Belum lama ini, Jawara divisi Lightweight Ulmate Fighting Championship (UFC) Khabib Nurmagomedov mengutarakan niatnya untuk menanggalkan sabuk kelas terpanas tersebut.
Artinya, Era Khabib sebagai penguasa telah berakhir dan kini pentas UFC akan melakoni babak baru perebutan tahta dengan menampilkan para petarung elite yang saat ini bercokol di posisi 7 atau 5 besar di kelas ringan.
Hitung-hitungan record terbaru, jika merujuk pada penampilan teranyar para jagoan dalam 3 tahun terakhir, maka sudah selayaknya Dustin Poirier difaforitkan menjadi raja baru divisi ini.
Saat ini The Diamond (Dulukan Poirier-red) bertengger di posisi penantang nomor satu, usai kemenangan fantastis atas fighter fenomenal Connor McGregor di awal tahun.
Dibawahnya, berjejer Jusrun Gaethje, Charles Oliveira, Michael Chandler, Tony Ferguson, Connor McGregor dan Rafael Dos Anjos (hitungan 7 besar-red).
2 diantara nama-nama yang telah disebutkan, telah menjadi korban keganasan Poirier, masing-masing Connor McGregor dengan kemenangan KO/TKO ronde 2 dan Gaethje lewat KO/TKO ronde 4.
Kekalahan yang dideritanya dalam 3 tahun terakhir hanya dari sang jawara paling dominan Khabib Nurmagomedov, yang nyaris tak lagi menunjukan tanda-tanda untuk kembali ke panggung UFC.
Namun jika harus dikocok kembali, pertarungan para elite ini memang layak ditunggu, karena bakal membuka peluang rematch jilid II antara Poirier dan McGregor, Rematch Poirier dan Gaethje, Rematch Gaethje dan Ferguson serta rematch Ferguson lawan Oliveira.
Kontes perebutan juara juga bakal menampilkan moment pembuktian debutan hebat Michael Chandler yang telah mengukir kemenangan KO/TKO super cepat atas Dan Hooker.
Sementara Charles Oliveira yang belakangan menuntut laga perebutan gelar, selayaknya perlu untuk menambah laga pembuktian kepantasannya, karena mengalahkan Ferguson memang tidaklah cukup, apalagi El Cucuy (julukan ferguson-red) dikalahkan pasca dihancurkan Gaethje.
Lantas bagaimana peluang Ferguson dan McGregor yang terkesan mulai meredup?.
Sejatinya, kedua petarung ini adalah para fighter sangar yang selalu dinanti-nantikan penampilannya oleh public MMA. Diluar kemampuan hebat dan penampilan akrobatik, kedua fighter ini juga terkenal sangat buas pada sesi-sesi yang akan dijalani sebelum pertarungan, utamanya serangan mkental kepada lawan-lawan pada masa timbang badan, face off maupun sesi konferensi pers.
Berdasarkan statistic yang ditampilkan laman ufc.com, sejak tahun 2018, kedua fighter ini sangat minim pertadingan sehingga besar kemungkinan berpengaruh pada performa mereka di atas oktagon.
Turnamen perebutan gelar antar para bjagoan elite kelas ringan bakal memanaskan kembali kemampuan terbaik kedua fighter ini, sekaligus mempertajam aroma persaingan menuju gelar juara divisi ini.
Jangan lupakan juga nama terakhir, Rafael Dos Anjos. Mantan juara yang sarat pengalaman pada dua kelas yakni lightweight dan welterweight. Kehadirannya dalam turnamen tentu bakal menambah terjal jalan untuk menjadi pewaris tahta Khabib. (ARTSPORT/ juara.bolasport.com)







0 Comments:
Posting Komentar