'Magic Mbappe' Spektakuler

Laga leg pertama babak perempat final Liga Champions yang mempertemukan tuan rumah Barcelona kontra Paris Saint Germain menegaskan kebintangan Killian Mbappe yang mampu melampaui superstar Barcelona, Lionel Messi. ‘Magic Mbappe’ benar-benar bertuah, dengan mencetak hatrrick di Camp Nou, sekaligus membenamkan armada binaan Ronald Koeman dengan skor akhir 4-1.

Benar-benar gambaran seorang pemain masa depan yang sudah siap memutus mata rantai kebintangan para pendahulu seperti Lionel Messi yang telah memasuki era veteran. 

Sejatinya, PSG tidak tampil dengan skuad terbaiknya saat melawat ke kandang Barcelona. Mereka kehilangan Angel Di Maria dan Neymar yang mengalamo cedera. Kondisi ini sempat menghidupkan asa Barcelona untuk memanfaatkan kesempatan dan memenangi laga dengan lebih mudah.

Namun yang terjadi justru diluar dugaan. Ketidakhadiran para pemain kunci PSG justru menghidupkan peran sentral Mbappe sebagai penyerang bayangan sekaligus pemimpin Les Perisiesn.

Pemain berusia 22 tahun ini benar-benar menjadi hantu bagi pertahanan Barcelona, hadir tiba-tiba di ruang-ruang kosong, membombardir pertahana lawan dengan dribel dan gocekan maut sekaligus mencetak 3 gol yang menenggelamkan nama besar Barcelona.

Aksi brilian Mbappe bahkan terkesan turut memotivasi rekan-rekannya, seperti duet sesama penyerang bayangan yakni Moise Kean untuk melakukan hal serupa dan ikut menyumbang satu gol tambahan bagi kemenangan PSG.      

Hari itu, Mbappe terlihat sedang menuliskan sebuah sejarah tentang kebintangannya, menutup semua ruang terbuka yang ditinggalkan Di Maria dan Neymar serta melampaui kepemimpinan Messi di Barcelona.

PSG benar-benar tanpa tanpa beban, berkat kepemimpinan Mbappe yang selalu tenang,  ceria, cerdas dan atletis dalam setiap penampilannya.   

Ini adalah sebuah bentuk penegasan, tentang datangnya era Mbappe yang sudah siap merajai panggung sepakbola selanjutnya.

Sementara bagi Barcelona, kekalahan ini memperlihatkan jalan pembangunan tim pasca ditinggalkan sejumlah bintang-bintang terdahulu seperti Luis Suarez dan Andreas Iniesta masihlah panjang.  

Laga melawan PSG menyiratkan kebintangan Messi meredup dan tidak bisa diimbangi teman-teman dalam tim.

Bagi banyak klub super Eropa, babak sistem gugur Liga Champions adalah ritual awal pembaruan musim semi.

Ini adalah kesempatan untuk melupakan rentetan hasil buruk di liga domestik dan menyambut hasil baik dengan prestasi di ajang eropa. Hal ini juga turut dialami Barcelona maupun PSG.

Khusus PSG, musim ini benar-benar harus bekewrja keras membangun  tim. Mereka menampung Moise Kean dan Idrisa Gueye dari Everton,Keylor Navas yang kehilangan pekerjaan setelah dicampakkan Real Madrid, Florenzi yang jasanya sudah tak lagi digunakan AS Roma serta Kurzawa yang  dalam 5 tahun terakhir jarang dimainkan.

Akhir cerita, Mbappe memang layak untuk menjadi tajuk utama dari kisah pembantaian Barcelona oleh PSG di rumahnya sendiri.  Rangkaian aksinya memancing Roenald Koeman mengoceh pada lini belakang Barcelona.

Ia pintar membuka ruang, dia cepat dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan, dan dia bisa hadir kapan saja untuk memanfaatkan semua kemelut yang terjadi dalam kotak finalti lawan.

Apakah ini pertanda awal dari era dominasi Mbappe untuk menghentikan nama-nama besar seperti Lionel Messi?. Bagaimana pendapat para pembaca sekalian. Tuliskan komentar anda. (artsport/ espn.com)


Share:

Mengenal Lebih Dekat Pasangan Wang Chi-Lin dan Lee Yang

Duet Pekerja Keras dan Rendah Hati   

Pasangan ganda putra Taiwan Wang Chi-Lin dan Lee Yang belum lama ini mencetak hattrick gelar masing-masing Yonex Thailand Open 2020, Toyota Thailand Open 2020, dan BWF World Tour Finals 2020. Raihan terbesar dalam karir pasangan ganda putra nomor 3 dunia ini menjadi gambaran ancaman yang akan mereka berikan pada dua pasangan ganda putra terbaik milik Indonesia, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan yang bercokol pada rangking satu dan dua dunia. Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan jurnalis pasca pertandingan, pasangan ini tak canggung untuk mengemukakan kesulitan yang dihadapi, keinggulan lawan serta kita-kiat sukses untuk keluar dari tekanan sekaligus memenangkan pertandingan.

Diluar itu,  Chi-Lin/Lee Yang juga sangat humoris hingga sering saling meledek satu sama lain hingga memancing tawa saat interview. 


Meski baru dipasangkan pada tahun 2019, Wang dan Lee telah menjadi salah satu pesaing dan pasaangan yang cukup sukses.  

Masa Lockdown akibat pandemi ternyata dimanfaatkan pasangan ini untuk latihan lebih keras dan meningkatkan kemampuannya.

Terbukti dengan peningkatan kemampuan selama leg Asia dan terus mengalami peningkatan di setiap pertandingan.  

Sebagai catatan, mereka memenangkan BWF World Tour Finals baru-baru ini tanpa mengalami kekalahan.

“Kami mengenal satu sama lain sejak 10 atau 11 tahun, jadi kami saling mengenal dengan baik. Kami sudah saling kenal sejak sekolah dasar; Pada saat itu dia pendek dan gemuk, tapi saya tidak suka keahliannya, karena itu terlalu bagus. ” ujar Wang.

Pasangan ini juga selalu berkata jujur atas kemampuan lawan yang mereka hadapi, sebagaimana saat sukses mengalahkan pasangan Hendra/Ahsan pada semifinal Toyota Thailand Open.  

“Keterampilan mereka lebih baik dari kita, kendali mereka lebih baik. Kami selalu mengejar kok dan tidak memegang kendali. Itu bukan gaya kami. Kami benar-benar ingin bergerak cepat, jadi kami bergerak lebih dulu, dan mereka melihat kami bergerak dan bermain di ruang kosong. Jadi saya menyuruhnya untuk tetap bertahan. 'tandas Wang.

Demikian juga ketika mereka selamat dari keadaan yang sulit. Setelah mengalahkan Ben Lane dan Sean Vendy di semifinal World Tour Finals, Lee Yang mengatakan mereka kesulitan melewatinya.

“Kami tidak menikmati pertandingan karena kami berada di bawah tekanan. Jadi kami harus terus-menerus menyemangati satu sama lain. '

 Dan tentang final, melawan Ahsan / Setiawan .

  “Mereka memiliki skill yang lebih baik dari kami. Kami akan menggunakan kecepatan dan kekuatan kami. '

Sementara rekannya Wang menyela: 'Besok kami bermain melawan idola kami, dan Ahsan telah memiliki seorang putri jadi saya memberi selamat kepadanya, tapi saya akan melawan mereka!'

Satu tema yang berulang selama tiga minggu adalah pengakuan mereka bahwa mereka tidak secanggih beberapa lawan mereka, itulah mengapa mereka harus mengimbangi dengan tingkat kerja yang lebih tinggi, dan mendorong kecepatan dan kekuatan.

Setelah memenangkan TOYOTA Thailand Open, gelar kedua mereka dalam dua minggu, Wang dengan senang hati  mengemukakan pendapatnya tentang para pemain Malaysia dan Indonesia yang memiliki skill lebih baik dari mereka.

Kejujuran dan kerendahan hati pasangan inilah yang membedakan mereka dari para pemain top lainnya, sekaligus menjadikan mereka pasangan yang berbeda dari pasangan fanda putra lainnya di dunia.  

Fakta Ini juga sangat membantu mereka untuk meningkatkan peringkat  pada urutan rangking dunia. Akan menarik untuk melihat bagaimana mereka melawan pasangan yang absen di leg Asia. Masing-masing  pasangan Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hiroyuki Endo / Yuta Watanabe dan Li Jun Hui / Liu Yu Chen.

Jika mereka mampu mempertahankan momentum dari Bangkok, mereka bisa membawa dimensi yang berbeda untuk persaingan di sektor ganda putra dunia.

Bagaimana pendapat pembaca sekalian tentang pasangan asal Taiwan ini? . (artsport/ bwfbadminton.com)


Share:

Fase Knock Out Dimulai, Die Bayern Masih Faforit Juara

Persaingan ketat di Liga Champions akan berlangsung sesuai harapan penggemar saat memasuki babak perempat final. Karena di fase ini, semua tim terbaik telah tersaring dari babak penyisihan group yang terkesan membosankan karena didominasi tim-tim elite. Mantan striker Timnas Jerman Jurgen Klinsmann mengutarakan hal ini pada ESPN.com sekaligus menggambarkan peluang masing-masing tim pada babak perempat final ini, dengan Bayern Muenchen tetap sebagai faforit kampiun.  


Menurutnya, Munich masih faforit juara dan menjadi tim yang wajib dikalahkan pada awal sistim gugur ini. Sebab tim ini memiliki ikloim kompetitif yang kuat, dan selalu diatur untuk bersaing di kancah Eropa di setiap tahunnya.

Tim ini memiliki Robert Lewandowskim yang bisa dikatakan sebagai pemain nomor 9 terbaik di dunia, dengan penampilan yang terus menggila bersama Die Bayern.

 

Pemain ini memiliki kaki kanan, kiri, sundulan bahkan tendangan bebas yang sama baiknya. Klibsman bahkan berani menyebutnya sebagai Marco Van Basten di era ini.

Pemain lain yang tak kalah berpengaruh bagi tim ini adalah Thomas Muller, yang pernah menjadi anak didik Klinsman ketika menukangi Muenchen.

Menurutnya, Muller adalah tipikal pemain cerdas, selalu dokus pada pertandingan dan mampu mengeksekusi semua peluang secara sederhana dengan hasil yang luar biasa.

“ Saya berharap Bayern mengalahkan Lazio dan Juventus lolos melawan Porto. Peluang Paris Saint-Germain dan Barcelona adalah 50-50, Liverpool memiliki keunggulan atas RB Leipzig dan Manchester City jelas favorit melawan Borussia Monchengladbach. Sevilla melawan Borussia Dortmund sulit ditebak karena wakil  Jerman ini sedang berjuang dan Atletico Madrid vs Chelsea akan menarik untuk ditonton dengan pelatih energi tinggi Diego Simeone dan Thomas Tuchel di pinggir lapangan,” ungkapnya.

 

Mungkin tim yang mengejutkan di babak 16 besar ini adalah Atalanta yang akan melawan Real Madrid.

Tim ini menampilkan sepak bola yang menyenangkan untuk ditonton. Energi  tinggi, tekanan tinggi  dan kekompakan para pemain sangat sempurna.

 “ Mempertahankan gaya permainan seperti itu sepanjang musim adalah perjuangan yang sulit, lihatlah bagaimana mereka kehilangan beberapa pertandingan di Italia yang tidak Anda duga, tetapi mereka mencapai perempat final musim lalu, kini mereka berada di level teratas,” tambahnya.

 

Kunci untuk sukses di Liga Champions adalah menemukan bentuk dan ritme pada saat yang tepat. Bayern, misalnya, menutup musim lalu dengan 21 kemenangan berturut-turut di semua kompetisi.  

 

“ Tim-tim lain yang tampil buruk pada awal kompetisi perlahan mulai menemukabn iramanya, sebut saja Barcelona,  Real Madrid dan PSG. Sementara Manchester City menemukan performa mereka sedikit lebih cepat,” pungkasnya.

Apakah anda memiliki pendapat yang sama dengan salah satu legenda sepak bola Jerman ini ? atau anda punya prediksi yang berbeda?, tuliskan di kolom komentar. (artsport/ESPN)


Share:

Tacchinardi : Juara Liga Champions = Menang Lotere

Mantan gelandang Juventus Alessio Tacchinardi mengomentari sengitnya persaingan dan adu keberuntungan pada pentas Liga Champions. Menurutnya, memenangkan trophy si puping besar sama dengan memenangkan lotere.  


Dalam babak perempat final leg I Rabu (18/2)  nanti, Juventus akan bertandang ke markas FC Porto.

Menurutnya, meski lebih diunggulkan peluang Juventus kalah pada laga ini juga sangat mungkin terjadi.

Gelandang yang menghabiskan 11 tahun berseragam Juventus dengan capaian 13 trofi termasuk satu gelar Liga Champions  ini mengatakan, pertarungan sebenarnya baru akan dimulai saat babak perempat final.

“Saya tahu kompetisi ini dengan sangat baik. Mulai hari ini turnamen baru dimulai, ”katanya dalam wawancara eksklusif dengan Football Italia.

“Semuanya harus sempurna untuk memenangkannya. Cedera pada pemain kunci dan episode dapat mengubah segalanya. Ini adalah kompetisi yang hebat. Pikirkan tentang Atalanta musim lalu, mereka hampir saja menyingkirkan PSG dan kita semua tahu bagaimana hasilnya.

“Mengangkat piala itu seperti memenangkan lotere. Lebih baik buruk di babak penyisihan grup dan bugar sekarang. Sangat penting untuk menjadi yang terbaik saat ini, ini adalah kompetisi yang sangat rumit. Setiap pertandingan akan sulit mulai sekarang,” ungkapnya.

 “Pertandingan-pertandingan ini dimainkan selama 180 menit dan Juventus harus kehilangan segalanya, mereka harus sangat berhati-hati, akan sangat penting untuk mencetak gol tandang.  Dan absennya Juan Cuadrado merupakan pukulan bagi mereka, dia menjadi pemain kunci sejauh ini.” Tambah Tacchinardi.

Saat ditanyakan pendapatnya tentang Edgar Davids dan Weston McKennie yang dinilai memiliki kemiripan permainan, Tacchinardi mengatakan tidak juga.   

Menurutnya, Davids sangat kuat dalam pertahanan, sementara McKennie memiliki mentalitas menyerang.

“ Mungkin dia (McKennie-red)  lebih mirip dengan Antonio Conte. Davids lebih eksplosif, lebih defensif dan figur seorang pemimpin.  Tetapi McKennie masih muda dan memiliki banyak kesempatan untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya. (artsport/ football-italia.net)

Share:

Tidak Mengakui Kekalahan, Covington Kembali Tantang Usman

Kemenangan Kamaru Usman atas penantang nomor satu kelas welter Gilbert Burn dengan TKO ronde 3 telah membuat banyak pihak terkesan, termasuk sang Presiden UFC Dana White. Namun dibalik deret rasa takjub yang hadir, ada segelintir orang yang mengaku tidak terkesan dengan aksi sang juara. Salah satunya Colby Covington, salah satu rival yang pernah dikalahkan Usman, dan saat ini kembali menduduki posisi pertama penantang gelar di kelas itu.


Berbicara kepada Radio Submission, Covington mengaku tidak terkesan dengan kemenangan Usman atas Burns.  

Dia bahkan menyebut penampilan Usman saat itu terlihat seperti petarung yang sudah siap kalah pada pertarungan berikutnya.

Ia pun menyampaikan optimism untuk menjadi orang yang menyingkirkan Usman dari singgasananya saat pertemuan kedua mereka digelar.

“ Gilbert nyaris menghabisinya di babak pertama. Saya benar-benar tidak melihat sesuatu yang istimewa dari Usman, bahkan terlihat menurun perkembangannya. Laga ini membuat Dia (Usman-red) terlihat seperti seorang pria yang siap dikalahkan oleh Colby ‘Chaos’ Covington 2.0,” tekannya.   

Pasca menderita kelahan melalui TKO ronde kelima dari Usman tahun 2019 lalu, Covington memang telah beberapa kali melayangkan tantangan pertandingan ulang kepada sang juara.

 

Penampilan bagus  pasca laga lawan Usman yakni melawan mantan juara Tyron Woodley membuatnya tetap kompetitif, dan tetap berada di jalur penantang paling sengit di kelas welter.  

 “ Dia (Usman-red) sangat beruntung pada pertemuan pertama kami. Saya yakin saat itu nilai saya lebih baik darinya yakni 3-1. Dalam pertarungan selanjutnya saya tidak ingin wasit menghentikan pertarungan.  Ada banyak momen ketika saya unggul saat itu, dan semua orang tahu itu. Saya ingin pertandingan ulang, Jorge Masvidal sudah kalah dalam pertarungan sebelumnya, jadi hanya saya yang tersisa di puncak untuk melawannya,” tantangnya.

 “ Jadi, ada banyak urusan yang belum selesai. Dia tahu hanya saya yang bisa memberikan tantangan terberat,” kunci petarung berjuluk Chaos itu.

 Apa pendapat Anda tentang komentar dari Colby Covington ini sobat?. Tulis di kolom komentar.  (artsport/ bjpenn.com)

Share:

GSP Tidak Tertarik Lawan Kamaru Usman

Salah satu legenda Ultimate Fighting Championship (UFC) yang pernah ada, Georges St-Pierre menegaskan tidak berniat menfgakhiri masa penisun untuk sekedar meladeni tantangan juara kelas welter saat ini, Usman Kamaru. Alasannya sederhana, GSP (panggilan populer Georges-red) tak mau menghabiskan masa 3 bulan untuk melakukan persiapan menuju laga itu serta tidak lagi memiliki motivasi untuk pertarungan tersebut.


“Saya rasa tidak ada yang bisa membuat saya termotivasi untuk kembali ke kompetisi sekarang. Meninggalkan rumah dan lain-lain untuk melakukan persiapan selama 3 bulan? Itu tidak akan lagi saya lakukan. Sekarang ini saya sehat dan saya kaya.

 Lebih lanjut kepada BJPenn.com menggambarkan situasi jika ia memenuhi harapan akan terwujudnya pertarungan ini. Pertama, dia harus mencari tempat berlatih, membawa pelatih dan seluruh mitra tandingnya ke suatu tempat untuk mempersiapkan diri menghadapi laga lawan Usman.

Kedua ia harus menghadapi situasi stress untuk mencoba dan memikirkan strategi agar bisa meraih kemenangan dari Usman.

 “Cobalah untuk menempatkan diri Anda pada posisi saya dan cobalah untuk kembali. Seiring waktu berlalu, pertarungan tidak lagi menarik minat saya. Dan saya tidak berpikir ada orang sekarang yang akan membuat saya kembali. Saya baik. Saya akan selalu berlatih dan menjadi bugar,” ungkap petarung asal Kanada itu. 

Ide untuk menghdirkan laga ini sendiri bermula saat Kamaru Usman memetik kemenangan TKO ronde 3 atas Gilbert Burns akhir pekan lalu, sekaligus mencatatkan rekor kemenangan yang mampu melampui GSP di kelas itu.

Munculah sejumlah reaksi yang memikirkan bagaimana kalau Usman menghadapi sesama pemilik rekor hebat yakni GSP.

Mendapati reaksi ini, Usman pun membuka peluang kepada sang mantan juara untuk melakukan laga perebutan juara melawan dirinya.  

GSP yang selama karier profesionalnya mengemas rekor 26-2 hingga saat ini dianggap sebagai salah satu petarung terhebat sepanjang masa.

Setelah empat tahun meninggalkan olahraga, GSP kembali pada 2017 dan memenangkan gelar kelas menengah melawan Michael Bisping.

St-Pierre sekarang berusia 39 tahun, dan belum pernah bertarung sejak dia memenangkan gelar keduanya di banyak divisi pada tahun 2017. (artsport/ bloodyelbow.com)



Share:

Redaksi

ART SPORT 

Blogger ini dibuat sebagai media untuk menghadirkan ragam berita olahraga, musik, wisata, budaya dan seni kreatif dengan mengambil informasi dari berbagai sumber terpercaya, situs berita internasional dan nasional. Berita sebelum diturunkan akan melalui proses editing berdasarkan gaya tulisan yang lebih mudah dipahami pembaca. 

Kritik dan saran dari pembaca sekalian sangat diharapkan untuk membangun blog ini menjadi lebih baik dan profesional. 

Terimakasih.   

PENULIS/EDITOR : FREDI SARIPI

ALAMAT : BOROKO/KOTAMOBAGU

PEKERJAAN : PENULIS LEPAS/FREELANCER

                            DESAIN GRAFIS  

PENGALAMAN JURNALIS : 

Reporter di Harian Gorontalo Post (2004)

Reporter Harian Radar Gorontalo (2007)

Reporter Harian Luwuk Post (2009)

Editor Majalah Mo'odelo Ayuwa Polda Gorontalo (2013)

Reporter Harian Radar Bolmong (2014)

Reporter Harian Komentar (2018)

Reporter Harian Bolmong Fox (2020)

KOMPETENSI : 

Anggota PWI Bolmut (2015) s/d sekarang 

Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 

Jenjang Anggota Muda (2017)



Share:

Awal Baru Bale Atau Akhir Cerita Superstar

Jermaine Jenas, mantan pemain Tottenham Hotspur pada periode 2005 hingga 2013, Minggu (14/2) memberikan komentarnya kepada BBC Sport terkait kiprah Gareth Bale musim ini bersama The Lilywhites.  Melihat sejumlah penampilan Bale musim ini kata Jenas, dengan berbagai situasi sebagai pemain pengganti memberi gambaran pemain yang pernah mengecap nama sebagai pemain termahal di dunia ini belum habis. 


Saat melawan Machester City akhir pekan lalu, Bale sempat memperlihatkan kemampuannya dalam menggiring bola melewati 3 pemain lawan yang diakhiri dengan sebuah tembakan yang memaksa Ederson melakukan penyelamatan ekstra.

Padahal saat itu, ia hanya menjadi cameo selama 18 menit. Tak hanya itu, Jenas juga mengaku memperhatikan saat Bale kembali ke lini tengah hingga turun ke wilayah pertahanan untuk menyemangati rekan-rekannya agar tetap naik menyerang. Walau hanya sekilas, jelas terlihat Bale tertarik untuk bertahan dan peduli dengan tim ini.

“ Setidaknya itulah yang saya harapkan dari Bale ketika dia kembali ke Spurs dengan status pinjaman dari Real Madrid pada bulan September, tetapi selama dia berada di sana, momen-momen seperti itu terlalu sedikit dan jarang terjadi,” ungkapnya.

“ Seperti yang kita lihat di Etihad Stadium, dia masih memiliki bakat yang luar biasa. Anda hanya perlu mendukung, mendorong dan membuatnya bermain sepak bola seperti yang dilakukannya untuk Wales. Saya berharap itu bisa terjadi di Spurs, tetapi mungkin hanya Bale yang tahu apakah itu akan terjadi,” tandas Jenas.

 “ Apa yang harus dia tunjukkan sekarang adalah lebih dari rasa lapar akan prestasi. Tanpanya, karier luar biasa Bale terancam berakhir dengan sedikit rengekan.  Dan talenta hebatnya pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita lihat sekarang ini,” tekan pemain yang juga pernah memperkuat Queens Park Rangers itu.

Bermasalah dengan Morinho?

Meski tanpa mengetahui detail lengkapnya, terlihat jelas ada masalah antara Bale dan manajernya Jose Mourinho setelah melihat apa yang terjadi pekan lalu.

Hal ini juga terlihat jelas pada sang manajer yang berbicara tentang postingan  media pemain binaannya, dan menjelaskan bahwa itu tidak benar (dalam hal ini Mourinho menanggapi ketika Bale mengatakan di Instagram bahwa dia menjalani sesi latihan yang baik sebelum absen dalam kekalahan tengah pekan Tottenham di Piala FA oleh Everton). 

Bale yang mungkin diharapkan oleh Mourinho dan pendukung Spurs ketika dia menandatangani kontrak pada bulan September belum mampu menjawab sesuai ekspektasi.  Dari sudut pandang pemain, dia mungkin tidak setuju dengan taktik Mourinho atau cara pelatih asal Portugal itu mengaturnya.

Jadi, apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang terlihat dari Bale pada hari Sabtu merupakan tanda bahwa dia dan Jose dapat menyelesaikan perbedaan mereka, dan Bale dapat memulai lebih banyak pertandingan. Atau, apakah semuanya akan berantakan lagi, dan kita akhirnya melihat Bale lebih sedikit tampil daripada sebelumnya?

“ Kami akan mencari tahu dalam beberapa minggu ke depan,” ucapnya. 

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah Sebuah Hinaan 

 

“ Saya telah melihat banyak hal ketika Bale menjadi  pemain pengganti ketiga dan terakhir Mourinho, ketika Spurs sudah tertinggal 3-0, tetapi Anda hanya dapat berspekulasi tentang proses pemikiran manajer Tottenham saat itu,” kata Jenas lagi.

 Jika hubungan mereka benar-benar putus, maka mungkin Mourinho tahu timnya sangat lelah dan mereka memiliki jadwal sibuk, jadi Bale dan Dele Alli yang juga tidak disukai hanya tampil karena menurutnya permainan telah berakhir. Sehingga Mourinho menempatkan dua pemain yang mungkin tidak akan banyak memberikan dampak pada hasil pertandingan. 

 “ Saya tidak percaya itu. Secara pribadi, saya pikir dia membuat perubahan berdasarkan apa yang terjadi dalam permainan dan itu tidak ada hubungannya dengan posisi Bale dalam urutan kekuasaan.

 Misalnya, ketika dia memasukkan Moussa Sissoko pada babak pertama, skornya 1-0 dan Mourinho mungkin berpikir hanya perlu bertahan dalam permainan ini.

Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah penghinaan bagi Bale. Terkecuali jika Morinho  membiarkan dia tetap di bangku cadangan atau keluar dari skuad sepenuhnya,” sambung Jenas.


 Waktunya bermain mengatasi rasa sakit?

 “ Seperti yang saya katakan pada Friday Football Social on 5 Live minggu lalu, jika orang berharap untuk melihat Gareth Bale yang sama saat saya berada di Spurs bersamanya, mereka bodoh.

Menit bermain bukan masalahnya, karena betapa sedikitnya menit dia tampil untuk Real dalam beberapa musim terakhirnya, tetapi pada saat yang sama hampir tidak membantu karena dia sudah lama tidak bermain secara teratur. Dia sekarang berusia 31 tahun, dia mengalami cedera dan dia adalah pemain yang berbeda dengan orang yang mencabik-cabik tim di zaman saya.

 Pada dasarnya saya ingin dia mengatakan, 'Spurs menempatkan saya di panggung dunia. Sekarang saya akan membawa semua pengalaman itu kembali ke klub yang saya cintai ini, dan menunjukkan kepada Anda bagaimana hal itu dilakukan '.

Itu masih bisa terjadi, karena Spurs masih memiliki banyak kesempatan musim ini, dalam perebutan empat besar serta final Piala Carabao dan berusaha memenangkan Liga Europa.

Jika dia menunjukkan semangat juang tinggi sebagaimana saat bermain melawan City, meskipun saat itu tahu sudah kalah, Bale masih bisa membuat kehadirannya diperhitungkan.

Serangkaian permainan bisa membuat perbedaan

Penggemar Spurs pasti telah menonton Bale pada hari Sabtu dan berpikir 'tim harus lebih sering menggunakannya' tetapi kembali pada keadaan sang pemain.

“ Saya tahu ketika saya bermain dengannya di Spurs di bawah Harry Redknapp, dia adalah salah satu pemain yang rentan cedera. Namun Harry biasa mengabaikannya dan berkata bermainlah hingga  mencapai batasmu. Saya rasa Jose perlu melakukan hal serupa sekarang.

 Mudah-mudahan apa yang kami lihat di Etihad bisa menjadi awal dari kebangkitannya di Spurs, karena saya pikir dia masih memiliki kemampuan untuk tim ini,” pungkasnya. (artsport/ bbc.com) 


Share:

Dortmun Tunjuk Marco Rose Gantikan Terzic

Klub Bundesliga Borussia Dortmun dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Marco Rose untuk menjadi pelatih kepala bagi Erling Haaland cs. Pelatih yang saat ini menangani Borussia Monchengladbach ini  akan menggantikan Edin Terzic pada musim depan.   

Rose merupakan warga asli Leipzig yang tercatat mulai menangani Gladbach pada tahun 2019.

Sebelumnya, dia tercatat menukangi Red Bull Salzburg di Liga Austria dan berhasil mengantarkan tim tersebut memenangi gelar Liga dan Piala Austria secara berturut-turut.

Sementara bersama Gladbach, pelatih berusia 44 tahun ini sukses menempati posisi ke-4 musim lalu, sekaligus mengembalikan The Foals ke babak group Liga Champions UEFA setelah absen selama 4 tahun.

Musim ini, Gladbach dibawah komando Rose sukses mengalahkan Dotmun dalam pertemuan terakhir mereka di bulan Januari dengan skor 4-2.

Dengan kata lain, dibawah kepelatihannya, Gladbach berubah menjadi salah satu kuda hitam yang sangat diperhitungkan di pentas Bundesliga.

Sebuah rekor yang cukup mumpuni untuk penunjukannya sebagai pelatih tim sekaliber Dortmun, sekaligus menghidupkan harapan figur pelatih yang tepat agar tim kuning hitam kembali berprestasi dan garang sebagaimana masa jaya sebelumnya.

Sementara Terzic sendiri masih akan melatih Dortmun hingga akhir musim ini. Posisinya harsu digantikan pelatih baru karena performa yang kurang memuaskan publik Signal Iduna Park (markas Dortmun-red). Dari 12 laga, Dortmun binaan Terzic telah mengecap 4 kekalahan.

Bagaimana pergantian pelatih ini menurut para pembaca sekalian? Tulis komentar kalian pada kolom di bawah. (artsport/ bundesliga.com)


Share:

Jam Terbang Tinggi, Angelino Dipermanenkan RB Leipzig

Publik bola Jerman dan Eropa mungkin masih bertanya-tanya, bagaimana bisa pemain pinjaman dari Manchester City, Angelino mendapatkan kontrak permanen berdurasi 4 tahun dari RB Leipzig yang saat ini menghuni posisi dua klasemen Bundesliga?. Sementara pemain bernama lengkap Jose Angel Esmoris Tasende ini tercatat mondar-mandir di beberapa kloub sebagai pemain pinjaman dari si Biru Langit (Manchester City-red).


Sebelum ke Leipzig, Angelino telah merasakan atmosfer sepak bola sejumlah negara seperti Spanyol, Inggris, Belanda dan  Amerika Serikat, untuk menjalani masa peminjaman di Malorca, Girona (Spanyol), NAC Breda, PSV Eindhoven (Belanda) dan New York City (Amerika Serikat).

Direktur Olahraga Leipzig Markus Krösche meyakini seluruh pengalaman yang ia dapatkan selama masa peminjaman memberi dampak spektakuler pada penampilannya saat dipinjamkan City ke Leipzig.

Dalam penampikan paruh kedua musim 2019/2020, Angelino tercatat tampil dalam 18 pertandingan kompetitif dengan menyumbang lima assist serta 1 gol.     

“ Untuk ukuran seorang bek kiri, catatan ini tidaklah buruk. Angel tidak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan tim ini. Sangat mengesankan melihat dia berkonstribusi untuk mencapai tujuan klub, termasuk di Liga Champions. Dia benar-benar memberi pengaruh di sini,” ujar Krösche.

 

Penampilan mengesankan tersebut yang kemudian mendorong Leipzig untuk memperpanjang masa peminjaman Angelino di musim berikutnya.

Upaya Leipzig ini tandasnya, mendapatkan persaingan dari Barcelona, dimana pasangan dan anak Angelino tinggal. Namun pemain berusia 24 tahun ini memilih melanjutkan karir di Leipzig.

 Memang, Angelino merasa sangat betah di kota dan di klub sehingga dia membeli rumah tahun lalu, sebuah keputusan yang sangat tidak biasa untuk seorang pemain dengan status pinjaman. Hingga akhirnya Leipzig menggunakan opsi mereka untuk menjadikan transfernya permanen.

Semuanya membawa kita ke masa sekarang, dengan Angelino terus tampil mengesankan untuk Leipzig hingga 2021 dan menandatangani kesepakatan hingga Juni 2025. Empat golnya di liga musim ini membuatnya tidak hanya sebagai pencetak gol terbanyak bersama klub bersama striker Yussuf Poulsen, tetapi juga Bek dengan skor tertinggi di liga.

Ciptakan empat assist, ditambah tiga gol di Liga Champions UEFA dan satu lagi di Piala DFB Pokal menjadi alasan kuat bagi Die Roten Bullen (julukan Leipzig-red) sangat ingin mengikatnya.  

 “ Ia sangat penting dalam upaya Leipzig untuk meraih trofi di ketiga Kompetisi. Angel adalah pemain yang sangat bagus, sangat penting untuk permainan kami,” kata Nagelsmann setelah kesepakatan dibuat resmi.

 “Dia memainkan peran utama bersama kami sejak awal, dan meskipun dia sudah berkembang dengan sangat baik dan cepat, dia masih bisa melakukan lebih banyak lagi. Dia terus-menerus ingin mendorong batas kemampuannya dalam hal membuat kemajuan, dan itu sangat mengesankan,” tambahnya.

 

Jarang bagi Nagelsmann untuk memilih satu pemain untuk dipuji, tetapi pilihan timnya adalah konfirmasi dari penghargaan tinggi di mana Angelino berada.. Pelatih kepala Leipzig dikenal karena merotasi timnya untuk menjaga pemainnya tetap segar dan lawan menebak-nebak, tetapi tidak untuk Angelino.

Pemain kidal ini telah memainkan lebih banyak menit Bundesliga musim ini (1.787) daripada pemain lain di klub, sementara dia menjadi starter dalam 29 dari 30 pertandingan kompetitif tim sejauh ini.

 “ Dia bisa bermain di posisi bek kiri, kemudian merambah menyerang sebagai bek sayap kiri atau gelandang kiri untuk Leipzig, memberikan alternatif pemanfaatan lebar di sayap.

 “Angelino selalu ingin bermain dan selalu memiliki tingkat energi yang sangat tinggi,” kata Nagelsmann.

 Kemampuan tinggi Angelino juga dimanfaatkan  di pertahanan, dimana  183 tekelnya mampu menyelamatkan gawang tim. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat  Leipzig  terbang tinggi di tempat kedua, memiliki rekor pertahanan terbaik dari klub Bundesliga mana pun musim ini, dengan hanya kebobolan 18 gol.

Dia,  juga pemain berkualitas tinggi, konsisten, mampu berkontribusi di kedua ujung lapangan.


Pemain Spanyol itu tiba di Red Bull Arena dengan status pinjaman enam bulan dari Manchester City pada Januari 2020.

“ Sebagian besar pemain biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi, mempelajari bahasanya, mengenal budaya dan tuntutan pelatih baru. Angelino tidak, dia langsung berlari dan berkonstribusi bagi tim,” ungkap Nagelsman.  

 Angelino sendiri dalam wawancara dengan awak media mengatakan keputusannya bertahan dengan Leipzig karena faktor pelatih Julian Nagelsman. Dia mengaku sangat senang berada dibawah kepelatihan Nagelsman, taktik, cara bermain serta sema ide dirasakan sempurna bagi karirnya.   

“Nagelsmann membuat saya menjadi sangat kreatif. Dia tidak membatasi saya sama sekali, tetapi memberi kepercayaannya dan saya bebas  untuk membuat keputusan sendiri.” Pungkas pemain berkepala plontos itu.

Terungkap, saat Leipzig mengumumkan kontrak baru sang pemain pada hari Jumat, didasarkan pada statistik serangannya yakni  47 pertandingan kompetitif, sembilan gol dan 16 assist. (artsport/ bundesliga.com)

Share:

Lanjutan Kompetisi Eropa, 3 Tim Italia Kehilangan Pilar Penting

Juventus, Ac.Milan dan Napoli yang akan melakoni laga lanjutan di kompetisi Eropa pekan ini, harus kehilangan pilar-pilar andalan. Masing-masing Juan Cuadrado (Juventus), Davide Calabria (AC Milan) serta Hirving Lozano dan David Ospina (Napoli).

 


Kehilangan pemain-pemain ini tentu bakal mempengaruhi performa tim, saat kompetisi tengah memasuki fase-fase krusial.

Pemain sayap Juventus Juan Cuadrado akan absen dalam tiga pertandingan berikutnya karena cedera hamstring dan diperkirakan baru bisa memperkuat si Nyoya Tua (julukan Juventus-red) saat laga melawan Spezia Maret mendatang.

Pemain Kolombia serba bisa itu menderita cedera hamstring tingkat rendah,  dan  hasil pemeriksaan di J | Medical memutuskan ia harus  absen untuk pertandingan melawan FC Porto, Crotone dan Hellas Verona.

Cederanya akan dinilai kembali dalam 10 hari, dan ditarhetkan kembali dalam tim paling lambat  saat big match kontra Lazio  

Juventus akan menghadapi Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Rabu pekan ini dan harus tampil tanpa service pemain berusia 32 tahun yang telah menyumbanglima assist dalam lima pertandingan penyisihan grup kompetisi musim ini.

Dari kubu AC Milan, Full-back Davide Calabria juga dikabarkan bakal absen melawan Red Star Belgrade, dan akan kembali memperkuat tim saat derby Milan melawan Inter.

Dalam laga lawan Spezia pekan lalu, Calabria absen karena skorsing,  dan kini tengah bermasalah dengan kebugaran fisik.

Tapi Tuttosport mengklaim itu bukan masalah serius, meski besar kemungkinan  Calabria absen melawan Red Star di Serbia.

Surat kabar tersebut mengklaim bek sayap Rossoneri akan kembali ke skuad pada Minggu sore untuk Derby della Madonnina.

Calabria telah memainkan 21 pertandingan di Serie A musim ini, tetapi pemain berusia 24 tahun itu hanya tampil satu kali di fase grup Liga Europa.

Sama seperti dua rivalnya, Napoli turut mengonfirmasi cedera hamstring Hirving Lozano dan  masalah adduktor David Ospina.

Ospina cedera saat pemanasan menjelang pertandingan lawan Juventus pekan lalu.  Dia akan absen melawan Granada di Liga Europa dan bakal melewatkan pertandingan melawan Atalanta pada hari Sabtu.

Khusus Lozano, diperkirakan absen selama sebulan bakal kehilangan penampilan di kedua leg babak 32 besar Liga Europa. Dia juga bakal menepi dari pertandinan melawan Atalanta, Benevento, Sassuolo dan Bologna di Serie A.

Sebelumnya, Napoli sudah kehilangan Kalidou Koulibaly, Faouzi Ghoulam, Diego Demme, Elseid Hysaj, Dries Mertens dan Kostas Manolas. (artsport/ ww.football-italia.net)

Share:

CHord Gitar Baku Jaga - Pasha Ungu

 





INTRO: D  A  E  A7  D

                  F#M  E

 

              A                                      E

Torang Nintau kapan tu badai datang

 

             E7                                      A

Torang nintau kapan musibah datang

 

            A7                                           D    Dm

Yang torang tahu tuhan sayang pa torang

 

                 A     E                           A  

Ba sabar jo doa torang panjatkan

 

E

Mari jo torang baku sayang

A

Mari jo orang baku jaga

D                                               A

Mari jo torang baku pegangan tangan

 

E

Basudara baku sayang

F#M

Basudara baku rasa

D                                  C#

Basudara torang baku jaga

 

D                            A

Percaya ini Tuhan pe cara

E                                 A      A7

Percaya ini Tuhan pe sayang

D                                        F#M

Percaya Tuhan sayang pa torang

E                                                               A                                 E

Ini peringatan untuk torang samua untuk torang semua

 

 

MELODI : A E  A  BM F#M E D

 

BM

Mari jo torang baku sayang

 

F#M

Mari jo orang baku jaga

D                                                     A

Mari jo torang baku pegangan tangan

 

E

Basudara baku sayang

F#M

Basudara baku rasa

D                                  C#

Basudara torang baku jaga   a… a

 

D                            A

Percaya ini Tuhan pe cara

E                                 A      A7

Percaya ini Tuhan pe sayang

D                                        F#M

Percaya Tuhan sayang pa torang

E                                                               A                                

Ini peringatan untuk torang samua untuk torang semua

 

E                          D                   

Ini peringatan untuk torang samua

 

F               G                  A

Hu….. Untuk Torang Samua



Lihat Karaoke Akustik : https://youtu.be/olAgc7MN0Is



Share:

Turnamen Kelas Ringan di Persiapkan, Siapkah Oliveira Lawan Chandler?

 


Tak bisa dipungkiri, panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) utamanya di zona bertabur bintang yakni kelas ringan memang memiliki daya tarik berkelas box office.

Tak heran jika kelangsungan jalannya kompetisi serta kepastian perebutan gelar juara pasca pensiunnya Khabib Nurmagomedov terus menjadi bola liar yang menggelinding menghantam sebagai kritik dan tekanan bagi semua orang yang bertanggungjawab di dunia UFC, terutama bagi sang Presiden Dana White.

Untuk itu, meski masih bersikukuh untuk mengembalikan The Eagle (julukan Khabib-red) untuk minimal satu pertarungan lagi, White mengaku tengah mempersiapkan rencana serius bagi masa depan divisi ini.

Satu langkah kongkrit yang telah dilakukan adalah mengkonformasi para petarung di deretan elite untuk baku hantam menuju gelar juara.

Belum lama ini, White telah mengkonfirmasi kebenaran dari pernyataan pelatih Oliveira, Diego Lima yang menyatakan pihaknya tidak akan bertarung untuk laga tanpa perebutan gelar juara.

Dana White

White menyatakan hal itu tidak benar, karena nyatanya kubu Oliveira hanya menolak pertarungan dengan persiapan singkat. Termasuk rencana laga melawan mantan juara Bellator Michael Chandler yang disodorkan terlalu mendadak.      

 Pertarungan itu sendiri direncanakan digelar di UFC 258, atau bersamaan dengan event utama perebutan gelar juara kelas welter antara Kamaru Usman kontra Gilbert Burns.

 Menurut pelatih Oliveira kata White, pihaknya tak mau mengorbankan peluang menuju gelar juara dengan capaian 8 kemenangan beruntun termasuk atas Tony Ferguson untuk sebuah laga dengan persiapan singkat.

“ Menurut mereka itu tidak masuki akal, karena dengan persiapan singkat potensi kehilangan kesempatan menuju gelar juara cukup besar,” tandas pria berkepala plontos itu.

 Dalam wawancara dengan Complex, White mengonfirmasi telah ada pembicaraan dengan tim Oliveira dan Chandler tentang pengaturan pertarungan. Meskipun Oliveira menolak, dia sama sekali tidak merendahkan atau menyepelekan  Chandler.

 Lalu bagaimana dengan kelanjutan duel ini?, White menegaskan pihaknya telah memeriksa kedua kubu, dan yang diinginkan adalah perencanaan pertarungan dengan persiapan penuh.

“Saya tidak ingin membuatnya terdengar seperti, 'Oliveira menolak Michael Chandler,' karena itu tidak benar. Apa yang Oliveira tolak adalah pertarungan singkat. Jika kita bisa membuatnya dan berhasil, maka harus dilakukan dengam adil yakni melakukan persiapan penuh,” ungkapnya.

Duel ini tentu akan sangat menarik dilaksanakan, karena Oliveira tengah dalam trend bagus sejak tak terkalahkan sejak Desember 2017, sementara Chabdler baru saja mencatat kemenangan KO spektakuler pasca meninggalkan Bellator dengan dominasi luar biasa di kelas ringan.

Selain kedua petarung ini tandas White, terdapat nama Dustin Poirirer di posisi penantang nomor satu serta Justin Gaethje satu tingkat di bawahnya. Keduanya juga bersaing penuh menuju tangga juara, serta masih menjadi daya pikat kelas ringan.

 Yang jelas saat ini White dan para pengatur pertarungan di UFC tengah merencanakan proyek pertandingan selanjutnya.

“ Yah, saat ini kami sedang mengerjakannya,” pungkasnya. (artsport/ mmafighting.com)


Bagaimana pendapat anda? tulis di kolom komentar.

Share:

Definition List

Unordered List

Support