Sebut saja Charles Oliveira. Dialnsir dari AG Fight Oliveira menyebut dirinya tak mau bertarung pada laga tanpa perebutan gelar. Klaim ini disampaikan petarung berjuluk The Do Broncx karena telah mendapatkan delapan kemenangan beruntun.
Utamanya merujuk pada laga melawan Tony Ferguson yang ia menangkan melalui keunggulan angka mutlak dalam tiga ronde.
Pelatih Oliveira, Diego Lima, memastikan petarungnya hanya akan turun ke oktagon pada laga bertajuk perebutan gelar juara.
Namun permintaan Oliveira untuk berduel memperebutkan gelar juara kelas ringan kangsung dimentahkan Gaethje.
Menurut The Highlight (julukan Gaethje-red), Oliveira hanya menang atas lawan-lawan yang mudah.
Ia menilai, dari delapan kemenangan Oliveira, lima di antaranya hanya melawan musuh di luar peringkat atas.
"Muak mendengar Charles Oliveira merasa pantas untuk segalanya. Selain melawan Tony Ferguson, apa yang sudah dia lakukan untuk mendapatkan kesempatan perebutan gelar juara?," tulis Justin Gaethje.
Gaethje lantas mendapuk dirinya sebagai petarung nomor satu yang pantas untuk perebutan gelar juara. Tak main-main, ia langsung membidik nama Poirier untuk pertarungan dimaksud.
Bahkan, debutan sekelas Chandler juga telah menyatakan dirinya pantas untuk laga perebutan gelar, dengan menantang seluruh jagoan kelas ringan, mulai dari Poirier, Gaethje, McGregor hingga sang jawara yang telah pensiun Khabib Nurmagomedov.
Poirier sendiri sebelum laga melawan McGregor pernah dijadwalokan bersua Tony Ferguson, dan menginginkan laga tersebut sebagai salah satu turnamen kelas ringan.
Mengingat belum adanya kepastian di kelas ini, gelaran turnamen memang menjadi sebuah jalan untuk menentukan penguasa baru, sekaligus menetralisir suasana yang terus memanas.
Mari kita berandai-andai dengan sebuah turnamen yang adil berdasarkan peringkat pada 7 besar peringkat lightweight dan mempertimbangkan nilai jual setiap laga untuk dijual dengan mengacu pada sejarah dan peluang untuk menampilkan laga spektakuler.
Turnamen dapat dilaksanakan dengan format laga penyisihan yang akan diikuti petarung di peringkat 4 hingga peringkat 7. Di sana ada nama Chandler, Ferguson, McGregor dan Dos Anjos.
Melihat pada nama-nama tersebut, sepertinya UFC layak merealisasikan sejumlah laga yang sempat tertunda karena berbagai alasan, sebut saja pertemuan McGregor dan Dos Anjos yang pernah dijadwalkan sebagai laga perebutan gelar beberapa tahun lalu, serta laga Ferguson kontra Chandler yang tidak terealisasi karena Chandler tidak siap.
Bagaimana dengan Oliveira dan Gaethje?, sebagai petarung 3 besar, maka keduanya pantas mendapatkan satu tempat di perempat final, menunggu pemenang dari laga-laga penyisihan tersebut.
Laga perempat final berpeluang menjadi laga rematch antara Gerguson kontra Gaethje atau Oliveira, atau laga brutal sesama artis Knockout Gaethje dan McGregor.
Selanjutnya pemenang babak perempat final bakal berhadapan di semi final untuk menentukan satu tempat di laga perebutan juara divisi kelas ringan UFC melawan Poirier.
Mengapa Poirier ditempatkan langsung di final?, sesuai dengan capaiannya dalam 3 tahun terakhir, dan posisinya sebagai penantang nomor satu di kelas ini, maka memang sudah selayaknya The Diamond duduk manis menunggu penantangnya dari hasil turnamen dimaksud.
Namun semua ini sangat bergantung pada bis besar UFC Dana White, yang hingga saat ini masih terus berusaha membujuk Khabib kembali ke arena pertarungan. Jika Khabib benar-benar tak kembali mungkin inilah harapan turnamen yang sangat diharapkan. (Artsport/ juara.bolasport.com)







0 Comments:
Posting Komentar