah Anda ingin melihat Nick Diaz kembali ke Octagon?, siapa lawan yang pantas untuk menjajal kemampuan sang petarung gangster senior pada laga comebacknya? Tuliskan komentar anda di bawah. (sportakulare.blogspot.com/ BJPENN.COM)



Share:

Tantang Overeem, Lewis: Saya Ingin Menamparnya

Meski tengah focus dengan pertarungan di acara utama UFC vegas 19 melawan Curtis Blaydes sabtu malam ini (20/2), Derrick Lewis tetap menyempatkan untuk mengirimkan tantangan kepada Alistair Overeem. Petarung berjuluk ‘The Black Beast’ ini meminta Overeem agar tidak gantung gantung sarung tangan dulu, karena Lewis masih ingin menampar pipinya.  


Tantangan ini sendiri merujuk pada perseteruan kedua petarung yang telah beberapa kali terlibat perang mulut.

Sebelumnya Overeem mengutarakan prediksi pertarungannya melawan Lewis akan menjadi laga yang mudah.

Namun Lewis sebaliknya mengatakan telah menantang Overeem sebanyak 4 kali dalam 3 tahun terakhir, namun tidak pernah ada tanggapan balik.

“Saya ingin melawan Overeem selanjutnya. Saya tidak tahu apakah Overeem masih akan bertarung setelah pertarungan terakhirnya melawan Alexander Volkov.  

Dia telah mengucap kata-kata sampah kepada saya dan pertarungan melawannya adalah pertarungan selanjutnya yang saya inginkan.

Lewis dalam cuitannya meminta satu permohonan terakhir untuk Overeem yang telah berkali-kali menyatakan kariernya mendekati akhir, utamanya setelah mengalami kekalahan knockout dari Volkov beberapa minggu lalu, untuk mengurungkan dulu niat pensiun.

“Jika Overeem menonton ini, saya minta jangan pensiun dulu karena saya benar-benar ingin menampar pipi anda dalam pertarungan,” ungkap petarung asal Amerika Serikat itu.

Pertarungan antara Lewis dan Blaydes pekan ini diprediksi bakal menjadi jalan yang akan membawa pemenang pertarungan menjadi penantang gelar kelas berat UFC. (artsport/mmamania.com)

Share:

Tidak Mengakui Kekalahan, Covington Kembali Tantang Usman

Kemenangan Kamaru Usman atas penantang nomor satu kelas welter Gilbert Burn dengan TKO ronde 3 telah membuat banyak pihak terkesan, termasuk sang Presiden UFC Dana White. Namun dibalik deret rasa takjub yang hadir, ada segelintir orang yang mengaku tidak terkesan dengan aksi sang juara. Salah satunya Colby Covington, salah satu rival yang pernah dikalahkan Usman, dan saat ini kembali menduduki posisi pertama penantang gelar di kelas itu.


Berbicara kepada Radio Submission, Covington mengaku tidak terkesan dengan kemenangan Usman atas Burns.  

Dia bahkan menyebut penampilan Usman saat itu terlihat seperti petarung yang sudah siap kalah pada pertarungan berikutnya.

Ia pun menyampaikan optimism untuk menjadi orang yang menyingkirkan Usman dari singgasananya saat pertemuan kedua mereka digelar.

“ Gilbert nyaris menghabisinya di babak pertama. Saya benar-benar tidak melihat sesuatu yang istimewa dari Usman, bahkan terlihat menurun perkembangannya. Laga ini membuat Dia (Usman-red) terlihat seperti seorang pria yang siap dikalahkan oleh Colby ‘Chaos’ Covington 2.0,” tekannya.   

Pasca menderita kelahan melalui TKO ronde kelima dari Usman tahun 2019 lalu, Covington memang telah beberapa kali melayangkan tantangan pertandingan ulang kepada sang juara.

 

Penampilan bagus  pasca laga lawan Usman yakni melawan mantan juara Tyron Woodley membuatnya tetap kompetitif, dan tetap berada di jalur penantang paling sengit di kelas welter.  

 “ Dia (Usman-red) sangat beruntung pada pertemuan pertama kami. Saya yakin saat itu nilai saya lebih baik darinya yakni 3-1. Dalam pertarungan selanjutnya saya tidak ingin wasit menghentikan pertarungan.  Ada banyak momen ketika saya unggul saat itu, dan semua orang tahu itu. Saya ingin pertandingan ulang, Jorge Masvidal sudah kalah dalam pertarungan sebelumnya, jadi hanya saya yang tersisa di puncak untuk melawannya,” tantangnya.

 “ Jadi, ada banyak urusan yang belum selesai. Dia tahu hanya saya yang bisa memberikan tantangan terberat,” kunci petarung berjuluk Chaos itu.

 Apa pendapat Anda tentang komentar dari Colby Covington ini sobat?. Tulis di kolom komentar.  (artsport/ bjpenn.com)

Share:

GSP Tidak Tertarik Lawan Kamaru Usman

Salah satu legenda Ultimate Fighting Championship (UFC) yang pernah ada, Georges St-Pierre menegaskan tidak berniat menfgakhiri masa penisun untuk sekedar meladeni tantangan juara kelas welter saat ini, Usman Kamaru. Alasannya sederhana, GSP (panggilan populer Georges-red) tak mau menghabiskan masa 3 bulan untuk melakukan persiapan menuju laga itu serta tidak lagi memiliki motivasi untuk pertarungan tersebut.


“Saya rasa tidak ada yang bisa membuat saya termotivasi untuk kembali ke kompetisi sekarang. Meninggalkan rumah dan lain-lain untuk melakukan persiapan selama 3 bulan? Itu tidak akan lagi saya lakukan. Sekarang ini saya sehat dan saya kaya.

 Lebih lanjut kepada BJPenn.com menggambarkan situasi jika ia memenuhi harapan akan terwujudnya pertarungan ini. Pertama, dia harus mencari tempat berlatih, membawa pelatih dan seluruh mitra tandingnya ke suatu tempat untuk mempersiapkan diri menghadapi laga lawan Usman.

Kedua ia harus menghadapi situasi stress untuk mencoba dan memikirkan strategi agar bisa meraih kemenangan dari Usman.

 “Cobalah untuk menempatkan diri Anda pada posisi saya dan cobalah untuk kembali. Seiring waktu berlalu, pertarungan tidak lagi menarik minat saya. Dan saya tidak berpikir ada orang sekarang yang akan membuat saya kembali. Saya baik. Saya akan selalu berlatih dan menjadi bugar,” ungkap petarung asal Kanada itu. 

Ide untuk menghdirkan laga ini sendiri bermula saat Kamaru Usman memetik kemenangan TKO ronde 3 atas Gilbert Burns akhir pekan lalu, sekaligus mencatatkan rekor kemenangan yang mampu melampui GSP di kelas itu.

Munculah sejumlah reaksi yang memikirkan bagaimana kalau Usman menghadapi sesama pemilik rekor hebat yakni GSP.

Mendapati reaksi ini, Usman pun membuka peluang kepada sang mantan juara untuk melakukan laga perebutan juara melawan dirinya.  

GSP yang selama karier profesionalnya mengemas rekor 26-2 hingga saat ini dianggap sebagai salah satu petarung terhebat sepanjang masa.

Setelah empat tahun meninggalkan olahraga, GSP kembali pada 2017 dan memenangkan gelar kelas menengah melawan Michael Bisping.

St-Pierre sekarang berusia 39 tahun, dan belum pernah bertarung sejak dia memenangkan gelar keduanya di banyak divisi pada tahun 2017. (artsport/ bloodyelbow.com)



Share:

Turnamen Kelas Ringan di Persiapkan, Siapkah Oliveira Lawan Chandler?

 


Tak bisa dipungkiri, panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) utamanya di zona bertabur bintang yakni kelas ringan memang memiliki daya tarik berkelas box office.

Tak heran jika kelangsungan jalannya kompetisi serta kepastian perebutan gelar juara pasca pensiunnya Khabib Nurmagomedov terus menjadi bola liar yang menggelinding menghantam sebagai kritik dan tekanan bagi semua orang yang bertanggungjawab di dunia UFC, terutama bagi sang Presiden Dana White.

Untuk itu, meski masih bersikukuh untuk mengembalikan The Eagle (julukan Khabib-red) untuk minimal satu pertarungan lagi, White mengaku tengah mempersiapkan rencana serius bagi masa depan divisi ini.

Satu langkah kongkrit yang telah dilakukan adalah mengkonformasi para petarung di deretan elite untuk baku hantam menuju gelar juara.

Belum lama ini, White telah mengkonfirmasi kebenaran dari pernyataan pelatih Oliveira, Diego Lima yang menyatakan pihaknya tidak akan bertarung untuk laga tanpa perebutan gelar juara.

Dana White

White menyatakan hal itu tidak benar, karena nyatanya kubu Oliveira hanya menolak pertarungan dengan persiapan singkat. Termasuk rencana laga melawan mantan juara Bellator Michael Chandler yang disodorkan terlalu mendadak.      

 Pertarungan itu sendiri direncanakan digelar di UFC 258, atau bersamaan dengan event utama perebutan gelar juara kelas welter antara Kamaru Usman kontra Gilbert Burns.

 Menurut pelatih Oliveira kata White, pihaknya tak mau mengorbankan peluang menuju gelar juara dengan capaian 8 kemenangan beruntun termasuk atas Tony Ferguson untuk sebuah laga dengan persiapan singkat.

“ Menurut mereka itu tidak masuki akal, karena dengan persiapan singkat potensi kehilangan kesempatan menuju gelar juara cukup besar,” tandas pria berkepala plontos itu.

 Dalam wawancara dengan Complex, White mengonfirmasi telah ada pembicaraan dengan tim Oliveira dan Chandler tentang pengaturan pertarungan. Meskipun Oliveira menolak, dia sama sekali tidak merendahkan atau menyepelekan  Chandler.

 Lalu bagaimana dengan kelanjutan duel ini?, White menegaskan pihaknya telah memeriksa kedua kubu, dan yang diinginkan adalah perencanaan pertarungan dengan persiapan penuh.

“Saya tidak ingin membuatnya terdengar seperti, 'Oliveira menolak Michael Chandler,' karena itu tidak benar. Apa yang Oliveira tolak adalah pertarungan singkat. Jika kita bisa membuatnya dan berhasil, maka harus dilakukan dengam adil yakni melakukan persiapan penuh,” ungkapnya.

Duel ini tentu akan sangat menarik dilaksanakan, karena Oliveira tengah dalam trend bagus sejak tak terkalahkan sejak Desember 2017, sementara Chabdler baru saja mencatat kemenangan KO spektakuler pasca meninggalkan Bellator dengan dominasi luar biasa di kelas ringan.

Selain kedua petarung ini tandas White, terdapat nama Dustin Poirirer di posisi penantang nomor satu serta Justin Gaethje satu tingkat di bawahnya. Keduanya juga bersaing penuh menuju tangga juara, serta masih menjadi daya pikat kelas ringan.

 Yang jelas saat ini White dan para pengatur pertarungan di UFC tengah merencanakan proyek pertandingan selanjutnya.

“ Yah, saat ini kami sedang mengerjakannya,” pungkasnya. (artsport/ mmafighting.com)


Bagaimana pendapat anda? tulis di kolom komentar.

Share:

Tuntut Duel Ulang Kontra Masvidal, Usman : Kali Ini Aku Akan Menghabisimu

Pasca meraih kemenangan TKO ronde tiga atas Golbert Burns, Juara kelas Welter Ultimate Fighting Championship (UFC) Kamaru Usman melayangkan tantangan duel ulang terhadap Jorge Masvidal.


 

Aksi yang disebut kurang impresive pada pertemuan pertama mereka, bakal ditebus Usman pada rematch nanti.

‘Kali ini aku akan menghabisimu’ tegas Usman saat diwawancarai Joe Rogan pasca pertarungan lawan Burns.

Tantangan Usman ini sendiri mengacu pada ocehan Jorge Masvidal yang beralawsan kekalahannya pada pertemuan pertama karena persiapan yang sangat singkat.

Saat itu, Masvidal memang hanya menjadi petarung pengganti pada laga Usman melawan Burns yang dijadwalkan tahun lalu, sayang sang penantang harus menepi karena positif Covid-19 jelang pertarungan.

 

Hasilnya, meski telah berupaya keras, Masvidal memang belum mampu mengimbangi kemampuan Usman, dan dinyatakan kalah angka dalam keputusan lima ronde.

 

Masvidal pun berujar kepada media, jika persiapannya lebih panjang ia bakal mengambil kepala Usman.

 

Jika diwujudkan pihak UFC, maka layak untuk ditunggu apa yang bisa diperbuat Gamebred (julukan Masvidal-red) pada pertemuan kedua melawan Usman, tentu dengan versi persiapan yang lebih lengkap.

Sementara itu, Presiden UFC Dana White saat ditanyakan mengenai tuntutan duel ulanbg melawan Masvidal yang dilayang Usman mengatakan, sebagai juara The Nigerian Nightmare (julukan Usman-red) memiliki banyak pilihan pertandingan untuki dijalani.

Termasuk, duel ulang lawan Masvidal yang telah disetujui sebelumnya.

 “Dan jika itu pertarungan yang dia inginkan, dan itulah pertarungan yang diinginkan Masvidal, dan saya yakin para penggemar juga ingin melihatnya.” Ujar White kepada Joe Rogan.  (artsport/ mmamania.com)

Share:

Hancurkan Burns, Usman Lewati Rekor Legenda


Getty Image
Sabuk divisi welterweight Ultimate Fighting Championship dipastikan masih melingkar di pinggang Kamaru Usman pasca kemenangan TKO di ronde 3 atas penantang nomor satu, Gilbert Burns pada pertarungan utama UFC 258 Minggu (14/2).

 Lewat kemenangan ini, Usman semakin menancapkan dominasinya sebagai petarung paling dominan dengan tiga kali mempertahankan gelar, sekaligus memperpajang rekor 13 kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah UFC  di divisi ini, melampaui sang legenda George St Pierre.  

Sebuah laga berat, namun mampu dilalui Usman dengan apik. Sempat goyah oleh satu pukulan Burns di awal laga, Usman sukses membalikan keadaan untuk mencetak kemenangan TKO ronde ketiga sekaligus mempertahankian mahkota zona 170 pon ini.

Jalannya laga.

Awal pertarungan langsung diwarnai dengan aksi cepat Burns dalam mombarbardir sang juara bertahan dengan pukulan-pukulan berbahaya serta beberapa lontaran head kick. Bahkan salah satu pukulan keras Burns mampu membuat Usman Goyah, hingga berujung kemenangan untuk sang penantang pada ronde pertama.  

Usman yang dikenali sebagai salah satu petarung yang bertipikal handuk basah (grappler-red) langsung menghadirkan perbedaan saat ronde kedua. Kali ini Usman mengeluarkan kombinasu jab-jab yang langsung disusul pukulan tangan kanan yang sukses membuka celah pertahanan Burns.

 

Puncaknya terjadi pada ronde ke-3, saat dua kali menganvaskan Burns yang disusul pukulan-pukulan berat dari posisi berdiri, dimana pada moment kedua terlihat menghantam Burns tanpa henti hingga ajkhirnya dihentikan wasit Herb Dean. 

 `` Itulah yang saya alami, '' kata Usman tentang pukulan setelah kemenangannya. `` Bahkan ketika saya pertama kali memulai dan menyerang, itu banyak menggunakan tehknik  kickboxing. Pukulan kidal saya juga cukup ampuh dalam pertandingan ini, sehingga kedepan saya ingin melatihnya. Saya baru saja mengerjakannya, dan  Pelatih Trevor Wittman meminta saya tetap pada pukulan itu. Katanya saya memiliki jab yang sangat bagus,” jelas Usman pasca pertandingan.

Kesabaran Jadi Kunci Sukses Usman

 

Hasil pertandingan bisa jadi berkata lain, jika Usman tak sabar meladeni permainan brutal Burns di sepanjang ronde awal.

Serangan-serangan yang dilakukan Usman lewat kombinasi jab-jab dilakukan secara perlahan hingga memberikan dampak dan berujung penyelesaian akhir pada ronde ke-3.

Sebuah pukulan kanan Usman menghempaskan Burns ke lantai, selanjutnya di akhiri dengan fround and pound dari posisi berdiri dan berujung pemberhentian oleh wasit.

Burns terlihat sangat emosional pasca  kekalahan tersebut, secara terbuka ia menangis di tengah Octagon dan memeluk Usman setelah pertarungan.


Situasi ini karena keduanya merupakan mantan mitra tanding saat berlatih di Sanford MMA di Florida, sebelum akhirnya Burns membuktikan dirinya sebagai penantang gelar teratas.

Ketika pertarungan antara mereka dirancang UFC, Usman beralih untuk berlatih dengan Wittman, dan kemitraan baru tersebut tampaknya telah memberi dimensi baru pada permainan hebat sang juara. (arsport/ cbssports.com)

Share:

Jika McGregor Juara, Khabib Berpeluang Turun Gunung

 

 Connor McGregor. (Zimbio)

Juara kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) Khabib Nurmagomedov yang telah memutuskan pensiun pasca kemenangan atas Justin Gaethje di UFC 254 Abu Dhabi tahun lalu, dikabarkan hanya mau kembali untuk melakoni duel impian melawan legenda Georges St-Pierre.

Namun Presiden UFC, Dana White belum lama ini membongkar kemungkinan lain yang bisa mendorong Khabib kembali ke arena pertarungan.

Kemungkinan itu akan terjadi jika petarung yang paling dibenci The Eagle (julukan Khabib-red), sukses kembali menjadi juara di divisi ini.

Siapa dia?,  sudah jelas petarung dimaksud adalah Connor McGregor.  

"Khabib sangat membenci McGregor dan kita tidak pernah melihat yang seperti ini. Saya yakin jika McGregor memenangi gelar, Khabib akan bertarung lagi. Mungkin tebakan saya ini bisa saja salah. Tetapi, mari kita lihat nanti," jelas White sebagaimana dilansir dari espn.com.

Menurut pria berkepala plontos ini, kebencian Khabib terhadap McGregor akan menjadi kunci duel ulang dua jagoan kelas ringan itu.

Pertarungan ini nmemang sangat didambakan publik UFC, mengingat rivalitas tinggi antara keduanya, dengan bukti terakhir berujung kericuhan di akhir laga pada duel pertama mereka.

 

McGregor vs Khabib. (zimbio)

“ Duel ulang berpeluang terjadi di masa-masa yang akan datang, meski Khabib sendiri telah bersikukuh untuk tidak kembali,” ungkap White.  

 

White sendiri membenarkan jika Khabib adalah juara paling dominan di kelas ringan, dan tidak ada lagi petarung di divisi ini yang mampu menyainginya.  

 "Saya setuju dengan kata-kata Khabib yang menyatakan dia lebih hebat daripada semua petarung kelas ringan. Itulah alasan kenapa dia tak mau kembali bertarung,” ujarnya lagi.

Sementara McGregor terlihat lebih bersemangat untuk kembali merajai kelas ringan UFC, pasca mundurnya Khabib dari zona persaingan.

Meski baru-baru ini kalah dari Dustin Poirier, MkcGregor tidak terlihat kapok, bahkan telah mengumumkan permintaan trilogi plus beberapa partai yang siap dia jalani selama tahun ini.   

Menarik untuk ditunggu, apakah McGregor mampu menunjukan keganasannya seperti dulu, dan mengundang sang raja (Khabib-red) kembali dari masa pensiunnya. (artsport/espn.com/ juara.bolasport.com)

Share:

Merangkai Turnamen Perebutan Tahta Kelas Ringan UFC


Ribut seputar laga perebutan gelar juara yang pantas dilaksanakan di divisi lightweight belakangan bergulir liar. Masing-masing fighter yang telah disebutkan pada posisi 7 besar mengklaim merekalah yang pantas untuk mengisi posisi perebutan gelar juara, dengan tujuan utama duel melawan Dustin Poirier selaku pemegang number one contender. 

Sebut saja Charles Oliveira.   Dialnsir dari AG Fight  Oliveira menyebut dirinya tak mau bertarung pada laga tanpa perebutan gelar. Klaim ini disampaikan petarung berjuluk The Do Broncx karena telah mendapatkan delapan kemenangan beruntun.

Utamanya merujuk pada laga melawan Tony Ferguson yang ia menangkan melalui keunggulan  angka mutlak dalam tiga ronde.

Pelatih Oliveira, Diego Lima, memastikan petarungnya hanya akan turun ke oktagon pada laga bertajuk perebutan gelar juara.

Namun permintaan  Oliveira untuk berduel memperebutkan gelar juara kelas ringan kangsung dimentahkan Gaethje.

Menurut The Highlight (julukan Gaethje-red),  Oliveira hanya menang atas lawan-lawan yang mudah.

Ia menilai, dari delapan kemenangan Oliveira, lima di antaranya hanya melawan musuh di luar peringkat atas.

"Muak mendengar Charles Oliveira merasa pantas untuk segalanya. Selain melawan Tony Ferguson, apa yang sudah dia lakukan untuk mendapatkan kesempatan perebutan gelar juara?," tulis Justin Gaethje.

Gaethje lantas mendapuk dirinya sebagai petarung nomor satu yang pantas untuk perebutan gelar juara. Tak main-main, ia langsung membidik nama Poirier untuk pertarungan dimaksud. 


Bahkan, debutan sekelas Chandler juga telah menyatakan dirinya pantas untuk laga perebutan gelar, dengan menantang seluruh jagoan kelas ringan, mulai dari Poirier, Gaethje, McGregor hingga sang jawara yang telah pensiun Khabib Nurmagomedov. 

Poirier sendiri sebelum laga melawan McGregor pernah dijadwalokan bersua Tony Ferguson, dan menginginkan laga tersebut sebagai salah satu turnamen kelas ringan. 

Mengingat belum adanya kepastian di kelas ini, gelaran turnamen memang menjadi sebuah jalan untuk menentukan penguasa baru, sekaligus menetralisir suasana yang terus memanas.  

Mari kita berandai-andai dengan sebuah turnamen yang adil berdasarkan peringkat pada 7 besar peringkat lightweight dan mempertimbangkan nilai jual setiap laga untuk dijual dengan mengacu pada sejarah dan peluang untuk menampilkan laga spektakuler. 

Turnamen dapat dilaksanakan dengan format laga penyisihan yang akan diikuti petarung di peringkat 4 hingga peringkat 7. Di sana ada nama Chandler, Ferguson, McGregor dan Dos Anjos. 

Melihat pada nama-nama tersebut, sepertinya UFC layak merealisasikan sejumlah laga yang sempat tertunda karena berbagai alasan, sebut saja pertemuan McGregor dan Dos Anjos yang pernah dijadwalkan sebagai laga perebutan gelar beberapa tahun lalu, serta laga Ferguson kontra Chandler yang tidak terealisasi karena Chandler tidak siap. 

Bagaimana dengan Oliveira dan Gaethje?, sebagai petarung 3 besar, maka keduanya pantas mendapatkan satu tempat di perempat final, menunggu pemenang dari laga-laga penyisihan tersebut. 

Laga perempat final  berpeluang menjadi laga rematch antara Gerguson kontra Gaethje  atau Oliveira, atau laga brutal sesama artis Knockout Gaethje dan McGregor. 

Selanjutnya pemenang  babak perempat final bakal berhadapan di semi final untuk menentukan satu tempat di laga perebutan juara divisi kelas ringan UFC melawan Poirier. 

Mengapa Poirier ditempatkan langsung di final?, sesuai dengan capaiannya dalam 3 tahun terakhir, dan posisinya sebagai penantang nomor satu di kelas ini, maka memang sudah selayaknya The Diamond duduk manis menunggu penantangnya dari hasil turnamen dimaksud. 

Namun semua ini sangat bergantung pada bis besar UFC Dana White, yang hingga saat ini masih terus berusaha membujuk Khabib kembali ke arena pertarungan. Jika Khabib benar-benar tak kembali mungkin inilah harapan turnamen yang sangat diharapkan.  (Artsport/ juara.bolasport.com)  



Share:

Jalan Terjal Singgasana Kelas Ringan UFC

 

Belum lama ini, Jawara divisi Lightweight Ulmate Fighting Championship (UFC) Khabib Nurmagomedov mengutarakan niatnya untuk menanggalkan sabuk kelas terpanas tersebut.

Artinya, Era Khabib sebagai penguasa telah berakhir dan kini pentas UFC akan melakoni babak baru perebutan tahta dengan menampilkan para petarung elite yang saat ini bercokol di posisi 7 atau 5 besar di kelas ringan.

Hitung-hitungan record terbaru, jika merujuk pada penampilan teranyar para jagoan dalam 3 tahun terakhir, maka sudah selayaknya Dustin Poirier difaforitkan menjadi raja baru divisi ini.

Saat ini The Diamond (Dulukan Poirier-red) bertengger di posisi penantang nomor satu, usai kemenangan fantastis atas fighter fenomenal Connor McGregor di awal tahun.

Dibawahnya, berjejer Jusrun Gaethje, Charles Oliveira, Michael Chandler, Tony Ferguson, Connor McGregor dan Rafael Dos Anjos (hitungan 7 besar-red).

2 diantara nama-nama yang telah disebutkan, telah menjadi korban keganasan Poirier, masing-masing Connor McGregor dengan kemenangan KO/TKO ronde 2 dan Gaethje lewat KO/TKO ronde 4.

Kekalahan yang dideritanya dalam 3 tahun terakhir hanya dari sang jawara paling dominan Khabib Nurmagomedov, yang nyaris tak lagi menunjukan tanda-tanda untuk kembali ke panggung UFC.

Namun jika harus dikocok kembali, pertarungan para elite ini memang layak ditunggu, karena bakal membuka peluang rematch jilid II antara Poirier dan McGregor, Rematch Poirier dan Gaethje,  Rematch Gaethje dan Ferguson serta rematch Ferguson lawan Oliveira.

Kontes perebutan juara juga bakal menampilkan moment pembuktian debutan hebat Michael Chandler yang telah mengukir kemenangan KO/TKO super cepat atas Dan Hooker.

Sementara Charles Oliveira yang belakangan menuntut laga perebutan gelar, selayaknya perlu untuk menambah laga pembuktian kepantasannya, karena mengalahkan Ferguson memang tidaklah cukup, apalagi El Cucuy (julukan ferguson-red)  dikalahkan pasca dihancurkan Gaethje.

Lantas bagaimana peluang Ferguson dan McGregor yang terkesan mulai meredup?.

Sejatinya, kedua petarung ini  adalah para fighter sangar yang selalu dinanti-nantikan penampilannya oleh public MMA. Diluar kemampuan hebat dan penampilan akrobatik, kedua fighter ini juga terkenal sangat buas pada sesi-sesi yang akan dijalani sebelum pertarungan, utamanya serangan mkental kepada lawan-lawan pada masa timbang badan, face off  maupun sesi konferensi pers.   

Berdasarkan statistic yang ditampilkan laman ufc.com, sejak tahun 2018, kedua fighter ini sangat minim pertadingan sehingga besar kemungkinan berpengaruh pada performa mereka di atas oktagon.

Turnamen perebutan gelar antar para bjagoan elite kelas ringan bakal memanaskan kembali kemampuan terbaik kedua fighter ini, sekaligus mempertajam aroma persaingan menuju gelar juara divisi ini.

Jangan lupakan juga nama terakhir, Rafael Dos Anjos. Mantan juara yang sarat pengalaman pada dua kelas yakni lightweight dan welterweight. Kehadirannya dalam turnamen tentu bakal menambah terjal jalan untuk menjadi pewaris tahta Khabib.  (ARTSPORT/ juara.bolasport.com)  

Share:

Khabib Siap Lepas Gelar, Kelas Ringan UFC Cari Pewaris Tahta

Khabib Nurmagomedov. (sumber: khabib_nurmagomedov) 

Juara paling dominan di kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) Khabib Nurmagomedov  siap melepas sabuk juara yang saat ini masih melingkar di pinggangnya.

 Hal ini diutarakan Khabib demi memastikan divisi yang diisi para petarung elite sekelas Dustin Poirier, Justin Gaethje, Charles Oliveira, Michael Chandler, Tony Ferguson dan Connor McGregor memiliki kepastian untuk perebutan tahta penguasa terbaru.

 Sabuk dimaksud hingga saat ini memang belum dicopot Presiden UFC, Dana White, meski Khabib telah menyatakan pensiun pasca menaklukkan penantang nomor satu saat itu, Justin Gaethje. Kepastian pensiun permanen dari The Eagle (julukan Khabib-red) tentu akan segera meredakan situasi panas diantara para penantang utama yang telah disebutkan di atas, untuk secepatnya mendapatkan jatah duel perebutan gelar.

 ."Bila sabuk juara saya dicabut, situasi akan lebih tenang. Saya lelah dengan ketidakpastian ini, karena divisi kelas ringan harus terus melangkah maju."

"Saya memahami Dana White. Satu petarung pergi, bakal banyak ada yang lainnya. Namun tentu ia tetap harus menghasilkan sejumlah uang [dengan merayu Khabib kembali]. Bagaimanapun keputusan saya sudah final," ujar Khabib dikutip dari Tass.

 "Saya memahami Dana White. Satu petarung pergi, bakal banyak ada yang lainnya. Namun tentu ia tetap harus menghasilkan sejumlah uang [dengan merayu Khabib kembali]. Bagaimanapun keputusan saya sudah final," ujar Khabib dikutip dari Tass.

 Teka-teki masa depan Khabib memang masih misterius. Khabib sudah beberapa kali menegaskan bahwa keputusan pensiun sudah final.

Namun ia juga meluangkan waktu untuk bertemu White dalam beberapa kesempatan.Khabib sendiri memang tidak bisa serta-merta memutus hubungan dengan UFC.

 Pasalnya Khabib baru merintis Eagle Fighting Championship (EFC) yang diharapkan Khabib bisa jadi pemasok petarung untuk berlaga di UFC.

 Beberapa sumber yang dekat dengan Khabib juga menyebut Khabib masih punya peluang kecil untuk kembali, terlebih bila ada tawaran duel lawan Georges St-Pierre.  (sportakular/ tass.com)

Share:

Definition List

Unordered List

Support